Sabtu, 19 Januari 2013

Liburan

Diposting oleh Anonim di 08.14 0 komentar
Liburan. Liburan ini sejatinya bukan berarti kita libur selibur-liburnya, meliburkan diri dari berbagai macam aktivitas. Namun menurutku liburan adalah saatnya kita untuk mengisi berbagai aktivitas yang jarang atau mungkin tak sempat kita lakukan di rutinitas sehari-hari. Banyak mereka yang mengisi waktu liburannya di lokasi wisata, di kampung halaman. Atau banyak juga yang mengisinya di depan televisi, laptop untuk menonton film. Aku? samapi detik ini aku masih di tempat perantauan, Semarang. Tapi aku cukup bahagia dengan liburan ini. Aku bisa mencuci semua baju kotorku yang biasanya aku masukkan laundry. Aku bisa membaca buku-buku yang tertunda kubaca dan hanya berjajar agak rapi di rak bukuku. Aku bisa menonton film yang dari dulu aku copy dari temanku namun tak juga aku tonton. Aku bisa melihat berita di televisi dimana biasanya aku tak sempat sekadar menyentuh televisi itu. Dan aku bisa membuat berbagai macam kebaikan (insyaallah) untuk teman-teman yang kadang aku abaikan ketiak aku sudah berhadapan dengan tugas besar. Eits, aku lupa satu hal. Aku juga bisa menyentuh blog ini, menulisnya, menghias, membersihkan sarang laba-labanya, menghidupkannya kembali.

Pengembangan Industri Kecil dan Menengah melalui Pendekatan Klaster

Diposting oleh Anonim di 07.29 0 komentar

Di dalam tulisan ini penulis akan menyampaikan suatu opini bahwa perekonomian daerah dapat ditingkatkan dengan cara mengembangkan industri – industri kecil menengah (IKM) yang ada di daerah tersebut. Hal ini yang sekarang banyak dipikirkan oleh pemerintah daerah di Indonesia. Oleh karena itu munculah suatu konsep pengembangan potensi lokal melalui pendekatan klaster industri kecil menengah untuk dapat mencapai tujuan tersebut.
Menurut BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), klaster industri merupakan kelompok usaha spesifik yang dihubungkan oleh jaringan mata rantai proses penciptaan / peningkatan nilai tambah, baik melalui hubungan bisnis maupun non bisnis. Adanya pengembangan klaster industri, merupakan solusi yang dinilai paling efektif dalam pengembangan ekonomi lokal suatu daerah. Sebab dengan pengembangan klaster industri, berarti mengembangkan industri yang bersifat luas (broad base) dan terfokus (spesialisasi) pada jenis-jenis produk yang berpeluang memiliki daya saing internasional yang tinggi di pasar domestik dan global. Sehingga daerah tersebut memiliki daya saing tersendiri terhadap daerah lain. (BPPT)
Sektor industri kecil dan menengah dinilai dapat meningkatkan perekonomian daerah sejak tahun 1970-an dimana muncul krisis ekonomi di Indonesia ini. Krisis ekonomi yang muncul menjadikan efek yang buruk bagi perekonomian di Indonesia, khususnya industri besar. Namun hal itu tidak berpengaruh pada industri kecil menengah, dimana IKM tersebut justru mengalami peningkatan. Oleh karena itu peluang tersebut muncul untuk meningkatkan produktifitas IKM untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Indonesia ini memiliki industri kecil menengah yang jumlahnya banyak, sesuai dengan data dari BPS bahwa industri kecil menengah mendominasi struktur industri di Indonesia. Sehingga jika dikembangkan secara intensif dan berkelanjutan, cepat atau lambat hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Industri kecil menengah ini merupakan industri berbasis masyarakat, artinya diproduksi dan dikelola oleh masyarakat, maka hasil yang akan diperoleh pun berdampak langsung pada masyarakat. Jika di setiap daerah IKM dikembangkan secara baik, maka tak ayal perekonomian masyarakat meningkat, yang akhirnya pendapatan daerah pun meningkat. Alferd Marshall juga telah melihat potensi klater industri yang di dalamnya terdapat IKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Oleh karena itu, pemerintah mengusulkan konsep untuk mengembangkan industri kecil menengah tersebut, salah satunya melalui klaster industri ini. Klaster digunakan karena sebagian besar IKM tersebut cenderung mengelompok di dalam wilayah tertentu. Ada berbagai macam jenis klaster industri khususnya di Jawa Tengah seperti klaster batik di Pekalongan, klaster ukiran kayu di Jepara, klaster industri knalpot di Purbalingga, klaster industri meubel di Blora dan sebagainya.
Klaster tidak hanya ada pengelompokan industri – industri tersebut, tapi harus ada keterkaitan. Yaitu keterkaitan antara industri inti dengan industri terkait, industri pemasok, industri pendukung, dan pembeli, yang kesemuanya didukung oleh institusi pendukung. Namun tidak semua klaster dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Di sinilah yang terkadang membuat klaster industri kecil di Indonesia kurang berkembang, yaitu karena kurangnya koordinasi antar industri dan kurangnya pelibatan pemerintah dalam pengembangan klaster. Pemerintah cenderung lepas tangan. setelah menciptakan klaster - klaster industri, pemerintah kurang mengontrol keberjalanan industri ini.  Selain itu kurangnya inovasi juga berpengaruh pada tidak optimalnya klaster, sehingga klaster yang telah terbentuk kurang bersaing di pasar. Misalnya yang sering terjadi yaitu barang produksi lokal tergerus oleh adanya barang-barang dari luar.
Sehingga, agar pengembangan klaster dapat optimal, diharuskan peran dari berbagai pihak. Pemerintah perlu mendorong adanya teknologi baru sebagai inovasi di dalam industri kecil menengah tersebut, agar proses produksi pun dapat meningkat baik secara kuantitas dan kualitas, sehingga dapat bersaing di pasar baik nasional maupun internasional. Sedangkan yang kini ada di lapangan bahwa hasil produksi klaster kurang bersaing di pasar, namun justru saling bersaing antar industri di dalam suatu klaster tersebut. Hal ini contohnya seperti pada klaster batik Pekalongan atau klaster Cibaduyut. Sehingga diperlukan pemahaman kembali kepada setiap aktor yang terlibat dalam klaster agar bekerja bersama-sama tanpa saling menjatuhkan. Dengan demikian tercipta suatu klaster IKM yang produktif, dapat bersaing di pasar nasional dan internasional tanpa saling menjatuhkan satu sama lain. Jika hal demikian bisa terjadi maka klaster IKM dapat berkembang, sehingga masyarakat yang terlibat langsung pun ikut merasakan dampaknya. Sehingga jika setiap daerah menerapkan pendekatan semacam ini, maka seluruh daerah bisa jadi mengalami peningkatan perekonomian.
Dengan demikian, jelaslah sudah bahwa perekonomian suatu daerah dapat mengalami peningkatan melalui cara mengembangkan kembali klaster – klaster industri kecil dan menengah. Dengan catatan, perlu pelibatan banyak aktor yang fokus menjalankan pengembangan IKM tersebut.

Nur Ratna Mukti
Tugas MKP Pengembangan Lokal

The Final Presentation

Diposting oleh Anonim di 07.10 0 komentar
Okay, now I will continue my story to all of you, I'm sorry make all of you waiting (maybe :p)..
Ini adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya. Di sini aku ceritakan bagaimana tim kami melakukan presentasi final.
Presentasi ini dilakukan di ruang rapat di Hotel Millenium Sirih Jakarta. Tak hanya kami di sini. Ada 4 tim lain yang berjuang bersama kami, lawan yang tangguh bisa dibilang, tapi mereka kawan baru kami yang baik. Mereka adalah tim dari UGM, ITS, ITB dan UB (Universitas Brawijaya). Jelas bahwa ini bukan hanya perjuangan kami satu tim (Aku, Tony, Ariga, Asfi dan Dewi). Tapi ini bisa dibilang pertarungan antara universitas. Dan kami berlima membawa almamater besar Universitas Diponegoro. Hal yang berat memang. Memang banyak dukungan, namun banyak pula tekanan.
But, it's okay. everything will be fine.
Dari tim kawan memang sangat kreatif dalam mendesain ruang terbuka mereka. Misalnya, dari ITB mereka membuat ruang terbuka di atas sungai di Bandung, mereka menamakannya Flying Space. ITS juga keren, mereka membuat ruang terbuka hijau di tengah-tengah kawasan pemukiman padat penduduk dengan cara penghijauan di dindng-dindingnya, dan mereka beri nama Green Wall. Untuk UGM yang mereka ternyata mahasiswa S2 membuat runag terbuka di tepi Pantai, pokoknya unik-unik. Sedangkan kami yang cukup puas dengan usaha kami tapi ternyata di sini mungkin tampaknya biasa saja, hahahaa.. tapi kami dengan Taman Tata Krama kami tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik, hasil usaha kami beberapa minggu.
Saat pengundian nomor urut presentasi, kami mendapatkan nomor urut 1. Entah, kami harus bahagia karena langsung lega atau kami harus sedih karena tak ada waktu untuk berlatih kembali (perlu diketahui, kami hanya latihan presentasi 1 kali saja). Tapi ya sudahlah, It's our turn!!
Setelah kami diskusikan sejak di Semarang, kami telah memutuskan aku dan Tony yang akan menjadi presentator dalam presentasi final ini. Kenapa aku dan Tony? yang jelas ini bukan hasil gambreng atau kocokan atau undian.. hehee.. Dari teman-teman memang mempercayaiku untuk berbicara, mungkin di kelas aku pun sering dipercayai atau mungkin kena ZONK untuk presentasi tugas. Lalu Tony dipilih karena di yang membuat desain dan siteplan, jadi paling tidak dia lebih mengerti daripada kami.
Untuk menghilangkan ketegangan, seperti biasa, kami berfoto saja sambil tetap berdoa untuk yang terbaik bagi kami :p


Foto ini diambil pada saat sebelum acara dimulai

Asfi, Tony dan Aku. Deg-degan sih, tapi kalau buat foto, tetep senyum dong! :p

Semua personel, dari 5 tim, dewan juri, serta panitia dari Ditjen Penataan Ruang

Tim UNDIP yang selalu eksis :p

Ini dia, waktu kami untuk presentasi mengenai konsep desain taman kami.
Aku sebagai presentatornya, Tony sebagai operator dan Ariga, Asfi dan Dewi yang akan membantu kami menjawab pertanyaan.

Sedikit tegang? iya sih..

Sayangnya waktu yang diberikan sangat singkat. Sehingga sangat disayangkan, tidak semua slide habis terpresentasikan.

Tidak hanya aku dan Tony di depan yang tegang, lihat deh, muka mereka juga serius.

Dan inilah 3 dari 5 juri dari berbagai macam bidang.


Mungkin inilah kenikmatan bagi orang yang maju pertama. Ya, setelah itu kami jadi memiliki waktu istirahat, bersantai, bermain dan yang pasti berfoto yang lama. hehee..

Di saat yang lain masih tegang dan sibuk dengan latihan dan persiapan presentasi, kami sudah asyik bersantai dengan kamera kami, hehehe

Ternyata cukup banyak obyek background untuk kami berfoto. Foto di atas salah satunya, kami berfoto dengan obyek restoran masakan Jepang, hehe

Sampai di kamar pun masih saja kami berfoto. Dari kelima tim kami, memang kami yang paling sering foto, sehingga banyak kawan yang mengatakan kami sebagai tim eksis, hahaa

Mungkin hari ini memang belum sepenuhnya kami lega. Karena belum ada pengumuman pemenang. Pemenang akan diumumkan esok hari, Minggu tanggal 11 November 2012 di Plaza Arsipel TMII yang sekaligus sebagai puncak Hari Tata Ruang. Jadi esoknya, kami semua digiring ke TMII. ternyata saat kami datang, di sana sudah cukup ramai. Kami disuguhkan dengan berbagai macam hiburan, mulai dari artis lokal milik Kementrian PU, artis ibukota yang kami tidak kenal, adalagi artis berdandan heboh yang katanya dari Republik Cinta Managemen, dan satu yang terheboh dan mungkin tidak ada yang tidak pernah dengar, Seventeen Band. Selain itu juga ada perlombaan anak-anak SD yaitu lomba debat yang temanya tentu berkaitan dengan Tata Ruang. Banyak juga di sana pameran-pameran terkait dengan tata ruang dan semacamnya. Pokoknya itu acara kita bangeeet! Plano bangeeet meen :D

Kemegahan panggung Festival Haritaru 2012 sebagai puncak acara Hari Tata Ruang


Maket di Stand Dinas Tata Ruang DKI Jakarta

Poster ini semaca poster tugas Studio hehee

Saat bosan, kami berjalan-jalan ke sekeliling Plaza Arsipel. Dan ini berada di kawasan Sulawesi Selatan

Saat yang ditunggu, pengumuman pemenang. Alhamdulillah, juara Harapan 1 adalah rezeki kami, yang terbaik dari Allah :) Juara 1 adalah ITS, juara 2 adalah UB, juara 3 adalah ITB, juara Harapan 1 adalah kami, dan juara Harapan 2 adalah UGM. Selamat!! :D

Saat pemberian hadiah. 

\
Yes! Finally.. usaha kami menghasilkan Juara Harapan 1. Tidak sesuai target mungkin, tapi ini yang terbaik, setimpal dengan usaha kami. Yah, paling tidak kami tidak perlu repot mengimplementasikan taman, walaupun sebenarnya ingin, hehheee.. Alhamdulillah. 




Minggu, 09 Desember 2012

Perjalanan Mimpi

Diposting oleh Anonim di 09.34 0 komentar
(cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya : Mimpi Butuh Perjuangan)


Perjalanan ke Jakarta itu mungkin perjalanan yang paling aku ingat. Karena perjalanan itu yang paling bersejarah bagiku. Mengapa? karena bagian itu adalah salah satu mimpiku. Naik pesawat. Sampai usiaku yang ke-19, aku belum pernah naik pesawat. Harap maklum sih ya, rumahku dekat dari Semarang, tak perlu  menyeberang lautan.

Dan akhirnya tanggal 10 November 2012 tepat di hari pahlawan, Allah mengahdiahkan ku mimpi itu. Naik pesawat. Boleh lah kalian tertawa menertawakan mimpiku itu. Tapi itulah aku, sesederhana itu, sampai naik pesawat pun ada di list mimpiku. Satu yang spesial di sini adalah pertama kalinya naik pesawat, tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis, karena semua biaya transportasi dan akomodasi telah ditanggung oleh panitia. Dan satu lagi yang menarik, sekalinya naik pesawat, pakenya Garuda Indonesia Airlines. Hehee..

Kalo nggak percaya nih tiketnya, hahaa..


SMG - CGK
Kode-kode kota lokasi Bandara yang artinya dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang ada di Cengkareng. Dulu aku sempat berfikir, SMG itu singkatan dari Semarang. Sedangkan CGK apa? kenapa tidak JKT atau TGR (Tangerang maksudnya) hehe.. Sempet berfikir juga, CGK itu Citi Great apa lah gitu, atau Center bla bla bla.. Tapi ternyata itu CENGKARENG hahaa.. Dan tahukah darimana aku mendapatkan jawabannya? Ketika aku iseng-iseng check in menggunakan forusquare, ada tulisa Cengkareng gitu, baru lah aku ngeh!

Haduh maaf ya, terserah sih pada mau bilang aku apa, katro, kampungan, kemseupay, ndeso, whatever. Ya memang kenyataannya begitu, hehee.. Anggap saja ini adalah suatu proses.

Yang membuat ku menarik, transportasi udara memiliki jadwal yang teratur dan disiplin. Sudah sangat jelas, bahkan tertulis di tiketnya, kalau batas check in jam segini, pesawat mulai terbang jam segini, sampai di kota tujuan jam segini. Dan siapapun yang telat ditinggal. Bayangkan jika angkutan darat seperti angkot, bis, yang ada di Indonesia memiliki sistem manajemen seperti ini. Lebih teratur. Kita tak usah lama menunggu angkot sampai setengah jam, karena kita telah memiliki jadwal kapan angkot itu datang di halte. dan kita dapat memprediksi jam berapa kita sampai di tujuan. Beda dengan angkot sekarang yang waktu tempuh itu tergantung supirnya. Kalau masih muda ya cepet, kalo udah tua  ya lama. Begitu kan?
Tapi aku yakin, suatu saat akan ada sistem tersebut yang diterapkan di Indonesia. Ini tugas kita, planner! :)

Semua orang pun jelas nggak ingin ketinggalan pesawat. Kita juga. Closing check in itu jam 05.30. Aku berangkat jam 04.00 dari Tembalang. Selesai sholat shubuh aku langsung memesan taxi dan meluncur. Wah pertama kali ke Bandara A. Yani apa yang aku pikirkan? Biasa aja. Hehe, peace. Yah, aku merasa ini seperti terminal, hanya lebih besar dan sedikit lebih bagus. 

45 menit perjalanan. Sangat singkat. Tapi menarik, aku bisa melihat kota dari atas langsung. Biasanya aku melihatnya dari foto citra, foto udara, kini aku melihat langsung, melihat pemukiman-pemukiman, sawah, dan lautan dengan perahu-perahu. Di dalam pesawat pun disediakan hiburan. Di depan kursi kita terdapat layar kecil yang kita dapat melihat berbagai macam video, film, lagu dari situ. 

Sesampainya di Jakarta, aku aktifkan lagi handphone ku. Banyak SMS dan whatsapp yang masuk. Menanyakan berangkat jam berapa, sudah sampai apa belum, dan banyak pula yang mendoakan kita juara. yang pertama kali aku balas adalah sms dari ibuku yang menanyakan, "Pesawatnya udah berangkat?" aku membalas, "Sudah sampai bu.." Ibuku membalas lagi, "Sudah sampai mana? Jakarta? cepet banget.." :)

tapi sayang banget nih, nggak ada moment yang aku jepret selama perjalanan ini. padahal kan bisa buat pamer lagi ya, hahaaa.. :D

Soekarno Hatta International Airport. Jauh jauh lebih besar dari A.Yani. Jelas, ini di ibukota! Selain lebih besar, juga lebih banyak orang dari berbagai suku ras budaya, kulit hitam, putih, coklat, rambut hitam, coklat, merah, putih, hidung mancung, pesek dan sebagainya. Intinya ini bandara rame deh!! hehee..

Akhirnya kita naik taxi menuju ke Hotel yang telah disebutkan panitia, Millenium Hotel Sirih Jakarta. Dan kami juga terkagum ketiak pertama kali melihatnya dari jendela taxi. Aku ingat Tony berkata padaku, "Wuih nung, lihat deh hotelnya keren!" wow, memang keren. Berhubung aku juga tidak menjepret hotel tersebut dari luar, aku kasih foto hasil searching aja yah, hehee...



Taraaa.. keren nggak tuh. Bintang 4 meen! 15 lantai meen.. dan kamar kita ada di lantai 10! Nih aku tunjukin juga bentuk kamarnya.. :)


Dengan AC yang dingin, kasur empuk, TV dengan banyak channel, air hangat, dan fasilitas yang lengkap banget, kita hari itu benar-benar dimanjakan. It's so different with kos-kosan kita! hahaa.. :D
Dan yang aku suka, kita dapat melihat kota Jakarta dari atas! dan tampak pemandangan-pemandangan khas Jakarta, gedung - gedung tinggi, macet, pemukiman padat...

Ini diambil di pagi hari. Masih sepi coy! tuh liat, skyline dar gedung-gedung tingginya keliatan jelas.

Millenium Hotel terletak di perempatan nih. Masih pagi jadi juga maish sepi jalanannya..

Jakarta di malam hari. Untung hotel kita tidak terletak di pusat kemacetan, jadi nggak terlalu bising :)


Gedung-gedung tinggi dan pemukiman padat

Di Jakarta, bukan kita dibangunkan oleh ayam berkokok, tapi kita dibangunkan oleh suara mesin dan klakson kendaraan bermotor. Oh Jakarta... Ibukota Indonesia..

Hotel Bintang 4 ini memang bisa dibilang mewah banget. Apalagi untuk ukuran aku yang anak kampung, hihi.. Menurutku ini adalah suatu kenikmatan dunia, semuanya di sini sudah tersedia, kita tinggal menggunakannya, tanpa harus membayarnya. Udah kayak orang kaya, orang prnting gitu deh :D

Awalnya sejak aku baru datang ke Hotel Millenium ini, kita sempat bingung. Soalnya dari panitia pun tidak ada yang menyambut, hehe. jadilah kita kayak orang ilang di Hotel mewah ini. Akhirnya kita duduk deh di cafe lounge di dekat lobby. Tiba-tiba ada pelayan yang menawarkan minum. Ups, padahal kita nggak niat minum, hanya mau numpang duduk. Dengan sok - sokan kita minta daftar menu yang dibawa oleh pelayan tersebut. 

dan... Taraaaa!!!!



Itu cuma sebagian yang berhasil ditangkap kamera, masih ada lho yang harganya jutaan rupiah, biasanya semacam wine gitu. cuma minum doang ngeluarin duit segitu banyak yaah, ckckck.. orang kayaa.. orang kayaaa.. 

terus kita milih apa? Akhirnya kita bilang ke mbak pelayan yang ramah dan murah senyum itu, "Nggak jadi deh mbaak.." sambil muka polos lama-lama rata deh tuh muka gue. lihat ekspresi mbaknya juga luntur deh senyumnya. Akhirnya dia ambil balik daftar menu dan pergi, hehee.. maaf ya mbaa. budget kita segitu nggak cuma buat minum doang, hahaaa.. :D

Okey, itu tadi cerita baru sebagian kecil dari inti ceritaku. Ini baru cerita tentang perjalanan mimpi dan di hotel. Ntar gue lanjutin lagi tentang presentasi, kawan baru, dan cerita lainnya yaaa :D

Sabtu, 08 Desember 2012

Mimpi Butuh Perjuangan

Diposting oleh Anonim di 12.49 0 komentar

"Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..Keep our dreams alive, and we will survive.."


yup itu adalah salah satu quote yang terngiang-ngiang di  pikiranku setelah membaca buku 5 cm karya Donny Dhirgantoro. Sumpah ini buku menginspirasi banget buat gue!

dan satu lagi quote di buku 5 cm  :
“Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup...Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan,tetapi diperjuangkan.” 

Yah, mimpi itu butuh perjuangan.. gak cuma dimimpikan, ditulis, ditempe di dinding kamar, tapi perlu perjuangan! butuh kerja keras mencapainya. Dan ini yang menginspirasiku dalam meraih satu mimpiku. Memang beda, ketika kita bermimpi disertai usaha banting tulang, peras otak, banyak banget pengorbanannya, dibandingkan mimpi yang kita santai menggapainya. hasilnya beda!

Dan satu lagi quote di Buku Negeri 5 Menara :
"Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil."

Bersungguh-sungguh!! itu kuncinya sebenarnya. memang nggak semua mimpiku itu berhasil, terwujud, karena aku tau, aku kurang sungguh-sungguh, aku kurang berdoa, aku takut, perjuanganku sangat minim. itu!


---

Dan yang kini aku ceritakan adalah jelas tentang mimpi. mimpiku. tapi bukan hanya mimpiku, mimpi kita berlima. Aku, Ariga, Dewi, Asfi dan Tony. mahasiswa semester 5 jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Arsitektur yang berkolaborasi sebagai strategi untuk meraih mimpi memenangkan suatu sayembara. Sayembara Ruang Kreatif Hijau. Menurut kami sayembara ini keren, karena tingkat nasional, dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum. Kenapa aku bilang keren? karena ini salah satu instansi dimana aku ingin bekerja di dalamnya :)

Mimpi kita. 
Berawal dari kita berdua aku dan Dewi yang ingin sekali mengikuti sayembara yang baru siangnya kita diinformasikan dari dosen Perancangan Kota ku. Namun kita berdua termasuk salah dua orang mahasiswa yang tidak mendapatkan kelompok. Sebenarnya sayembara ini sangat singkron dengan tugas besar kami di semester 5 ini. Sehingga ada yang satu kelompok tugas besar itu yang mengajukan diri ikut sayembara tersebut. Atau adalagi mereka yang membuat kelompok sendiri. Sementara aku, kelompokku ternyata tidak mau aku ajak sayembara itu, begitu juga kelompok Dewi, dimana teman sekelompoknya membuat kelompok lain untuk mengikuti sayembara tersebut. Tinggallah kami berdua yang sangat ingin mengikuti sayembara tersebut, namun apa daya, kami tak ada partner. 

Dulu, ada salah satu teman yang mengajakku untuk bergabung di timnya. Tapi aku menolak. Bukan apa-apa, karena ada satu teman yang lain yang perkataannya membuatku tersinggung, yang intinya secara tersirat bilang kalo aku boleh ikut, asal titik titik gitu deh.. Dan itu yang membuatku menolak. 

Kita berdua, Aku dan Dewi yang memiliki mimpi, masih terkendala mencari teman kelompok. Karena kita tidak mungkin hanya berdua. Sebenarnya banyak teman-temanku yang ingin ikut sayembara itu, tapi menurutku mereka penakut (peace :p), mereka takut nggak sanggup, mereka takut mencoba, mereka takut tak siap mengambil resiko, mereka terlalu pesimis. Tapi kata-kata andalanku bahwa kita harus berani, berani mengambil resiko, berani mencoba, dan harus berani bekerja keras!!! in kesempatan bung! aku sudah terlampau sering melewatkan kesempatan - kesempatan dalam hidup, dan saat itu aku nggak mau melewatkannya lagi!!!

"Kita harus berani mencoba, apa salahnya sih mencoba, gak ada ruginya, toh sayembara itu juga gratis, dikirimnya via email, nggak ngeluarin uang, yang kita butuhkan hanya semangat, sungguh-sungguh, keberanian, keluar dari zona nyaman!! Yang kita butuhkan hanyalah kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.." 

Itu kata-kata super yang aku ucapkan kepada teman-temanku ketika mengajaknya ikut dalam sayembara ini. Tak banyak yang terpengaruh, namun akhirnya ada juga yang tertarik dan memutuskan untuk ikut, Ariga, Asfi dan Tony. Susah banget ngedapetin mereka, hehee..


Ini kami dari kiri ke kanan, ada Tony, Asfi, Ariga, Inung dan Dewi



Mimpi.
Dulu bahkan aku hanya ingin sebatas ikut sayembara ini saja. Setelah kami berlima ngobrol - ngobrol, menghabiskan waktu bersama (ceilaah..) akhirnya muncul mimpi itu. Kita harus masuk final 5 besar! kita harus ke Jakarta!!! saat itu, tingkat kesemangatan kami meningkat 57 point.

Kalau boleh cerita, yah perjuangan kita memang cukup keren, di saat yang lain tidur, kita begadang di kontrakan Ariga buat ngerjain sayembara itu. Berapa malam kami menginap di kontrakan Ariga atau di rumah Tony untuk membabat habis sayembara itu. Kadang ada yang kelelahan sehingga paginya bolos kuliah (biasanya si Asfi, hehee..). Setiap kita kumpul pasti banyak kejadian-kejadian yang bener-bener diinget, kadang bikin ketawa kalo inget-inget.

Berawal dari cari lokasi perencanaan. Dari Gajahmungkur sampai Pedurungan, muter-muter, nyasar-nyasar di jalan yang sempit. Dan akhirnya, berbekal androidnya Dewi, kita menemukan Taman Sekar Jagad di Perumahan Tlogosari, Pedurungan. Ketika survey di sana, kita seperti orang asing, banyak anak-anak yang ngeliatin, dan ada bapak-bapak yang suka nanya-nanyain. Tapi alhamdulillah tdiak ada yang mengahmbat.

Pernah waktu kita ngerjain, hujan-hujan kita turun ke Semarang bawah buat nginep ke rumah Tony lewat Sigarbencah. Itu adalah jalan yang paling aku takutin selama di Semarang. Jadi jalannya itu menurun, berkelak kelok, gelap, dan banyak banget jalan yang rusak. Dan aku pernah kecelakaan yang cukup membuatku trauma turun ke Sigarbencah lagi. Namun sekali lagi ini dalam proses meraih mimpi, aku malam-malam, hujan, gelap, aku terabas Sigarbencah itu. Alhamdulillah, kami semua selamat sampai rumah Tony, walaupun kemaleman karena kami nyasar ngikutin Ariga, hehee..

Dan pernah juga di suatu malam hanya ada kita berempat, Ariga, Aku, Asfi dan Tony, kebetulan Dewi sedang berhalangan. Aku dan Asfi kelaparan malam itu, yah karena aku dan Asfi sama-sama belum makan malam. Ariga yang sangat keras kepala nggak mau nemenin kita beli makan, Tony yang ternyata sedang sibuk ngerjain tugas kuliah dia, akhirnya kita berdua keluar malam-malam cari makanan. Percaya atau tidak, itu jam 12 malam! Bayangkan jam 12 malam gadis cantik keluar berdua doang cari sesuap nasi untuk sekedar mengganjal perut. Dan ternyata tukang jualan makanan di dekat rumah Tony sudah pada tutup semua. Akhirnya kita jalan lebih jauh lagi. Sampai kita parno banget sumpah katika ada bapak - bapak yang ngikutin kita terus dari belakang, tapi alhamdulillah ternyata bukan apa-apa, hehee..

Karena kita bingung makan apa, kita memutuskna untuk makan pop mie di Indomaret depan Java Mall. Lagi-lagi disitu ada orang aneh dan misterius yang ngeliatin kita makan. Kita parno lagi tuh. Eh tapi ternyata dia lagi jemput temannya, hehee.. alhamdulillah.. Dan yang paling menjengkelkan, ketika kita pulang, Ariga tidur!

Satu lagi kejadian yang unforgetable, ketika aku jatuh dari motor ketika pulang dari rumah Tony. Jatuhnya itu nggak banget sih sebenernya, haha.. jadi intinya karena ngikutin Ariga, aku jatuh hehee..

Pokoknya banyak banget kejadian yang menemani perjuangan kita meraih mimpi ke Jakarta.
Yah, aku merasa perjuangan ini adalah perjuangan yang menyenangkan, seru, walaupun lelah, tapi itu membuat kita ada artinya hidup di dunia yang penuh perjuangan ini.

Tidur di lantai seperti pada gambar di atas mungkin salah satu cara kita menikmati perjuangan itu. Keluar dari zona nyaman, mungkin saat itu yang lain tidur nyenyak di atas kasur empuk, namun kita, di lantai, alhamdulillah masih ada bantal, hehee.. Lihat foto Asfi di atas, tidur dengan bantal di atas laptop, di samping kabel-kabel, makanan sisa amunisi buat melek, dan sebagainya..

Ketika kita mimpi ke Jakarta, kita berjanji bakalan lebih banyak berdoa pada Allah, minta doa restu orang tua, solat tahajud. Itu bagian dari usaha dan perjuangan, kawan! Berusaha tak cukup, berdoa yang melengkapinya.

Hingga suatu sore, entahlah aku juga lupa tanggal berapa, kita buka pengumuman finalis sayembara Ruang Kreatif Hijau itu di koperasi kampus. Lagi-lagi berbekal android Dewi, kita buka pengumuman. Dewi yang pertama kali melihatnya, "Ada nama kita..."

Di koperasi, kita berteriak, antara percaya dan tidak, senang sekali waktu itu, sampai kita keluar koperasi dan belum membayar makanan yang kita makan. Dewi lari ke kantin untuk meminjam laptop teman agar lebih jelas melihat pengumuman. Aku dan Asfi menyusul namun tak sampai menggapai Dewi, kita duduk lesehan di parkiran, sambil ketawa penuh syukur dan aku ingat apa yang aku ucapkan ke Asfi, "Fi, kita ke Jakarta..."

Satu mimpi kami terwujud, ke Jakarta.

Ingat lagu Laskar Pelangi, "mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan duniaa.."

Ya, mimpi adalah kunci. Kunci untuk membuka pintu mimpi menjaid kenyataan. Namun yang dibutuhkan tak hanya kunci, namun tangan yang menggerakkan kunci itu. Tangan itu adalah perjuangan dan doa. 
Selamat bermimpi, berjuang, berdoa untuk kita semua..


Akan ada lebih banyak cerita saat kita di Jakarta. Saat menemukan mimpi baru, perjuangan, hambatan dan sebagainya. To be continued...

Sabtu, 19 Januari 2013

Liburan

Diposting oleh Anonim di 08.14 0 komentar
Liburan. Liburan ini sejatinya bukan berarti kita libur selibur-liburnya, meliburkan diri dari berbagai macam aktivitas. Namun menurutku liburan adalah saatnya kita untuk mengisi berbagai aktivitas yang jarang atau mungkin tak sempat kita lakukan di rutinitas sehari-hari. Banyak mereka yang mengisi waktu liburannya di lokasi wisata, di kampung halaman. Atau banyak juga yang mengisinya di depan televisi, laptop untuk menonton film. Aku? samapi detik ini aku masih di tempat perantauan, Semarang. Tapi aku cukup bahagia dengan liburan ini. Aku bisa mencuci semua baju kotorku yang biasanya aku masukkan laundry. Aku bisa membaca buku-buku yang tertunda kubaca dan hanya berjajar agak rapi di rak bukuku. Aku bisa menonton film yang dari dulu aku copy dari temanku namun tak juga aku tonton. Aku bisa melihat berita di televisi dimana biasanya aku tak sempat sekadar menyentuh televisi itu. Dan aku bisa membuat berbagai macam kebaikan (insyaallah) untuk teman-teman yang kadang aku abaikan ketiak aku sudah berhadapan dengan tugas besar. Eits, aku lupa satu hal. Aku juga bisa menyentuh blog ini, menulisnya, menghias, membersihkan sarang laba-labanya, menghidupkannya kembali.

Pengembangan Industri Kecil dan Menengah melalui Pendekatan Klaster

Diposting oleh Anonim di 07.29 0 komentar

Di dalam tulisan ini penulis akan menyampaikan suatu opini bahwa perekonomian daerah dapat ditingkatkan dengan cara mengembangkan industri – industri kecil menengah (IKM) yang ada di daerah tersebut. Hal ini yang sekarang banyak dipikirkan oleh pemerintah daerah di Indonesia. Oleh karena itu munculah suatu konsep pengembangan potensi lokal melalui pendekatan klaster industri kecil menengah untuk dapat mencapai tujuan tersebut.
Menurut BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), klaster industri merupakan kelompok usaha spesifik yang dihubungkan oleh jaringan mata rantai proses penciptaan / peningkatan nilai tambah, baik melalui hubungan bisnis maupun non bisnis. Adanya pengembangan klaster industri, merupakan solusi yang dinilai paling efektif dalam pengembangan ekonomi lokal suatu daerah. Sebab dengan pengembangan klaster industri, berarti mengembangkan industri yang bersifat luas (broad base) dan terfokus (spesialisasi) pada jenis-jenis produk yang berpeluang memiliki daya saing internasional yang tinggi di pasar domestik dan global. Sehingga daerah tersebut memiliki daya saing tersendiri terhadap daerah lain. (BPPT)
Sektor industri kecil dan menengah dinilai dapat meningkatkan perekonomian daerah sejak tahun 1970-an dimana muncul krisis ekonomi di Indonesia ini. Krisis ekonomi yang muncul menjadikan efek yang buruk bagi perekonomian di Indonesia, khususnya industri besar. Namun hal itu tidak berpengaruh pada industri kecil menengah, dimana IKM tersebut justru mengalami peningkatan. Oleh karena itu peluang tersebut muncul untuk meningkatkan produktifitas IKM untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Indonesia ini memiliki industri kecil menengah yang jumlahnya banyak, sesuai dengan data dari BPS bahwa industri kecil menengah mendominasi struktur industri di Indonesia. Sehingga jika dikembangkan secara intensif dan berkelanjutan, cepat atau lambat hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Industri kecil menengah ini merupakan industri berbasis masyarakat, artinya diproduksi dan dikelola oleh masyarakat, maka hasil yang akan diperoleh pun berdampak langsung pada masyarakat. Jika di setiap daerah IKM dikembangkan secara baik, maka tak ayal perekonomian masyarakat meningkat, yang akhirnya pendapatan daerah pun meningkat. Alferd Marshall juga telah melihat potensi klater industri yang di dalamnya terdapat IKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Oleh karena itu, pemerintah mengusulkan konsep untuk mengembangkan industri kecil menengah tersebut, salah satunya melalui klaster industri ini. Klaster digunakan karena sebagian besar IKM tersebut cenderung mengelompok di dalam wilayah tertentu. Ada berbagai macam jenis klaster industri khususnya di Jawa Tengah seperti klaster batik di Pekalongan, klaster ukiran kayu di Jepara, klaster industri knalpot di Purbalingga, klaster industri meubel di Blora dan sebagainya.
Klaster tidak hanya ada pengelompokan industri – industri tersebut, tapi harus ada keterkaitan. Yaitu keterkaitan antara industri inti dengan industri terkait, industri pemasok, industri pendukung, dan pembeli, yang kesemuanya didukung oleh institusi pendukung. Namun tidak semua klaster dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Di sinilah yang terkadang membuat klaster industri kecil di Indonesia kurang berkembang, yaitu karena kurangnya koordinasi antar industri dan kurangnya pelibatan pemerintah dalam pengembangan klaster. Pemerintah cenderung lepas tangan. setelah menciptakan klaster - klaster industri, pemerintah kurang mengontrol keberjalanan industri ini.  Selain itu kurangnya inovasi juga berpengaruh pada tidak optimalnya klaster, sehingga klaster yang telah terbentuk kurang bersaing di pasar. Misalnya yang sering terjadi yaitu barang produksi lokal tergerus oleh adanya barang-barang dari luar.
Sehingga, agar pengembangan klaster dapat optimal, diharuskan peran dari berbagai pihak. Pemerintah perlu mendorong adanya teknologi baru sebagai inovasi di dalam industri kecil menengah tersebut, agar proses produksi pun dapat meningkat baik secara kuantitas dan kualitas, sehingga dapat bersaing di pasar baik nasional maupun internasional. Sedangkan yang kini ada di lapangan bahwa hasil produksi klaster kurang bersaing di pasar, namun justru saling bersaing antar industri di dalam suatu klaster tersebut. Hal ini contohnya seperti pada klaster batik Pekalongan atau klaster Cibaduyut. Sehingga diperlukan pemahaman kembali kepada setiap aktor yang terlibat dalam klaster agar bekerja bersama-sama tanpa saling menjatuhkan. Dengan demikian tercipta suatu klaster IKM yang produktif, dapat bersaing di pasar nasional dan internasional tanpa saling menjatuhkan satu sama lain. Jika hal demikian bisa terjadi maka klaster IKM dapat berkembang, sehingga masyarakat yang terlibat langsung pun ikut merasakan dampaknya. Sehingga jika setiap daerah menerapkan pendekatan semacam ini, maka seluruh daerah bisa jadi mengalami peningkatan perekonomian.
Dengan demikian, jelaslah sudah bahwa perekonomian suatu daerah dapat mengalami peningkatan melalui cara mengembangkan kembali klaster – klaster industri kecil dan menengah. Dengan catatan, perlu pelibatan banyak aktor yang fokus menjalankan pengembangan IKM tersebut.

Nur Ratna Mukti
Tugas MKP Pengembangan Lokal

The Final Presentation

Diposting oleh Anonim di 07.10 0 komentar
Okay, now I will continue my story to all of you, I'm sorry make all of you waiting (maybe :p)..
Ini adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya. Di sini aku ceritakan bagaimana tim kami melakukan presentasi final.
Presentasi ini dilakukan di ruang rapat di Hotel Millenium Sirih Jakarta. Tak hanya kami di sini. Ada 4 tim lain yang berjuang bersama kami, lawan yang tangguh bisa dibilang, tapi mereka kawan baru kami yang baik. Mereka adalah tim dari UGM, ITS, ITB dan UB (Universitas Brawijaya). Jelas bahwa ini bukan hanya perjuangan kami satu tim (Aku, Tony, Ariga, Asfi dan Dewi). Tapi ini bisa dibilang pertarungan antara universitas. Dan kami berlima membawa almamater besar Universitas Diponegoro. Hal yang berat memang. Memang banyak dukungan, namun banyak pula tekanan.
But, it's okay. everything will be fine.
Dari tim kawan memang sangat kreatif dalam mendesain ruang terbuka mereka. Misalnya, dari ITB mereka membuat ruang terbuka di atas sungai di Bandung, mereka menamakannya Flying Space. ITS juga keren, mereka membuat ruang terbuka hijau di tengah-tengah kawasan pemukiman padat penduduk dengan cara penghijauan di dindng-dindingnya, dan mereka beri nama Green Wall. Untuk UGM yang mereka ternyata mahasiswa S2 membuat runag terbuka di tepi Pantai, pokoknya unik-unik. Sedangkan kami yang cukup puas dengan usaha kami tapi ternyata di sini mungkin tampaknya biasa saja, hahahaa.. tapi kami dengan Taman Tata Krama kami tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik, hasil usaha kami beberapa minggu.
Saat pengundian nomor urut presentasi, kami mendapatkan nomor urut 1. Entah, kami harus bahagia karena langsung lega atau kami harus sedih karena tak ada waktu untuk berlatih kembali (perlu diketahui, kami hanya latihan presentasi 1 kali saja). Tapi ya sudahlah, It's our turn!!
Setelah kami diskusikan sejak di Semarang, kami telah memutuskan aku dan Tony yang akan menjadi presentator dalam presentasi final ini. Kenapa aku dan Tony? yang jelas ini bukan hasil gambreng atau kocokan atau undian.. hehee.. Dari teman-teman memang mempercayaiku untuk berbicara, mungkin di kelas aku pun sering dipercayai atau mungkin kena ZONK untuk presentasi tugas. Lalu Tony dipilih karena di yang membuat desain dan siteplan, jadi paling tidak dia lebih mengerti daripada kami.
Untuk menghilangkan ketegangan, seperti biasa, kami berfoto saja sambil tetap berdoa untuk yang terbaik bagi kami :p


Foto ini diambil pada saat sebelum acara dimulai

Asfi, Tony dan Aku. Deg-degan sih, tapi kalau buat foto, tetep senyum dong! :p

Semua personel, dari 5 tim, dewan juri, serta panitia dari Ditjen Penataan Ruang

Tim UNDIP yang selalu eksis :p

Ini dia, waktu kami untuk presentasi mengenai konsep desain taman kami.
Aku sebagai presentatornya, Tony sebagai operator dan Ariga, Asfi dan Dewi yang akan membantu kami menjawab pertanyaan.

Sedikit tegang? iya sih..

Sayangnya waktu yang diberikan sangat singkat. Sehingga sangat disayangkan, tidak semua slide habis terpresentasikan.

Tidak hanya aku dan Tony di depan yang tegang, lihat deh, muka mereka juga serius.

Dan inilah 3 dari 5 juri dari berbagai macam bidang.


Mungkin inilah kenikmatan bagi orang yang maju pertama. Ya, setelah itu kami jadi memiliki waktu istirahat, bersantai, bermain dan yang pasti berfoto yang lama. hehee..

Di saat yang lain masih tegang dan sibuk dengan latihan dan persiapan presentasi, kami sudah asyik bersantai dengan kamera kami, hehehe

Ternyata cukup banyak obyek background untuk kami berfoto. Foto di atas salah satunya, kami berfoto dengan obyek restoran masakan Jepang, hehe

Sampai di kamar pun masih saja kami berfoto. Dari kelima tim kami, memang kami yang paling sering foto, sehingga banyak kawan yang mengatakan kami sebagai tim eksis, hahaa

Mungkin hari ini memang belum sepenuhnya kami lega. Karena belum ada pengumuman pemenang. Pemenang akan diumumkan esok hari, Minggu tanggal 11 November 2012 di Plaza Arsipel TMII yang sekaligus sebagai puncak Hari Tata Ruang. Jadi esoknya, kami semua digiring ke TMII. ternyata saat kami datang, di sana sudah cukup ramai. Kami disuguhkan dengan berbagai macam hiburan, mulai dari artis lokal milik Kementrian PU, artis ibukota yang kami tidak kenal, adalagi artis berdandan heboh yang katanya dari Republik Cinta Managemen, dan satu yang terheboh dan mungkin tidak ada yang tidak pernah dengar, Seventeen Band. Selain itu juga ada perlombaan anak-anak SD yaitu lomba debat yang temanya tentu berkaitan dengan Tata Ruang. Banyak juga di sana pameran-pameran terkait dengan tata ruang dan semacamnya. Pokoknya itu acara kita bangeeet! Plano bangeeet meen :D

Kemegahan panggung Festival Haritaru 2012 sebagai puncak acara Hari Tata Ruang


Maket di Stand Dinas Tata Ruang DKI Jakarta

Poster ini semaca poster tugas Studio hehee

Saat bosan, kami berjalan-jalan ke sekeliling Plaza Arsipel. Dan ini berada di kawasan Sulawesi Selatan

Saat yang ditunggu, pengumuman pemenang. Alhamdulillah, juara Harapan 1 adalah rezeki kami, yang terbaik dari Allah :) Juara 1 adalah ITS, juara 2 adalah UB, juara 3 adalah ITB, juara Harapan 1 adalah kami, dan juara Harapan 2 adalah UGM. Selamat!! :D

Saat pemberian hadiah. 

\
Yes! Finally.. usaha kami menghasilkan Juara Harapan 1. Tidak sesuai target mungkin, tapi ini yang terbaik, setimpal dengan usaha kami. Yah, paling tidak kami tidak perlu repot mengimplementasikan taman, walaupun sebenarnya ingin, hehheee.. Alhamdulillah. 




Minggu, 09 Desember 2012

Perjalanan Mimpi

Diposting oleh Anonim di 09.34 0 komentar
(cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya : Mimpi Butuh Perjuangan)


Perjalanan ke Jakarta itu mungkin perjalanan yang paling aku ingat. Karena perjalanan itu yang paling bersejarah bagiku. Mengapa? karena bagian itu adalah salah satu mimpiku. Naik pesawat. Sampai usiaku yang ke-19, aku belum pernah naik pesawat. Harap maklum sih ya, rumahku dekat dari Semarang, tak perlu  menyeberang lautan.

Dan akhirnya tanggal 10 November 2012 tepat di hari pahlawan, Allah mengahdiahkan ku mimpi itu. Naik pesawat. Boleh lah kalian tertawa menertawakan mimpiku itu. Tapi itulah aku, sesederhana itu, sampai naik pesawat pun ada di list mimpiku. Satu yang spesial di sini adalah pertama kalinya naik pesawat, tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis, karena semua biaya transportasi dan akomodasi telah ditanggung oleh panitia. Dan satu lagi yang menarik, sekalinya naik pesawat, pakenya Garuda Indonesia Airlines. Hehee..

Kalo nggak percaya nih tiketnya, hahaa..


SMG - CGK
Kode-kode kota lokasi Bandara yang artinya dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang ada di Cengkareng. Dulu aku sempat berfikir, SMG itu singkatan dari Semarang. Sedangkan CGK apa? kenapa tidak JKT atau TGR (Tangerang maksudnya) hehe.. Sempet berfikir juga, CGK itu Citi Great apa lah gitu, atau Center bla bla bla.. Tapi ternyata itu CENGKARENG hahaa.. Dan tahukah darimana aku mendapatkan jawabannya? Ketika aku iseng-iseng check in menggunakan forusquare, ada tulisa Cengkareng gitu, baru lah aku ngeh!

Haduh maaf ya, terserah sih pada mau bilang aku apa, katro, kampungan, kemseupay, ndeso, whatever. Ya memang kenyataannya begitu, hehee.. Anggap saja ini adalah suatu proses.

Yang membuat ku menarik, transportasi udara memiliki jadwal yang teratur dan disiplin. Sudah sangat jelas, bahkan tertulis di tiketnya, kalau batas check in jam segini, pesawat mulai terbang jam segini, sampai di kota tujuan jam segini. Dan siapapun yang telat ditinggal. Bayangkan jika angkutan darat seperti angkot, bis, yang ada di Indonesia memiliki sistem manajemen seperti ini. Lebih teratur. Kita tak usah lama menunggu angkot sampai setengah jam, karena kita telah memiliki jadwal kapan angkot itu datang di halte. dan kita dapat memprediksi jam berapa kita sampai di tujuan. Beda dengan angkot sekarang yang waktu tempuh itu tergantung supirnya. Kalau masih muda ya cepet, kalo udah tua  ya lama. Begitu kan?
Tapi aku yakin, suatu saat akan ada sistem tersebut yang diterapkan di Indonesia. Ini tugas kita, planner! :)

Semua orang pun jelas nggak ingin ketinggalan pesawat. Kita juga. Closing check in itu jam 05.30. Aku berangkat jam 04.00 dari Tembalang. Selesai sholat shubuh aku langsung memesan taxi dan meluncur. Wah pertama kali ke Bandara A. Yani apa yang aku pikirkan? Biasa aja. Hehe, peace. Yah, aku merasa ini seperti terminal, hanya lebih besar dan sedikit lebih bagus. 

45 menit perjalanan. Sangat singkat. Tapi menarik, aku bisa melihat kota dari atas langsung. Biasanya aku melihatnya dari foto citra, foto udara, kini aku melihat langsung, melihat pemukiman-pemukiman, sawah, dan lautan dengan perahu-perahu. Di dalam pesawat pun disediakan hiburan. Di depan kursi kita terdapat layar kecil yang kita dapat melihat berbagai macam video, film, lagu dari situ. 

Sesampainya di Jakarta, aku aktifkan lagi handphone ku. Banyak SMS dan whatsapp yang masuk. Menanyakan berangkat jam berapa, sudah sampai apa belum, dan banyak pula yang mendoakan kita juara. yang pertama kali aku balas adalah sms dari ibuku yang menanyakan, "Pesawatnya udah berangkat?" aku membalas, "Sudah sampai bu.." Ibuku membalas lagi, "Sudah sampai mana? Jakarta? cepet banget.." :)

tapi sayang banget nih, nggak ada moment yang aku jepret selama perjalanan ini. padahal kan bisa buat pamer lagi ya, hahaaa.. :D

Soekarno Hatta International Airport. Jauh jauh lebih besar dari A.Yani. Jelas, ini di ibukota! Selain lebih besar, juga lebih banyak orang dari berbagai suku ras budaya, kulit hitam, putih, coklat, rambut hitam, coklat, merah, putih, hidung mancung, pesek dan sebagainya. Intinya ini bandara rame deh!! hehee..

Akhirnya kita naik taxi menuju ke Hotel yang telah disebutkan panitia, Millenium Hotel Sirih Jakarta. Dan kami juga terkagum ketiak pertama kali melihatnya dari jendela taxi. Aku ingat Tony berkata padaku, "Wuih nung, lihat deh hotelnya keren!" wow, memang keren. Berhubung aku juga tidak menjepret hotel tersebut dari luar, aku kasih foto hasil searching aja yah, hehee...



Taraaa.. keren nggak tuh. Bintang 4 meen! 15 lantai meen.. dan kamar kita ada di lantai 10! Nih aku tunjukin juga bentuk kamarnya.. :)


Dengan AC yang dingin, kasur empuk, TV dengan banyak channel, air hangat, dan fasilitas yang lengkap banget, kita hari itu benar-benar dimanjakan. It's so different with kos-kosan kita! hahaa.. :D
Dan yang aku suka, kita dapat melihat kota Jakarta dari atas! dan tampak pemandangan-pemandangan khas Jakarta, gedung - gedung tinggi, macet, pemukiman padat...

Ini diambil di pagi hari. Masih sepi coy! tuh liat, skyline dar gedung-gedung tingginya keliatan jelas.

Millenium Hotel terletak di perempatan nih. Masih pagi jadi juga maish sepi jalanannya..

Jakarta di malam hari. Untung hotel kita tidak terletak di pusat kemacetan, jadi nggak terlalu bising :)


Gedung-gedung tinggi dan pemukiman padat

Di Jakarta, bukan kita dibangunkan oleh ayam berkokok, tapi kita dibangunkan oleh suara mesin dan klakson kendaraan bermotor. Oh Jakarta... Ibukota Indonesia..

Hotel Bintang 4 ini memang bisa dibilang mewah banget. Apalagi untuk ukuran aku yang anak kampung, hihi.. Menurutku ini adalah suatu kenikmatan dunia, semuanya di sini sudah tersedia, kita tinggal menggunakannya, tanpa harus membayarnya. Udah kayak orang kaya, orang prnting gitu deh :D

Awalnya sejak aku baru datang ke Hotel Millenium ini, kita sempat bingung. Soalnya dari panitia pun tidak ada yang menyambut, hehe. jadilah kita kayak orang ilang di Hotel mewah ini. Akhirnya kita duduk deh di cafe lounge di dekat lobby. Tiba-tiba ada pelayan yang menawarkan minum. Ups, padahal kita nggak niat minum, hanya mau numpang duduk. Dengan sok - sokan kita minta daftar menu yang dibawa oleh pelayan tersebut. 

dan... Taraaaa!!!!



Itu cuma sebagian yang berhasil ditangkap kamera, masih ada lho yang harganya jutaan rupiah, biasanya semacam wine gitu. cuma minum doang ngeluarin duit segitu banyak yaah, ckckck.. orang kayaa.. orang kayaaa.. 

terus kita milih apa? Akhirnya kita bilang ke mbak pelayan yang ramah dan murah senyum itu, "Nggak jadi deh mbaak.." sambil muka polos lama-lama rata deh tuh muka gue. lihat ekspresi mbaknya juga luntur deh senyumnya. Akhirnya dia ambil balik daftar menu dan pergi, hehee.. maaf ya mbaa. budget kita segitu nggak cuma buat minum doang, hahaaa.. :D

Okey, itu tadi cerita baru sebagian kecil dari inti ceritaku. Ini baru cerita tentang perjalanan mimpi dan di hotel. Ntar gue lanjutin lagi tentang presentasi, kawan baru, dan cerita lainnya yaaa :D

Sabtu, 08 Desember 2012

Mimpi Butuh Perjuangan

Diposting oleh Anonim di 12.49 0 komentar

"Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..Keep our dreams alive, and we will survive.."


yup itu adalah salah satu quote yang terngiang-ngiang di  pikiranku setelah membaca buku 5 cm karya Donny Dhirgantoro. Sumpah ini buku menginspirasi banget buat gue!

dan satu lagi quote di buku 5 cm  :
“Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup...Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan,tetapi diperjuangkan.” 

Yah, mimpi itu butuh perjuangan.. gak cuma dimimpikan, ditulis, ditempe di dinding kamar, tapi perlu perjuangan! butuh kerja keras mencapainya. Dan ini yang menginspirasiku dalam meraih satu mimpiku. Memang beda, ketika kita bermimpi disertai usaha banting tulang, peras otak, banyak banget pengorbanannya, dibandingkan mimpi yang kita santai menggapainya. hasilnya beda!

Dan satu lagi quote di Buku Negeri 5 Menara :
"Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil."

Bersungguh-sungguh!! itu kuncinya sebenarnya. memang nggak semua mimpiku itu berhasil, terwujud, karena aku tau, aku kurang sungguh-sungguh, aku kurang berdoa, aku takut, perjuanganku sangat minim. itu!


---

Dan yang kini aku ceritakan adalah jelas tentang mimpi. mimpiku. tapi bukan hanya mimpiku, mimpi kita berlima. Aku, Ariga, Dewi, Asfi dan Tony. mahasiswa semester 5 jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Arsitektur yang berkolaborasi sebagai strategi untuk meraih mimpi memenangkan suatu sayembara. Sayembara Ruang Kreatif Hijau. Menurut kami sayembara ini keren, karena tingkat nasional, dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum. Kenapa aku bilang keren? karena ini salah satu instansi dimana aku ingin bekerja di dalamnya :)

Mimpi kita. 
Berawal dari kita berdua aku dan Dewi yang ingin sekali mengikuti sayembara yang baru siangnya kita diinformasikan dari dosen Perancangan Kota ku. Namun kita berdua termasuk salah dua orang mahasiswa yang tidak mendapatkan kelompok. Sebenarnya sayembara ini sangat singkron dengan tugas besar kami di semester 5 ini. Sehingga ada yang satu kelompok tugas besar itu yang mengajukan diri ikut sayembara tersebut. Atau adalagi mereka yang membuat kelompok sendiri. Sementara aku, kelompokku ternyata tidak mau aku ajak sayembara itu, begitu juga kelompok Dewi, dimana teman sekelompoknya membuat kelompok lain untuk mengikuti sayembara tersebut. Tinggallah kami berdua yang sangat ingin mengikuti sayembara tersebut, namun apa daya, kami tak ada partner. 

Dulu, ada salah satu teman yang mengajakku untuk bergabung di timnya. Tapi aku menolak. Bukan apa-apa, karena ada satu teman yang lain yang perkataannya membuatku tersinggung, yang intinya secara tersirat bilang kalo aku boleh ikut, asal titik titik gitu deh.. Dan itu yang membuatku menolak. 

Kita berdua, Aku dan Dewi yang memiliki mimpi, masih terkendala mencari teman kelompok. Karena kita tidak mungkin hanya berdua. Sebenarnya banyak teman-temanku yang ingin ikut sayembara itu, tapi menurutku mereka penakut (peace :p), mereka takut nggak sanggup, mereka takut mencoba, mereka takut tak siap mengambil resiko, mereka terlalu pesimis. Tapi kata-kata andalanku bahwa kita harus berani, berani mengambil resiko, berani mencoba, dan harus berani bekerja keras!!! in kesempatan bung! aku sudah terlampau sering melewatkan kesempatan - kesempatan dalam hidup, dan saat itu aku nggak mau melewatkannya lagi!!!

"Kita harus berani mencoba, apa salahnya sih mencoba, gak ada ruginya, toh sayembara itu juga gratis, dikirimnya via email, nggak ngeluarin uang, yang kita butuhkan hanya semangat, sungguh-sungguh, keberanian, keluar dari zona nyaman!! Yang kita butuhkan hanyalah kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.." 

Itu kata-kata super yang aku ucapkan kepada teman-temanku ketika mengajaknya ikut dalam sayembara ini. Tak banyak yang terpengaruh, namun akhirnya ada juga yang tertarik dan memutuskan untuk ikut, Ariga, Asfi dan Tony. Susah banget ngedapetin mereka, hehee..


Ini kami dari kiri ke kanan, ada Tony, Asfi, Ariga, Inung dan Dewi



Mimpi.
Dulu bahkan aku hanya ingin sebatas ikut sayembara ini saja. Setelah kami berlima ngobrol - ngobrol, menghabiskan waktu bersama (ceilaah..) akhirnya muncul mimpi itu. Kita harus masuk final 5 besar! kita harus ke Jakarta!!! saat itu, tingkat kesemangatan kami meningkat 57 point.

Kalau boleh cerita, yah perjuangan kita memang cukup keren, di saat yang lain tidur, kita begadang di kontrakan Ariga buat ngerjain sayembara itu. Berapa malam kami menginap di kontrakan Ariga atau di rumah Tony untuk membabat habis sayembara itu. Kadang ada yang kelelahan sehingga paginya bolos kuliah (biasanya si Asfi, hehee..). Setiap kita kumpul pasti banyak kejadian-kejadian yang bener-bener diinget, kadang bikin ketawa kalo inget-inget.

Berawal dari cari lokasi perencanaan. Dari Gajahmungkur sampai Pedurungan, muter-muter, nyasar-nyasar di jalan yang sempit. Dan akhirnya, berbekal androidnya Dewi, kita menemukan Taman Sekar Jagad di Perumahan Tlogosari, Pedurungan. Ketika survey di sana, kita seperti orang asing, banyak anak-anak yang ngeliatin, dan ada bapak-bapak yang suka nanya-nanyain. Tapi alhamdulillah tdiak ada yang mengahmbat.

Pernah waktu kita ngerjain, hujan-hujan kita turun ke Semarang bawah buat nginep ke rumah Tony lewat Sigarbencah. Itu adalah jalan yang paling aku takutin selama di Semarang. Jadi jalannya itu menurun, berkelak kelok, gelap, dan banyak banget jalan yang rusak. Dan aku pernah kecelakaan yang cukup membuatku trauma turun ke Sigarbencah lagi. Namun sekali lagi ini dalam proses meraih mimpi, aku malam-malam, hujan, gelap, aku terabas Sigarbencah itu. Alhamdulillah, kami semua selamat sampai rumah Tony, walaupun kemaleman karena kami nyasar ngikutin Ariga, hehee..

Dan pernah juga di suatu malam hanya ada kita berempat, Ariga, Aku, Asfi dan Tony, kebetulan Dewi sedang berhalangan. Aku dan Asfi kelaparan malam itu, yah karena aku dan Asfi sama-sama belum makan malam. Ariga yang sangat keras kepala nggak mau nemenin kita beli makan, Tony yang ternyata sedang sibuk ngerjain tugas kuliah dia, akhirnya kita berdua keluar malam-malam cari makanan. Percaya atau tidak, itu jam 12 malam! Bayangkan jam 12 malam gadis cantik keluar berdua doang cari sesuap nasi untuk sekedar mengganjal perut. Dan ternyata tukang jualan makanan di dekat rumah Tony sudah pada tutup semua. Akhirnya kita jalan lebih jauh lagi. Sampai kita parno banget sumpah katika ada bapak - bapak yang ngikutin kita terus dari belakang, tapi alhamdulillah ternyata bukan apa-apa, hehee..

Karena kita bingung makan apa, kita memutuskna untuk makan pop mie di Indomaret depan Java Mall. Lagi-lagi disitu ada orang aneh dan misterius yang ngeliatin kita makan. Kita parno lagi tuh. Eh tapi ternyata dia lagi jemput temannya, hehee.. alhamdulillah.. Dan yang paling menjengkelkan, ketika kita pulang, Ariga tidur!

Satu lagi kejadian yang unforgetable, ketika aku jatuh dari motor ketika pulang dari rumah Tony. Jatuhnya itu nggak banget sih sebenernya, haha.. jadi intinya karena ngikutin Ariga, aku jatuh hehee..

Pokoknya banyak banget kejadian yang menemani perjuangan kita meraih mimpi ke Jakarta.
Yah, aku merasa perjuangan ini adalah perjuangan yang menyenangkan, seru, walaupun lelah, tapi itu membuat kita ada artinya hidup di dunia yang penuh perjuangan ini.

Tidur di lantai seperti pada gambar di atas mungkin salah satu cara kita menikmati perjuangan itu. Keluar dari zona nyaman, mungkin saat itu yang lain tidur nyenyak di atas kasur empuk, namun kita, di lantai, alhamdulillah masih ada bantal, hehee.. Lihat foto Asfi di atas, tidur dengan bantal di atas laptop, di samping kabel-kabel, makanan sisa amunisi buat melek, dan sebagainya..

Ketika kita mimpi ke Jakarta, kita berjanji bakalan lebih banyak berdoa pada Allah, minta doa restu orang tua, solat tahajud. Itu bagian dari usaha dan perjuangan, kawan! Berusaha tak cukup, berdoa yang melengkapinya.

Hingga suatu sore, entahlah aku juga lupa tanggal berapa, kita buka pengumuman finalis sayembara Ruang Kreatif Hijau itu di koperasi kampus. Lagi-lagi berbekal android Dewi, kita buka pengumuman. Dewi yang pertama kali melihatnya, "Ada nama kita..."

Di koperasi, kita berteriak, antara percaya dan tidak, senang sekali waktu itu, sampai kita keluar koperasi dan belum membayar makanan yang kita makan. Dewi lari ke kantin untuk meminjam laptop teman agar lebih jelas melihat pengumuman. Aku dan Asfi menyusul namun tak sampai menggapai Dewi, kita duduk lesehan di parkiran, sambil ketawa penuh syukur dan aku ingat apa yang aku ucapkan ke Asfi, "Fi, kita ke Jakarta..."

Satu mimpi kami terwujud, ke Jakarta.

Ingat lagu Laskar Pelangi, "mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukan duniaa.."

Ya, mimpi adalah kunci. Kunci untuk membuka pintu mimpi menjaid kenyataan. Namun yang dibutuhkan tak hanya kunci, namun tangan yang menggerakkan kunci itu. Tangan itu adalah perjuangan dan doa. 
Selamat bermimpi, berjuang, berdoa untuk kita semua..


Akan ada lebih banyak cerita saat kita di Jakarta. Saat menemukan mimpi baru, perjuangan, hambatan dan sebagainya. To be continued...

 

live and life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea