Kamis, 09 Februari 2012

Raunganku

Diposting oleh nuratnamukti di 15.06
Ya Allah..
Aku tahu betapa buruknya aku,
Betapa kotor, hina, rapuhnya aku
Betapa kecil aku di mata-Mu
Betapa miskin, tak punya apa-apa,
Karena ini semua milik-Mu, titipan dari-Mu

Ya Allah..
Engkau pasti tahu
Bahwa yang aku punya hanyalah dosa
Dosa-dosaku kepada-Mu yang menjulang tinggi
Dosa kepada kedua orang tuaku, saudara-saudaraku, sahabat, tetangga
Yang tak dapat dihitung banyaknya

Ya Allah..
Kini Kau memberikan aku sebuah ujian
Berupa sakit ini ya Allah
Penyakit yang aku asing dengannya
Sakit yang membuatku menangis
Sakit yang selalu membuat ku berkecil hati
Sakit yang membuatku kerap menjerit
Merepotkan orang-orang di sekitarku
Membuat mereka mengurusiku yang sebenarnya sudah bisa mandiri
Sakit yang amat sakit rasanya

Ya Allah..
Dua tahun lalu Kau datangkan sakit itu
Selama itu aku hanya menangis
Meraung
Menjerit

Tapi mungkin aku terlalu sombong
Tahu bahwa sakit itu telah diambil
Mungkin aku terlalu sombong
Aku merasa sakit itu sudah hilang
Tapi ternyata,
Penyakit itu datang lagi

Dan kini aku menangis lagi
Air mataku menetes lagi
Hidungku sesenggukan
Baru kuingat lagi pada Kau
Betapa aku sombong melupakan penyakit yang pernah datang
Betapa aku mengira bahwa aku kan selalu sehat
Tapi Allah Maha Kuasa
Maha Berkehendak
Kini Ia menghendakiku untuk kembali merasakan ini
Mungkin Allah rindu pada tangisku setiap malam
Pada rintihanku menyebut nama-Nya ketika kambuh
Pada erangan Allah-ku yang kuteriakkan saat sakit luar biasa itu
Aku ingat, ketika sakit itu datang, bibirku bergetar menyebut nama-Mu
Berdzikir kepada-Mu
Bahkan dalam setiap nafasku kusebut nama-Mu
Mungkin Allah merindukan itu semua
Yang kini jarang kulakukan di saat aku sehat
Mungkin Allah merindukan itu semua
Sehingga mengembalikan penyakit itu lagi padaku
Allah.. Allah.. Allah..

Jika aku mengingat rasa sakit itu dulu
Jujur aku takut
Aku takut merasakan itu lagi
Aku takut aku tak kuat
Aku takut..
Bahkan tak jarang aku meminta mati
Ya, aku yang terlalu kesakitan
Meminta mati jika boleh

Tapi ketika aku ingat,
Apakah kamu sudah siap mati?
Apa kamu punya bekal yang cukup untuk menuju alam selajutnya?
Apa kamu sanggup mati sekarang?

Aku ingat, betapa aku tak punya apa-apa
Aku tak punya apa-apa yang dapat dijadikan bekalku nanti
Ilmu apa? Amalan apa?

Apakah urusanmu di dunia ini sudah kau selesaikan?
Apakah semua sudah beres sehingga kau nerani meminta mati?
Apakah orang-orang sudah merasa puas dengan pekerjaan mu di dunia ini?

Apa yang telah kau beri untuk orang-orang di sekitarmu?
Apa kau telah merasa cukup banyak memberi?
Sehingga kamu berani memnita mati??
Hahh???

Apa kontribusimu di dunia ini?
Apa yang sudah kamu berikan untuk keluargamu?
Untuk teman – temanmu, almamatermu?
Hah? Apa?
Apakah kamu sudah banyak memberi sehingga kamu berani mati?

Apa yang telah kau berikan untuk INDONESIAmu?
Dan yang paling penting,
Apa yang telah kau berikan untuk dakwah, untuk islam, untuk Allah??
Seberapa jauh kau berdakwah?
Menyerukan kebenaran?
Seberapa jauh pengorbananmu untuk islam?
Apakah semua yang lakukan di dunia ini sudah tertuju pada Allah?
Apa yang mau kau persembahkan kepada Allah??
Apakah kau mau menghadapnya dengan tangan kosong?
Ilmu yang menggantung?
Amal yang seadanya??
Hah? Iyaa?
Apakah kau mau mengahadapnya dengan pakaianmu yang kotor itu?
Apa yang kau lakukan di dunia ini cukup sebagai bekal????

Ya Allah..

Tidak..
Aku belum punya apa – apa Allah..
Aku belum punya bekal apa – apa..
Aku.. aku…

Urusanku di dunia ini belum selesai Allah..
Masih banyak yang harus kukerjakan Allah..
Masih banyak hutangku pada orang-orang di sekitarku
Belum sempat aku membalas budi orang tuaku..

Allah..
Jangan ambil nyawaku dulu..
Walau beberapa saat yang lalu aku meminta mati kepada-Mu..

Aku masih ingin bertemu Ramadhan..
Paling tidak tahun depan ya Allah..
Aku ingin mempersiapkan bekalku dulu
Menyelesaikan amanahku
Aku ingin berkontribusi untuk semua..
Berdakwah, berjihad..
Aku masih ingin berjuang di jalan-Mu
Menjunjung islam
Agama-Mu

Ya Allah.. izinkan aku..
Menghadapi sakit ini, menikmati sakit ini,
Melawannya..
Allah berikan aku kekuatan.. Allaaaah...












*jujur, aku menangis ketika mengetik kata demi kata ini

0 komentar:

Posting Komentar

Kamis, 09 Februari 2012

Raunganku

Diposting oleh nuratnamukti di 15.06
Ya Allah..
Aku tahu betapa buruknya aku,
Betapa kotor, hina, rapuhnya aku
Betapa kecil aku di mata-Mu
Betapa miskin, tak punya apa-apa,
Karena ini semua milik-Mu, titipan dari-Mu

Ya Allah..
Engkau pasti tahu
Bahwa yang aku punya hanyalah dosa
Dosa-dosaku kepada-Mu yang menjulang tinggi
Dosa kepada kedua orang tuaku, saudara-saudaraku, sahabat, tetangga
Yang tak dapat dihitung banyaknya

Ya Allah..
Kini Kau memberikan aku sebuah ujian
Berupa sakit ini ya Allah
Penyakit yang aku asing dengannya
Sakit yang membuatku menangis
Sakit yang selalu membuat ku berkecil hati
Sakit yang membuatku kerap menjerit
Merepotkan orang-orang di sekitarku
Membuat mereka mengurusiku yang sebenarnya sudah bisa mandiri
Sakit yang amat sakit rasanya

Ya Allah..
Dua tahun lalu Kau datangkan sakit itu
Selama itu aku hanya menangis
Meraung
Menjerit

Tapi mungkin aku terlalu sombong
Tahu bahwa sakit itu telah diambil
Mungkin aku terlalu sombong
Aku merasa sakit itu sudah hilang
Tapi ternyata,
Penyakit itu datang lagi

Dan kini aku menangis lagi
Air mataku menetes lagi
Hidungku sesenggukan
Baru kuingat lagi pada Kau
Betapa aku sombong melupakan penyakit yang pernah datang
Betapa aku mengira bahwa aku kan selalu sehat
Tapi Allah Maha Kuasa
Maha Berkehendak
Kini Ia menghendakiku untuk kembali merasakan ini
Mungkin Allah rindu pada tangisku setiap malam
Pada rintihanku menyebut nama-Nya ketika kambuh
Pada erangan Allah-ku yang kuteriakkan saat sakit luar biasa itu
Aku ingat, ketika sakit itu datang, bibirku bergetar menyebut nama-Mu
Berdzikir kepada-Mu
Bahkan dalam setiap nafasku kusebut nama-Mu
Mungkin Allah merindukan itu semua
Yang kini jarang kulakukan di saat aku sehat
Mungkin Allah merindukan itu semua
Sehingga mengembalikan penyakit itu lagi padaku
Allah.. Allah.. Allah..

Jika aku mengingat rasa sakit itu dulu
Jujur aku takut
Aku takut merasakan itu lagi
Aku takut aku tak kuat
Aku takut..
Bahkan tak jarang aku meminta mati
Ya, aku yang terlalu kesakitan
Meminta mati jika boleh

Tapi ketika aku ingat,
Apakah kamu sudah siap mati?
Apa kamu punya bekal yang cukup untuk menuju alam selajutnya?
Apa kamu sanggup mati sekarang?

Aku ingat, betapa aku tak punya apa-apa
Aku tak punya apa-apa yang dapat dijadikan bekalku nanti
Ilmu apa? Amalan apa?

Apakah urusanmu di dunia ini sudah kau selesaikan?
Apakah semua sudah beres sehingga kau nerani meminta mati?
Apakah orang-orang sudah merasa puas dengan pekerjaan mu di dunia ini?

Apa yang telah kau beri untuk orang-orang di sekitarmu?
Apa kau telah merasa cukup banyak memberi?
Sehingga kamu berani memnita mati??
Hahh???

Apa kontribusimu di dunia ini?
Apa yang sudah kamu berikan untuk keluargamu?
Untuk teman – temanmu, almamatermu?
Hah? Apa?
Apakah kamu sudah banyak memberi sehingga kamu berani mati?

Apa yang telah kau berikan untuk INDONESIAmu?
Dan yang paling penting,
Apa yang telah kau berikan untuk dakwah, untuk islam, untuk Allah??
Seberapa jauh kau berdakwah?
Menyerukan kebenaran?
Seberapa jauh pengorbananmu untuk islam?
Apakah semua yang lakukan di dunia ini sudah tertuju pada Allah?
Apa yang mau kau persembahkan kepada Allah??
Apakah kau mau menghadapnya dengan tangan kosong?
Ilmu yang menggantung?
Amal yang seadanya??
Hah? Iyaa?
Apakah kau mau mengahadapnya dengan pakaianmu yang kotor itu?
Apa yang kau lakukan di dunia ini cukup sebagai bekal????

Ya Allah..

Tidak..
Aku belum punya apa – apa Allah..
Aku belum punya bekal apa – apa..
Aku.. aku…

Urusanku di dunia ini belum selesai Allah..
Masih banyak yang harus kukerjakan Allah..
Masih banyak hutangku pada orang-orang di sekitarku
Belum sempat aku membalas budi orang tuaku..

Allah..
Jangan ambil nyawaku dulu..
Walau beberapa saat yang lalu aku meminta mati kepada-Mu..

Aku masih ingin bertemu Ramadhan..
Paling tidak tahun depan ya Allah..
Aku ingin mempersiapkan bekalku dulu
Menyelesaikan amanahku
Aku ingin berkontribusi untuk semua..
Berdakwah, berjihad..
Aku masih ingin berjuang di jalan-Mu
Menjunjung islam
Agama-Mu

Ya Allah.. izinkan aku..
Menghadapi sakit ini, menikmati sakit ini,
Melawannya..
Allah berikan aku kekuatan.. Allaaaah...












*jujur, aku menangis ketika mengetik kata demi kata ini

0 komentar on "Raunganku"

Posting Komentar

 

live and life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea