Rabu, 16 November 2011

unforgetable days in Ungaran

Diposting oleh Anonim di 16.59 0 komentar
jujur tiga hari yang lalu (11, 12, 13 November 2011) kereen banget nget.. gini, jd aku ikutan acara yang super kerren juga, namanya LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) tingkat dasar, setelah dulu waktu maba ada yang namanya LKMM pra dasar. nah, di situ kita dilatih bener - bener untuk jadi pemimpin. Dimulai dari kedisiplinan sampai materi - materi terkait kelembagaan. niatnya untuk kita bawa buat oleh - oleh ke lembaga kita. macem - macem, ada yang dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) masing - masing, dari BEM, Senat, dan biro - biro yang ada di Fakultasku tercinta, FSMM (Rohisnya fakultas lah = Forum Silaturahim Mahasiswa Muslim), PSMT (Paduan Suara Mahasiswa Teknik), FST (Forum Studi Teknik), PMK, PRMK, dan FKMI (Organisasi kerohanian).

Kita peserta --katanya siih-- taun depan atau dua tahun lagi bakalan jadi pemimpin di lembaga - lembaga tersebut. bisa jadi ketuan umum, atau kadep (Ketua Departemen). jadi jangan salah, orang - orang yang bergabung di situ = KEREN - KEREN BANGEEET. bukan orang sembarangan soalnya, orang terpilih lah..

oya, dilihat dari tempatnya pun udah keren banget. jadi kita punya tempat stay di Diklat P2PNFI (Program - program Pendidikan Non Formal dan Informal) punyak Dinas Pendidikan. nah, balai itu ternyata udah piala citra atau sertifikat ISO sekian (berapa lupa) karena kualitas balai tersebut dalam menjalankan program - programnya. pertama bingung juga ini paung apa di tengah gitu, jadi itu ternyata patung piala citra yang sudah didapatkan Balai Diklat tersebut. patungnya adalah sejumlah orang yang tangannya ke atas, membawa sebuah segitiga semacam piramide gitu lah.


nah, di acara itu, banyak banget materi - materi tentang kepemudaan, kemahasiswaan, kebangsaan, kelembagaan, dan sbg, yang nantinya bakal ku bahas di tiap postingan- postingan habis ini. buat foto, nyusul ye, soalnya kita kagak megang kamera kemaren (kan peserta, heehe)

FAST

Diposting oleh Anonim di 16.48 0 komentar

FST (Forum Studi Teknik) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro present :
FAST (FST Academic Super Training)


@Hutan Wisata Tinjomoyo
bayar 20.000 aja, dapetkan pengalaman yang berkesan, ilmu yang bermanfaat, jadi mahasiswa yang unggul di bidang akademis dan aktif di organisasi.. :)

Viva Palestina

Diposting oleh Anonim di 15.04 0 komentar


Coming Soon !!
Konser Amal untuk Palestina mengundang Justice Voice dan Shoutul Harakah.
4 Desember 2011
Hotel Horizon, Semarang

Penyelenggara :
KNRP dan JPRMI


DON'T MISS IT and be there yaa!!

Selasa, 04 Oktober 2011

teori Lokasi : Von Thunen

Diposting oleh Anonim di 21.05 0 komentar
Dasar – Dasar Teori Von Thunnen

Teori Von Thunen telah mulai dikenal sejak abad ke 19. Teori Von Thunen menjelaskan mengenai ekonomi keruangan (spatial economics), yang menghubungkan teori ekonomi keruangan dengan teori sewa (theory of rent) yang membuat model analisis dasar dari hubungan antara pasar, produksi, dan jarak.
Teorinya mencoba untuk menerangkan berbagai jenis pertanian dalam arti luas yang berkembang di sekeliling daerah perkotaan yang merupakan pasar komoditi pertanian tersebut. Berdasarkan pengamatan di daerah tempat tinggalnya, berbagai komoditas pertanian diusahakan menurut pola tertentu.
Ia berpendapat bahwa bila suatu laboratorium dapat diciptakan berdasarkan atas tujuh asumsi, maka daerah lokasi jenis pertanian yang berkembang akan mengikuti pola tertentu. Ketujuh asumsi tersebut adalah:
1.            Terdapat suatu daerah terpencil yang terdiri atas daerah perkotaan dengan daerah pedalamannya yang merupakan satu-satunya daerah pemasok kebutuhan pokok yang merupakan komoditi pertanian;
2.            Daerah perkotaan tersebut merupakan daerah penjumlahan kelebihan produksi daerah pedalaman dan tidak menerima penjualan hasil pertanian dari daerah lain;
3.            Daerah pedalaman tidak menjual kelebihan produksinya ke daerah lain, kecuali ke daerah perkotaan tersebut;
4.            Daerah pedalaman merupakan daerah berciri sama dan cocok untuk tanaman dan peternakan dataran menengah;
5.            Daerah pedalaman dihuni oleh petani yang berusaha untuk mempeoleh keuntungan maksimum dan mampu untuk menyesuaikan hasil tanaman dan peternakannya dengan peemintaan yang terdapat di daerah perkotaan;
6.            Satu-satunya angkutan yang terdapat pada waktu itu adalah angkutan darat berupa gerobak yang dihela oleh kuda;
7.            Biaya angkutan ditanggung oleh petani dan besarnya sebanding dengan jarak yang ditempuh. Petani mengangkut semua hasil dalam bentuk segar.
Dengan asumsi tersebut maka daerah lokasi berbagai jenis pertanian akan berkembang dalam bentuk lingkaran tidak beraturan yang mengelilingi daerah pertanian
Teori Von Thunnen dapat dimodifikasi dengan memasukkan unsur sungai yang mengalir melalui daerah perkotaan. Sungai ini memungkinkan pengangkutan dengan biaya yang lebih murah.
Keuntungan yang dicapai oleh petani dengan tiga variabel, yaitu harga penjualan, biaya produksi dan biaya angkutan. Rumus untuk mencari keuntungan :
K = N - (P + A), dengan keterangan :
K : Keuntungan
N : Imbalan yang diterima petani, dihitung atas dasar satuan tertentu
P : Biaya produksi dihitung atas dasar sama dengan N
A : Biaya angkutan
Walaupun teori lokasi Von Thunnen sudah terdapat banyak perubahan bagitu banyak, seperti dikembangkan oelh Greenhut, namun teori ini tetap merupakan pelopor dalam perkembangan teori lokasi.

Teori Lokasi

Diposting oleh Anonim di 21.02 0 komentar
Pengertian Teori Lokasi
Teori lokasi pada awalnya dikembangkan oleh Von Thunnen pada awal abad ke-19. Teori ini merupakan suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara yang konsisten dan logis.
Menurut Tarigan, teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. Tarigan berpendapat, terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya. Tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut. Sehingga, teori lokasi mempelajari pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Von Thunnen mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Dengan memerhatikan jarak tempuh antara daerah produksi dan pasar, pola tsb memasukkan variabel keawetan, berat dan harga dari berbagai komoditas pertanian. Selain Von Thunnen, tokoh – tokoh yang mengemukakan teori lokasi antara lain Wilhem Lounhart yang menunjukkan bagaiman amengoptimalkan lokasi dengan menyederhanakan hanya dua sumber material dan satu pasar yang disajikan dalam bentuk locational triangle. Selain itu ada juga Teori Christaller yang menjelaskan bagaimana susunan dari besaran kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu wilayah.

Ruang Lingkup atau Cakupan Analisis Lokasi dan Pola Ruang
  • lahan pertanian dan guna lahan kota à von Thunen dan teori turunannya. Von Thunen berpendapat bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari suatu tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah
  • lokasi industri à pendekatan deterministik Weberian dan pendekatan perilaku
  • tempat pusat à Christaller dan teori turunannya. Adanya peran dan fungsi wilayah pusat terhadap daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktifitas tentunya disesuaikan dengan karakteristik penduduknya.
  • alokasi lokasi à bagaimana mengalokasikan fasilitas kota agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat namun dengan biaya yang minimal.
  • interaksi keruangan à hubungan antarlokasi dan kegiatan


Rabu, 16 November 2011

unforgetable days in Ungaran

Diposting oleh Anonim di 16.59 0 komentar
jujur tiga hari yang lalu (11, 12, 13 November 2011) kereen banget nget.. gini, jd aku ikutan acara yang super kerren juga, namanya LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) tingkat dasar, setelah dulu waktu maba ada yang namanya LKMM pra dasar. nah, di situ kita dilatih bener - bener untuk jadi pemimpin. Dimulai dari kedisiplinan sampai materi - materi terkait kelembagaan. niatnya untuk kita bawa buat oleh - oleh ke lembaga kita. macem - macem, ada yang dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) masing - masing, dari BEM, Senat, dan biro - biro yang ada di Fakultasku tercinta, FSMM (Rohisnya fakultas lah = Forum Silaturahim Mahasiswa Muslim), PSMT (Paduan Suara Mahasiswa Teknik), FST (Forum Studi Teknik), PMK, PRMK, dan FKMI (Organisasi kerohanian).

Kita peserta --katanya siih-- taun depan atau dua tahun lagi bakalan jadi pemimpin di lembaga - lembaga tersebut. bisa jadi ketuan umum, atau kadep (Ketua Departemen). jadi jangan salah, orang - orang yang bergabung di situ = KEREN - KEREN BANGEEET. bukan orang sembarangan soalnya, orang terpilih lah..

oya, dilihat dari tempatnya pun udah keren banget. jadi kita punya tempat stay di Diklat P2PNFI (Program - program Pendidikan Non Formal dan Informal) punyak Dinas Pendidikan. nah, balai itu ternyata udah piala citra atau sertifikat ISO sekian (berapa lupa) karena kualitas balai tersebut dalam menjalankan program - programnya. pertama bingung juga ini paung apa di tengah gitu, jadi itu ternyata patung piala citra yang sudah didapatkan Balai Diklat tersebut. patungnya adalah sejumlah orang yang tangannya ke atas, membawa sebuah segitiga semacam piramide gitu lah.


nah, di acara itu, banyak banget materi - materi tentang kepemudaan, kemahasiswaan, kebangsaan, kelembagaan, dan sbg, yang nantinya bakal ku bahas di tiap postingan- postingan habis ini. buat foto, nyusul ye, soalnya kita kagak megang kamera kemaren (kan peserta, heehe)

FAST

Diposting oleh Anonim di 16.48 0 komentar

FST (Forum Studi Teknik) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro present :
FAST (FST Academic Super Training)


@Hutan Wisata Tinjomoyo
bayar 20.000 aja, dapetkan pengalaman yang berkesan, ilmu yang bermanfaat, jadi mahasiswa yang unggul di bidang akademis dan aktif di organisasi.. :)

Viva Palestina

Diposting oleh Anonim di 15.04 0 komentar


Coming Soon !!
Konser Amal untuk Palestina mengundang Justice Voice dan Shoutul Harakah.
4 Desember 2011
Hotel Horizon, Semarang

Penyelenggara :
KNRP dan JPRMI


DON'T MISS IT and be there yaa!!

Selasa, 04 Oktober 2011

teori Lokasi : Von Thunen

Diposting oleh Anonim di 21.05 0 komentar
Dasar – Dasar Teori Von Thunnen

Teori Von Thunen telah mulai dikenal sejak abad ke 19. Teori Von Thunen menjelaskan mengenai ekonomi keruangan (spatial economics), yang menghubungkan teori ekonomi keruangan dengan teori sewa (theory of rent) yang membuat model analisis dasar dari hubungan antara pasar, produksi, dan jarak.
Teorinya mencoba untuk menerangkan berbagai jenis pertanian dalam arti luas yang berkembang di sekeliling daerah perkotaan yang merupakan pasar komoditi pertanian tersebut. Berdasarkan pengamatan di daerah tempat tinggalnya, berbagai komoditas pertanian diusahakan menurut pola tertentu.
Ia berpendapat bahwa bila suatu laboratorium dapat diciptakan berdasarkan atas tujuh asumsi, maka daerah lokasi jenis pertanian yang berkembang akan mengikuti pola tertentu. Ketujuh asumsi tersebut adalah:
1.            Terdapat suatu daerah terpencil yang terdiri atas daerah perkotaan dengan daerah pedalamannya yang merupakan satu-satunya daerah pemasok kebutuhan pokok yang merupakan komoditi pertanian;
2.            Daerah perkotaan tersebut merupakan daerah penjumlahan kelebihan produksi daerah pedalaman dan tidak menerima penjualan hasil pertanian dari daerah lain;
3.            Daerah pedalaman tidak menjual kelebihan produksinya ke daerah lain, kecuali ke daerah perkotaan tersebut;
4.            Daerah pedalaman merupakan daerah berciri sama dan cocok untuk tanaman dan peternakan dataran menengah;
5.            Daerah pedalaman dihuni oleh petani yang berusaha untuk mempeoleh keuntungan maksimum dan mampu untuk menyesuaikan hasil tanaman dan peternakannya dengan peemintaan yang terdapat di daerah perkotaan;
6.            Satu-satunya angkutan yang terdapat pada waktu itu adalah angkutan darat berupa gerobak yang dihela oleh kuda;
7.            Biaya angkutan ditanggung oleh petani dan besarnya sebanding dengan jarak yang ditempuh. Petani mengangkut semua hasil dalam bentuk segar.
Dengan asumsi tersebut maka daerah lokasi berbagai jenis pertanian akan berkembang dalam bentuk lingkaran tidak beraturan yang mengelilingi daerah pertanian
Teori Von Thunnen dapat dimodifikasi dengan memasukkan unsur sungai yang mengalir melalui daerah perkotaan. Sungai ini memungkinkan pengangkutan dengan biaya yang lebih murah.
Keuntungan yang dicapai oleh petani dengan tiga variabel, yaitu harga penjualan, biaya produksi dan biaya angkutan. Rumus untuk mencari keuntungan :
K = N - (P + A), dengan keterangan :
K : Keuntungan
N : Imbalan yang diterima petani, dihitung atas dasar satuan tertentu
P : Biaya produksi dihitung atas dasar sama dengan N
A : Biaya angkutan
Walaupun teori lokasi Von Thunnen sudah terdapat banyak perubahan bagitu banyak, seperti dikembangkan oelh Greenhut, namun teori ini tetap merupakan pelopor dalam perkembangan teori lokasi.

Teori Lokasi

Diposting oleh Anonim di 21.02 0 komentar
Pengertian Teori Lokasi
Teori lokasi pada awalnya dikembangkan oleh Von Thunnen pada awal abad ke-19. Teori ini merupakan suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara yang konsisten dan logis.
Menurut Tarigan, teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. Tarigan berpendapat, terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya. Tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut. Sehingga, teori lokasi mempelajari pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Von Thunnen mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Dengan memerhatikan jarak tempuh antara daerah produksi dan pasar, pola tsb memasukkan variabel keawetan, berat dan harga dari berbagai komoditas pertanian. Selain Von Thunnen, tokoh – tokoh yang mengemukakan teori lokasi antara lain Wilhem Lounhart yang menunjukkan bagaiman amengoptimalkan lokasi dengan menyederhanakan hanya dua sumber material dan satu pasar yang disajikan dalam bentuk locational triangle. Selain itu ada juga Teori Christaller yang menjelaskan bagaimana susunan dari besaran kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu wilayah.

Ruang Lingkup atau Cakupan Analisis Lokasi dan Pola Ruang
  • lahan pertanian dan guna lahan kota à von Thunen dan teori turunannya. Von Thunen berpendapat bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari suatu tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah
  • lokasi industri à pendekatan deterministik Weberian dan pendekatan perilaku
  • tempat pusat à Christaller dan teori turunannya. Adanya peran dan fungsi wilayah pusat terhadap daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktifitas tentunya disesuaikan dengan karakteristik penduduknya.
  • alokasi lokasi à bagaimana mengalokasikan fasilitas kota agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat namun dengan biaya yang minimal.
  • interaksi keruangan à hubungan antarlokasi dan kegiatan


 

live and life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea