Kamis, 05 April 2012

Analisis Deskriptif

Diposting oleh Anonim di 00.18 0 komentar

1.        Definisi dan Konsep dari Analisis Deskriptif
Statistika deskriptif adalah bagian dari statistika yang mempelajari alat, teknik, atau prosedur yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan kumpulan data atau hasil pengamatan yang telah dilakukan. Kegiatan – kegiatan tersebut antara lain adalah kegiatan pengumpulan data, pengelompokkan data, penentuan nilai dan fungsi statistik, serta pembuatan grafik, diagram dan gambar.
Statistika deskriptif ini merupakan metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan, peringkasan, dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna dan juga menatanya ke dalam bentuk yang siap untuk dianalisis. Dengan kata lain, statistika deskriptif ini merupakan fase yang membicarakan mengenai penjabaran dan penggambaran termasuk penyajian data. Dalam fase ini dibahas mengenai ukuran-ukuran statistik seperti ukuran pusat, ukuran sebaran, dan ukuran lokasi dari persebaran / distribusi data.
Adapun analisis statistika deskriptif ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran (deskripsi) mengenai suatu data agar data yang tersaji menjadi mudah dipahami dan informatif bagiorang yang membacanya. Statistika deskriptif menjelaskan berbagai karakteristik data seperti rata-rata (mean), jumlah (sum) simpangan baku (standard deviation), varians (variance), rentang (range), nilai minimum dan maximum dan sebagainya.
Analisis deskriptif ini terdiri dari Frequencies, Descriptive, Explore, Crosstabs dan Ratio. Analisis – analisis tersebut sudah ada pada opsion menu – menu dalam software pengolahan data statistik yang sering digunakan. Salah satu program olah data yang sering digunakan adalah SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). SPSS merupakan program aplikasi computer untuk menganalisis data yang digunakan pada berbagai disiplin ilmu, terutama untuk analisis statistika. SPSS untuk menganalisis serta menampilkan angka-angka hasil perhitungan statistik, grafik, tabel dengan berbagai model, baik variabel tunggal atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lain.
Perlu juga diketahui, bahwa menurut skala data, dapat dibagi menjadi empat yaitu :
a.       Data Nominal
Adalah data yang hanya bentuk pengkodean, maksudnya adalah angka yang ada hanyalah sebagai symbol saja. Tidak memiliki tingkatan atau hierarki. Jadi nilai 1, 2 dan seterusnya memiliki nilai yang sama dan setara. Data nominal tidak bisa dioperasikan secara matematik.
b.      Data Ordinal
Adalah data yang hampir sama dengan data nominal, namun bedanya adalah angka – angka pada data memiliki hierarki atau tingkatan – tingkatan.
c.       Data Interval
Adalah data yang memiliki range atau jarak dalam kelompok nilai dalam interval tertentu. Nol tidak memiliki nilai yang mutlak, atau nol yang tertera bukan merupakan nol yang sesungguhnya.
d.      Data Ratio
Adalah data yang memiliki nilai yang sesungguhnya. Dapat dioperasikan secara matematik dan memiliki nilai nol yang sesungguhnya.

Dari empat data tersebut, dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu data kualitatif yang meiputi data interval dan ratio. Serta data kuantitatif yang meliputi data nominal dan data ordinal.

2.       Kegunaan Analisis Statistika Deskriptif dalam Perencanaan, Terutama dalam Perencanaan Wilayah dan Kota
Analisis data statistika deskriptif banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu. Begitu juga dengan bidang ilmu perencanaan wilayah dan kota. Untuk merencanakan suatu wilayah atau kota, memerlukan data – data yang lengkap dan akurat, agar perencanaan itu nantinya dapat diimplementasikan dengan baik dan tepat sasaran. Apalagi, perencanaan yang merupakan problem based, harapannya dapat mengatasi permasalaahan yang ada di wilayah atau kota tersebut. Sehingga agar tujuan perencanaan dapat tercapai, data – data harus diolah dengan baik menjadi informasi yang mendukung.
Contoh penerapannya adalah untuk menganalisis data – data statistika hasil penelitian lapangan atau survey, digunakan untuk menganalisis permasalahan perencanaan wilayah dan koya seperti masalah kependudukan, yang meiputi jumlah kepala keluarga dalam suatu wilayah, rata – rata penghasilan penduduk, atau jumlah fasilitas – fasilitas umum di suatu kota, dan sebagainya.

3.       Data dan Jenis Data yang Dibutuhkan
Data merupakan hal yang paling penting untuk menganalisis permasalahan perencanaan wilayah dan kota. Jadi data yang diambil haruslah dari sumber yang terpercaya, terbaru dan akurat. Dalam SPSS, tipe – tipe data terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu numeric, comma, dot, scientific notation, date, dollar, custom currency, dan string. Tiap – tiap data tersebut memiliki fungsinya masing – masing. Sebagai contoh, numeric merupakan data yang berbentuk angka – angka, berbeda dengan string yang merupakan data dengan jenis huruf.
Berikut ini adalah contoh data yang akan diolah khususnya dalam bidang kependudukan :

Tabel Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga
di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
No
Nama
Usia
Gender
Profesi
Penghasilan
1
ASNA   
23
Perempuan
PNS
3000000
2
FITA   
24
Laki - laki
Petani
1000000
3
YOYO   
21
Laki - laki
Pegawai Swasta
4000000
4
LUKI   
20
Laki - laki
PNS
5000000
5
YUYUN  
28
Perempuan
Pedagang
3000000
6
FIO    
29
Perempuan
Petani
1000000
7
RAFI   
29
Laki – laki
Pegawai Swasta
2000000
8
KOKO   
25
Laki – laki
PNS
3000000
9
BUDI   
25
Laki – laki
Pegawai Swasta
5000000
10
SETIO  
22
Laki – laki
Petani
2000000
11
DODO   
23
Laki – laki
Petani
1000000
12
HANI   
23
Perempuan
PNS
2000000
13
FARHAN 
24
Laki – laki
PNS
1000000
14
IRA    
29
Perempuan
Pegawai Swasta
2000000
15
ISMA   
27
Perempuan
PNS
5000000
16
TINA   
26
Perempuan
Pegawai Swasta
6000000
17
LISA   
27
Perempuan
Petani
5000000
18
RICO   
20
Laki – laki
PNS
2000000
19
DENI   
21
Laki – laki
Pedagang
7000000
20
UJANG  
20
Laki - laki
PNS
2000000

Data – data kependudukan di atas, agar menjadi informasi yang lebih membantu dalam perencanaan, maka perlu dilakukan analisis data. Pada hal ini, analisis yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif menggunakan software SPSS. Berikut ini adalah tahapan – tahapan dalam menggunakan software SPSS.

4.      Tahapan analisis
Di sini, akan dijelaskan dua analisis, yaitu descriptive dan frequencies.
A.      Descriptives
Analisis deskriptif menggunakan software SPSS dapat dilakukan dengan menggunakan tahapan – tahapan berikut ini :
1.        Membuka program SPSS. Caranya yaitu dengan klik start – all programs – SPPS for windows. Atau dapat juga dengan double klik shortcut SPSS pada desktop PC.
2.       Setelah itu akan muncul kotak dialog awal. Untuk membuat data file baru, maka klik tombol cancel. Sehingga muncul tampilan kotak kerja SPSS yang siap digunakan.
3.       Pada tampilan kerja SPSS, terdapat dua sheet, yaitu data view dan variable view. Untuk pertama, pilih variable view, lalu masukkan data – data yang akan diolah. Perlu diperhatikan juga mengenai kategori jenis data.
-          Pada data nama, type data adalah string, karena nanti inputnya berupa huruf.
-          Pada data lainnya, yaitu , jenis datanya merupakan data numeric, karena datanya berupa angka – angka.
-          Untuk label, diketik label atau keterangan singkat dari data pada kolom ‘name’. Sebagai contoh, nama, labelnya nama penduduk. Gaji, labelnya adalah penghasilan penduduk tiap bulan, dan sebagainya menyesuaiakan data pada kolom ‘name’.
-          Lalu, yang perlu diperhatikan adalah kolom ‘values’ pada data gender dan pekerjaan. Gender kita golongkan menjadi 2 nilai. Nilai 1 untuk laki – laki, dan nilai 2 untuk perempuan. Begitu juga dengan pekerjaan, kita dapat mengklasifikasikan menjadi 4 klasifikasi. Yaitu 1 untuk PNS, 2 untuk Pegawai Swasta, 3 untuk Petani, dan 4 untuk pedagang.
-          Sehingga data akan yang diisi pada data view hanyalah angka – angka saja, kecuali data pada kolom ‘nama’.
4.      Setelah itu, klik sheet data view. Lalu isilah kolom – kolom data. Mulai dari nama, usia, gender, profesi dan gaji. Sesuai dengan data pada tabel sebelumnya.
5.       Setelah semua data telah dimasukkan, maka data – data dalam tabel tersebut siap dianalisis. Untuk analisis deskriptif, klik menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistic, dan pilih descriptive.
6.      Lalu beri tanda cek (√) pada option yang akan menjadi keluaran (output). Misalnya mean, sum, std deviation, minimum, maximum, dan variable list.
7.       Setelah itu, klik continue, dan klik OK.

B.      Frequencies
Analisis frequencies ini untuk mengetahui besaran frekuensi data. Tahapan – tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1.        Klik menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistic, dan pilih Frequencies.
2.       Lalu muncul kotak dialog. Kita pilih data – data mana saja yang akan dianalisis frekuensi.
3.       Lalu, klik statistic, lalu cek pada pilihan – pilihan statistic frekuensi untuk memntukan perhitungan – perhitungan yang ingin diperlihatkan di output atau keluaran. Klik continue. Lalu selanjutnya klik pada tombol charts dan format. Sama seperti statistic, beri tanda cek pada pilihan – pilihan yang akan muncul pada output atau keluaran.
4.      Setelah semua selesai, klik OK. Maka akan muncul output.

5.       Penjelasan dari output analisis yang dilakukan
A.      Output Descriptive
Pada output descriptive muncul sebagai berikut :
Descriptive Statistics

N
Minimum
Maximum
Sum
Mean
Std. Deviation
USIA PENDUDUK
20
20.00
29.00
486.00
24.3000
3.13050
PEKERJAAN
20
1.00
4.00
41.00
2.0500
1.05006
GAJI TIAP BULAN
20
1,000,000
7,000,000
62,000,000
3,100,000.00
1,832,455.930
Valid N (listwise)
20





Dari output berikut, dapat diketahui nilai minimum, nilai maksimum, jumlah keseluruhan tiap variabel, rata – rata tiap variabel dan standar deviasinya. Sebagai contoh, dari 20 penduduk yang didata, rata – rata penghasilannya adalah 3.100.000. Usia penduduk termuda dari yang didata adalah 20 tahun, dan tertua adalah 29 tahun.

B.      Output Frequencies
Pada output frequencies, muncul tampilan sebagai berikut :
Statistics


USIA PENDUDUK
JENIS KELAMIN
PEKERJAAN
GAJI TIAP BULAN
N
Valid
20
20
20
20
Missing
0
0
0
0
Mean
24.3000
1.4500
2.0500
3,100,000.00
Median
24.0000
1.0000
2.0000
2,500,000.00
Mode
20.00a
1.00
1.00
2,000,000
Std. Deviation
3.13050
.51042
1.05006
1,832,455.930
Skewness
.148
.218
.498
.635
Std. Error of Skewness
.512
.512
.512
.512
Minimum
20.00
1.00
1.00
1,000,000
Sum
486.00
29.00
41.00
62,000,000
Percentiles
25
21.2500
1.0000
1.0000
2,000,000.00
50
24.0000
1.0000
2.0000
2,500,000.00
75
27.0000
2.0000
3.0000
5,000,000.00
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown



Tampilan di atas adalah output dari analisis frequencies, bagian statistic. Jadi data di atas, hampir sama seperti analisis descriptive yang meliputi mean, median, modus, sum, dan lain sebagainya.
Sedangkan data di bawah ini adalah data frequensi tiap variabel. Yaitu frekuensi usia penduduk, frekuensi jenis kelamin, pekerjaan, dan gaji tiap bulan. Tabel – tabel di bawah ini mendeskripsikan seberapa banyak frekuensi tiap variabel. Baik dalam jumlah sesungguhnya, maupun persentase. Untuk lebih jelasnya pada tabel di bawah ini.

USIA PENDUDUK


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
20
3
15.0
15.0
15.0
21
2
10.0
10.0
25.0
22
1
5.0
5.0
30.0
23
3
15.0
15.0
45.0
24
2
10.0
10.0
55.0
25
2
10.0
10.0
65.0
26
1
5.0
5.0
70.0
27
2
10.0
10.0
80.0
28
1
5.0
5.0
85.0
29
3
15.0
15.0
100.0
Total
20
100.0
100.0



JENIS KELAMIN


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
LAKI LAKI
11
55.0
55.0
55.0
PEREMPUAN
9
45.0
45.0
100.0
Total
20
100.0
100.0



PEKERJAAN


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
PNS
8
40.0
40.0
40.0
PEGAWAI SWASTA
5
25.0
25.0
65.0
PETANI
5
25.0
25.0
90.0
PEDAGANG
2
10.0
10.0
100.0
Total
20
100.0
100.0



GAJI TIAP BULAN


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
1000000
4
20.0
20.0
20.0
2000000
6
30.0
30.0
50.0
3000000
3
15.0
15.0
65.0
4000000
1
5.0
5.0
70.0
5000000
4
20.0
20.0
90.0
6000000
1
5.0
5.0
95.0
7000000
1
5.0
5.0
100.0
Total
20
100.0
100.0


Sedangkan tampilan di bawah ini merupakan hasil keluaran dari analisis frequencies bagian charts. Chart tersebut menampilkan data frekuensi tiap variable dalam bentuk bagan agar lebih informatif. Di bawah ini adalah salah satu contoh chart yang menggambarkan frekuensi penghasilan penduduk yang telah didata.















Dari grafik di atas, dapat diketahui bahwa dari 20 orang yang didata, sebagian besar penghasilannya adalah 2.000.000. Hal ini pun demikian dapat dilihat dari grafik – grafik untuk variabel lain, seperti jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan gender.
Jadi sebenarnya, untuk analisa frequensi ini (khususnya frequencies dan charts), menampilkan informasi yang sama, hanya tampilannya yang berbeda. Jika frequencies berbentuk tabel, maka charts bentuknya diagram (batang, pie, dan lainnya).

Rabu, 04 April 2012

Analisis Crosstab

Diposting oleh Anonim di 23.40 4 komentar


1.        Definisi dan Konsep dari Analisis Crosstab
Analisis crosstab adalah suatu metode analisis berbentuk tabel, dimana menampilkan tabulasi silang atau tabel kontingensi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengetahui apakah ada korelasi atau hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Singkatnya, analisis crosstab merupakan metode untuk mentabulasikan beberapa variabel yang berbeda ke dalam suatu matriks. Tabel yang dianalisis di sini adalah hubungan antara variabel dalam baris dengan variabel dalam kolom.
Crosstabs (Tabulasi Silang) merupakan metode untuk mentabulasikan beberapa variabel yang berbeda ke dalam suatu matriks.  Hasil tabulasi silang disajikan ke dalam suatu tabel dengan variabel yang tersusun sebagai kolom dan baris. Crosstabs ini mudah dipahami karena menyilangkan dua variabel dalam satu tabel.
Crosstabs dilihat dari beberapa metode uji yang digunakan yaitu berupa
·         uji chi-squre test untuk mengetahui hubungan antara baris dan kolom
·         uji directional measures untuk mengetahui kesetaraan antar hubungan variabel.
·         Uji tatistic measures untuk mengetahui hubungan setara berdasarkan chi-square.
·         Uji contingency tatistict untuk mengetahui koefisien kontingensi korelasi antar dua variabel.
·         Uji lambda Berfungsi merefleksikan reduksi pada error bilamana value-value dari suatu variabel digunakan untuk memprediksi value-value dari variabel lain.
·         Uji Phi dan Cramer’s V: Untuk menghitung koefisien phi dan varian cramer.
·         Uji Goodman dan Kruskal tau Digunakan untuk membandingkan probabilitas error dari dua situasi.
Uji hipotesis yang dilakukan adalah :
Ho = tidak ada hubungan antara baris dan kolom
H1 = ada hubungan antara baris dan kolom

2.       Kegunaan Analisis Crosstab dalam Perencanaan
Secara umum, dalam analisis crosstab variabel-variabel dipaparkan dalam satu tabel dan berguna untuk :
a.    Menganalisis hubungan-hubungan antar variabel yang terjadi.
b.   Melihat bagaimana kedua atau beberapa variabel berhubungan.
c.    Mengatur data untuk keperluan analisis tatistic.
d.   Untuk mengadakan kontrol terhadap variabel tertentu sehingga dapat dianalisis ada tidaknya hubungan.
Analisis crosstab ini juga diperlukan dalam hal perencanaan wilayah dan kota. Yaitu secara umum adalah untuk mengetahui hubungan sebab – akibat dari suatu peristiwa yang terjadi. Misalnya untuk mencari apakah berpengaruh atau tidak suatu kepadatan penduduk dengan jumlah sarana atau prasarana yang ada di suatu kota. Untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh tersebut, dapat digunakan analisis crosstab (tabulasi silang). Atau untuk menganalisis masalah kependudukan. Sebagai contoh, pendapatan masyarakat dengan kecenderungan masyarakat tersebut berbelanja, dan sebagainya.

3.       Data dan Jenis Data yang Dibutuhkan
Berikut adalah data yang akan diangkat sebagai contoh kasus dalam analisis crosstab. Yaitu data mengenai kepadatan penduduk kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di kecamatan tersebut pada tahun 2010. Jadi di sini, akan dicari keterkaitan antara kepadatan penduduk, apakah akan berpengaruh pada jumlah fasilitas kesehatan yang ada di daerah tersebut. Fasilitas kesehatan yang akan diambil sebagai contoh kasus adalah jumlah puskesmas dan apotek.

Tabel Kepadatan Penduduk dan Jumlah Fasilitas Kesehatan
di Kabupaten Banjarnegara Tehun 2010
Kecamatan
Kepadatan
Jumlah Puskesmas
Jumlah Apotek
Susukan           
Tidak Padat
2
1
Klampok           
Padat
2
5
Mandiraja         
Cukup Padat
2
4
Purwonegoro        
Cukup Padat
2
3
Bawang            
Cukup Padat
2
3
Banjarnegara        
Padat
2
11
Pagedongan        
Tidak Padat
1
0
Sigaluh           
Cukup Padat
2
1
Madukara          
Cukup Padat
2
1
Banjarmang        
Cukup Padat
2
1
Wanadadi          
Cukup Padat
2
2
Rakit             
Padat
2
1
Punggelan         
Padat
2
1
Karangkobar        
Padat
1
1
Pagentan          
Cukup Padat
2
0
Pejawaran         
Tidak Padat
1
0
Batur             
Cukup Padat
2
1
Wanayasa          
Tidak Padat
2
0
Kalibening        
Tidak Padat
1
1
Pandanarum        
Tidak Padat
1
0

Data – data di atas agar menjadi informasi yang dapat membantu perencanaan ke depannya, maka diperlukan analisis data sesuai dengan kebutuhan. Di sini, akan dicari keterkaitan antara kepadatan penduduk dengan jumlah fasilitas, sehingga analisis yang digunakan adalah analisis crosstab. Berikut adalah tahapan – tahapan analisis crosstab.

4.      Tahapan Analisis
1.        Membuka program SPSS
Klik start g SPSS for windows
2.       Isi variabel pada lembar kerja variable view
3.       Masukkan data ke dalam data view sesuai dengan data yang telah tersedia yang akan dianalisis.
4.      Klik analyze, lalu descriptive statistic, selanjutnya pilih crosstabs.
5.       Pilih variabel yang akan dianalisis. Kelompokkan dalam kotak row dan kotak column. Perbedaan antara kotak row dan kotak column adalah isi dari data tersebut. Data yang dimasukkan dalam row adalah data yang varibelnya sebagai penyebab, dan column yang variabelnya sebagai akibat. Jadi, misalnya kepadatan penduduk diletakkan dalam row, dan jumlah fasilitas kesehatan (puskesmas dan apotek) dikategorikan dalam column.
6.      Setelah itu klik statistic, lalu beri tanda cek untuk opsion yang akan keluar pada output. Pilih chi-square, alu pada nominal, pilih semua (Contingensy coefficient, Phi and Cramer’s V, Lambda, an Uncertainty coefficient) klik continue, lalu OK.
7.       Klik OK, sehingga muncul output hasil analisis

8.      Penjelasan dari Output yang Dilakukan
Pada output akan dihasilkan keluaran dari apa yang kita pilih untuk analisis. sehingga muncul beberapa kotak. Dari setiap tabel dapat ditarik kesimpulannya masing – masing sesuai dengan jenis analisisnya.
Setelah itu kemudian dilakukan pengembilan keputusan. Pengembilan keputusan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
  1. Berdasarkan perbandingan nilai Chi Square (X2) dengan nilai X2 pada tabel, yaitu dengan kategori sebagai berikut :
Jika nilai Chi Square hitung lebih dari nilai Chi Square tabel maka Ho diterima, yang berarti tidak ada hubungan antara dua variabel yang diteliti.
Jika nilai Chi Square hitung lebih kecil dari nilai Chi Square tabel maka H0 ditolak atau dengan kata lain berarti ada hubungan antara dua variabel yang diteliti.
  1. Berdasarkan nilai probabilitas dengan kategori sebagai berikut :
Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima
Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak.

demonstrasi?

Diposting oleh Anonim di 23.27 0 komentar
Demonstrasi dalam kamus bahasa Indonesia ada dua makna, yaitu pernyataan protes yang dikemukakan secara massal atau unjuk rasa, yang kedua adalah peragaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau kelompok, misalnya demo masak, dan sebagainya. Oke, saat ini saya lebih membahas demo pada pengertian yang pertama. Yup, betul karena saya sama sekali tidak bisa memasak #gaknyambung
Aksi atau demonstrasi memang bukanlah satu-satunya jalan, bukan solusi. Tapi menyuarakan aspirasi rakyat adalah keharusan kita sebagai mahasiswa perantara antara masyarakat dengan pemerintah. Ada juga pendapat yang mengemukakan bahwa ada cara yang lebih elegan, yaitu dengan menulis. Yup, sepakat! menulis dalam suatu surat kabar berisi kritikan - kritikan atau masukan  - masukan untuk pemerintah merupakan hal yang cerdas. Namun, apakah tulisan tersebut dapat sesuai tepat sasaran obyek tulisan kita? Apakah presiden misalnya, sempat membaca keluh kesah kita sebagai masyarakat tertindas? #lebaydikit
Ya, mungkin dengan demokrasi itulah kita dapat langsung berhadapan dan berbicara dengan birokrasi atau wakil rakyat di DPR.. 
Akhir Maret 2012 kemarin meungkin saat - saat ramainya aksi demonstrasi di setiap kota. Mulai dari buruh, sampai mahasiswa, dari mahasiswa yang suka rusuh, maupun yang damai - damai saja, semua turun ke jalanan. Semua menyuarakan aspirasinya, satu suara, satu komando. MENOLAK KENAIKAN BBM!!

Depan kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah saat itu terlihat ramai. Yup, ada aksi aliansi gerakan di Semarang menolak kenaikan BBM. And you know? i'm one of them! Yup, aku ikut aksi, bersama puluhan mahasiswa lain, yang peduli terhadap bangsa ini. Aku ikut aksi bukan sekedar ikut-ikutan. tapi malu, malu tidak ikut berkontribusi, mau tidak menyuarakan aspirasi, malu bila tidak peduli.
Dengan jaket merah, aku turun ke jalan, ke Jalan Pahlawan, depan kantor gubernur dan DPRD Jawa Tengah. Satu suara, tolak kenaikan BBM. Ya, benar, mungkin memang dengan demonstrasi, kita bisa secara langsung berkomunikasi dengan yang katanya wakil kita, wakil rakyat, dari berbagai fraksi. Mereka berbicara kepada kami, untuk mempertimbangkan penundaan kenaikan BBM. "Kita minta tolak kenaikan BBM pak, bukan menunda!" sahut demonstran di depanku. Dan kini, sampai detik ini, alhamdulillah kenaikan BBM ditunda. Namun demikian, aliran demonstran tidak berhenti, bukan penundaan yang diminta masyarakat, tapi penolakan..

Demonstrasi mungkin memang bukan solusi, namun inspirasi. Aku memang bukan tipe mahasiswa yang rajin demonstrasi, namun aku peduli.

Salam perjuangan! mulut kami tak akan bungkam dalam menyuarakan jeritan hati rakyat.. 


Sabtu, 11 Februari 2012

Peluang Menulis Nih

Diposting oleh Anonim di 13.40 0 komentar
Deadline: 22 Februari 2012 
Syarat dan Ketentuan:
1.     Terbuka untuk  umum dan anggota Writing Revolution.
2.     Tema: “HANGAT DEKAPAN CINTA IBU”. 
3.     Merupakan kisah nyata yang ditulis dengan gaya bercerita (narasi) yang mengalir dan indah (boleh memasukan dialog). Berisi tentang kerinduan kenangan-kenangan indah bersama ibu, momentum paling berkesan, dan hangatnya kasih sayangnya.
4.     Setiap peserta hanya boleh mengikutkan 1 tulisan.
5.     Panjang tulisan dengan judul maksimal 750 kata atau 3 halaman spasi 2 (ganda), jenis huruf Times New Roman ukuran 12. 
6.      Tulis biodata di bagian akhir tulisan maksimal 100 kata.
7.     Tulisan dikirim dalam LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:Antologi_WR@yahoo.co.id
8.     Tulis di judul email: Event WR Publishing: JUDUL TULISAN-Nama Penulis.
9.     Sebarkan informasi ini sebanyak-banyaknya di FB dan Blog kamu.
10.    Koordinator: Rurin Kurniati.
Penghargaan:
§  Lima tulisan terpilih mendapatkan beasiswa SMCO (Sekolah Menulis Cerpen Online) Writing Revolution.
§  50 tulisan terpilih akan dibukukan yang diterbitkan oleh WR Publishing yang akan dipasarkan ke toko buku besar di seluruh Indonesia.
§  50% royalti buku ini untuk para penulis, 40% akan disumbangkan kepada para wanita lansia di sejumlah panti jompo, sedangkan 10% lainnya untuk beasiswa menulis di Writing Revolution. Laporan penjualan buku akan diumumkan secara transfaran.

Sponsor
§  Sponsor  event  ini adalah: Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO).

Info SMCO lebih lengkap silakan klik di sini.
Selamat mencoba :) 

Kamis, 05 April 2012

Analisis Deskriptif

Diposting oleh Anonim di 00.18 0 komentar

1.        Definisi dan Konsep dari Analisis Deskriptif
Statistika deskriptif adalah bagian dari statistika yang mempelajari alat, teknik, atau prosedur yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan kumpulan data atau hasil pengamatan yang telah dilakukan. Kegiatan – kegiatan tersebut antara lain adalah kegiatan pengumpulan data, pengelompokkan data, penentuan nilai dan fungsi statistik, serta pembuatan grafik, diagram dan gambar.
Statistika deskriptif ini merupakan metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan, peringkasan, dan penyajian suatu data sehingga memberikan informasi yang berguna dan juga menatanya ke dalam bentuk yang siap untuk dianalisis. Dengan kata lain, statistika deskriptif ini merupakan fase yang membicarakan mengenai penjabaran dan penggambaran termasuk penyajian data. Dalam fase ini dibahas mengenai ukuran-ukuran statistik seperti ukuran pusat, ukuran sebaran, dan ukuran lokasi dari persebaran / distribusi data.
Adapun analisis statistika deskriptif ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran (deskripsi) mengenai suatu data agar data yang tersaji menjadi mudah dipahami dan informatif bagiorang yang membacanya. Statistika deskriptif menjelaskan berbagai karakteristik data seperti rata-rata (mean), jumlah (sum) simpangan baku (standard deviation), varians (variance), rentang (range), nilai minimum dan maximum dan sebagainya.
Analisis deskriptif ini terdiri dari Frequencies, Descriptive, Explore, Crosstabs dan Ratio. Analisis – analisis tersebut sudah ada pada opsion menu – menu dalam software pengolahan data statistik yang sering digunakan. Salah satu program olah data yang sering digunakan adalah SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). SPSS merupakan program aplikasi computer untuk menganalisis data yang digunakan pada berbagai disiplin ilmu, terutama untuk analisis statistika. SPSS untuk menganalisis serta menampilkan angka-angka hasil perhitungan statistik, grafik, tabel dengan berbagai model, baik variabel tunggal atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lain.
Perlu juga diketahui, bahwa menurut skala data, dapat dibagi menjadi empat yaitu :
a.       Data Nominal
Adalah data yang hanya bentuk pengkodean, maksudnya adalah angka yang ada hanyalah sebagai symbol saja. Tidak memiliki tingkatan atau hierarki. Jadi nilai 1, 2 dan seterusnya memiliki nilai yang sama dan setara. Data nominal tidak bisa dioperasikan secara matematik.
b.      Data Ordinal
Adalah data yang hampir sama dengan data nominal, namun bedanya adalah angka – angka pada data memiliki hierarki atau tingkatan – tingkatan.
c.       Data Interval
Adalah data yang memiliki range atau jarak dalam kelompok nilai dalam interval tertentu. Nol tidak memiliki nilai yang mutlak, atau nol yang tertera bukan merupakan nol yang sesungguhnya.
d.      Data Ratio
Adalah data yang memiliki nilai yang sesungguhnya. Dapat dioperasikan secara matematik dan memiliki nilai nol yang sesungguhnya.

Dari empat data tersebut, dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu data kualitatif yang meiputi data interval dan ratio. Serta data kuantitatif yang meliputi data nominal dan data ordinal.

2.       Kegunaan Analisis Statistika Deskriptif dalam Perencanaan, Terutama dalam Perencanaan Wilayah dan Kota
Analisis data statistika deskriptif banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu. Begitu juga dengan bidang ilmu perencanaan wilayah dan kota. Untuk merencanakan suatu wilayah atau kota, memerlukan data – data yang lengkap dan akurat, agar perencanaan itu nantinya dapat diimplementasikan dengan baik dan tepat sasaran. Apalagi, perencanaan yang merupakan problem based, harapannya dapat mengatasi permasalaahan yang ada di wilayah atau kota tersebut. Sehingga agar tujuan perencanaan dapat tercapai, data – data harus diolah dengan baik menjadi informasi yang mendukung.
Contoh penerapannya adalah untuk menganalisis data – data statistika hasil penelitian lapangan atau survey, digunakan untuk menganalisis permasalahan perencanaan wilayah dan koya seperti masalah kependudukan, yang meiputi jumlah kepala keluarga dalam suatu wilayah, rata – rata penghasilan penduduk, atau jumlah fasilitas – fasilitas umum di suatu kota, dan sebagainya.

3.       Data dan Jenis Data yang Dibutuhkan
Data merupakan hal yang paling penting untuk menganalisis permasalahan perencanaan wilayah dan kota. Jadi data yang diambil haruslah dari sumber yang terpercaya, terbaru dan akurat. Dalam SPSS, tipe – tipe data terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu numeric, comma, dot, scientific notation, date, dollar, custom currency, dan string. Tiap – tiap data tersebut memiliki fungsinya masing – masing. Sebagai contoh, numeric merupakan data yang berbentuk angka – angka, berbeda dengan string yang merupakan data dengan jenis huruf.
Berikut ini adalah contoh data yang akan diolah khususnya dalam bidang kependudukan :

Tabel Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga
di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
No
Nama
Usia
Gender
Profesi
Penghasilan
1
ASNA   
23
Perempuan
PNS
3000000
2
FITA   
24
Laki - laki
Petani
1000000
3
YOYO   
21
Laki - laki
Pegawai Swasta
4000000
4
LUKI   
20
Laki - laki
PNS
5000000
5
YUYUN  
28
Perempuan
Pedagang
3000000
6
FIO    
29
Perempuan
Petani
1000000
7
RAFI   
29
Laki – laki
Pegawai Swasta
2000000
8
KOKO   
25
Laki – laki
PNS
3000000
9
BUDI   
25
Laki – laki
Pegawai Swasta
5000000
10
SETIO  
22
Laki – laki
Petani
2000000
11
DODO   
23
Laki – laki
Petani
1000000
12
HANI   
23
Perempuan
PNS
2000000
13
FARHAN 
24
Laki – laki
PNS
1000000
14
IRA    
29
Perempuan
Pegawai Swasta
2000000
15
ISMA   
27
Perempuan
PNS
5000000
16
TINA   
26
Perempuan
Pegawai Swasta
6000000
17
LISA   
27
Perempuan
Petani
5000000
18
RICO   
20
Laki – laki
PNS
2000000
19
DENI   
21
Laki – laki
Pedagang
7000000
20
UJANG  
20
Laki - laki
PNS
2000000

Data – data kependudukan di atas, agar menjadi informasi yang lebih membantu dalam perencanaan, maka perlu dilakukan analisis data. Pada hal ini, analisis yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif menggunakan software SPSS. Berikut ini adalah tahapan – tahapan dalam menggunakan software SPSS.

4.      Tahapan analisis
Di sini, akan dijelaskan dua analisis, yaitu descriptive dan frequencies.
A.      Descriptives
Analisis deskriptif menggunakan software SPSS dapat dilakukan dengan menggunakan tahapan – tahapan berikut ini :
1.        Membuka program SPSS. Caranya yaitu dengan klik start – all programs – SPPS for windows. Atau dapat juga dengan double klik shortcut SPSS pada desktop PC.
2.       Setelah itu akan muncul kotak dialog awal. Untuk membuat data file baru, maka klik tombol cancel. Sehingga muncul tampilan kotak kerja SPSS yang siap digunakan.
3.       Pada tampilan kerja SPSS, terdapat dua sheet, yaitu data view dan variable view. Untuk pertama, pilih variable view, lalu masukkan data – data yang akan diolah. Perlu diperhatikan juga mengenai kategori jenis data.
-          Pada data nama, type data adalah string, karena nanti inputnya berupa huruf.
-          Pada data lainnya, yaitu , jenis datanya merupakan data numeric, karena datanya berupa angka – angka.
-          Untuk label, diketik label atau keterangan singkat dari data pada kolom ‘name’. Sebagai contoh, nama, labelnya nama penduduk. Gaji, labelnya adalah penghasilan penduduk tiap bulan, dan sebagainya menyesuaiakan data pada kolom ‘name’.
-          Lalu, yang perlu diperhatikan adalah kolom ‘values’ pada data gender dan pekerjaan. Gender kita golongkan menjadi 2 nilai. Nilai 1 untuk laki – laki, dan nilai 2 untuk perempuan. Begitu juga dengan pekerjaan, kita dapat mengklasifikasikan menjadi 4 klasifikasi. Yaitu 1 untuk PNS, 2 untuk Pegawai Swasta, 3 untuk Petani, dan 4 untuk pedagang.
-          Sehingga data akan yang diisi pada data view hanyalah angka – angka saja, kecuali data pada kolom ‘nama’.
4.      Setelah itu, klik sheet data view. Lalu isilah kolom – kolom data. Mulai dari nama, usia, gender, profesi dan gaji. Sesuai dengan data pada tabel sebelumnya.
5.       Setelah semua data telah dimasukkan, maka data – data dalam tabel tersebut siap dianalisis. Untuk analisis deskriptif, klik menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistic, dan pilih descriptive.
6.      Lalu beri tanda cek (√) pada option yang akan menjadi keluaran (output). Misalnya mean, sum, std deviation, minimum, maximum, dan variable list.
7.       Setelah itu, klik continue, dan klik OK.

B.      Frequencies
Analisis frequencies ini untuk mengetahui besaran frekuensi data. Tahapan – tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1.        Klik menu Analyze, lalu pilih submenu Descriptive Statistic, dan pilih Frequencies.
2.       Lalu muncul kotak dialog. Kita pilih data – data mana saja yang akan dianalisis frekuensi.
3.       Lalu, klik statistic, lalu cek pada pilihan – pilihan statistic frekuensi untuk memntukan perhitungan – perhitungan yang ingin diperlihatkan di output atau keluaran. Klik continue. Lalu selanjutnya klik pada tombol charts dan format. Sama seperti statistic, beri tanda cek pada pilihan – pilihan yang akan muncul pada output atau keluaran.
4.      Setelah semua selesai, klik OK. Maka akan muncul output.

5.       Penjelasan dari output analisis yang dilakukan
A.      Output Descriptive
Pada output descriptive muncul sebagai berikut :
Descriptive Statistics

N
Minimum
Maximum
Sum
Mean
Std. Deviation
USIA PENDUDUK
20
20.00
29.00
486.00
24.3000
3.13050
PEKERJAAN
20
1.00
4.00
41.00
2.0500
1.05006
GAJI TIAP BULAN
20
1,000,000
7,000,000
62,000,000
3,100,000.00
1,832,455.930
Valid N (listwise)
20





Dari output berikut, dapat diketahui nilai minimum, nilai maksimum, jumlah keseluruhan tiap variabel, rata – rata tiap variabel dan standar deviasinya. Sebagai contoh, dari 20 penduduk yang didata, rata – rata penghasilannya adalah 3.100.000. Usia penduduk termuda dari yang didata adalah 20 tahun, dan tertua adalah 29 tahun.

B.      Output Frequencies
Pada output frequencies, muncul tampilan sebagai berikut :
Statistics


USIA PENDUDUK
JENIS KELAMIN
PEKERJAAN
GAJI TIAP BULAN
N
Valid
20
20
20
20
Missing
0
0
0
0
Mean
24.3000
1.4500
2.0500
3,100,000.00
Median
24.0000
1.0000
2.0000
2,500,000.00
Mode
20.00a
1.00
1.00
2,000,000
Std. Deviation
3.13050
.51042
1.05006
1,832,455.930
Skewness
.148
.218
.498
.635
Std. Error of Skewness
.512
.512
.512
.512
Minimum
20.00
1.00
1.00
1,000,000
Sum
486.00
29.00
41.00
62,000,000
Percentiles
25
21.2500
1.0000
1.0000
2,000,000.00
50
24.0000
1.0000
2.0000
2,500,000.00
75
27.0000
2.0000
3.0000
5,000,000.00
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown



Tampilan di atas adalah output dari analisis frequencies, bagian statistic. Jadi data di atas, hampir sama seperti analisis descriptive yang meliputi mean, median, modus, sum, dan lain sebagainya.
Sedangkan data di bawah ini adalah data frequensi tiap variabel. Yaitu frekuensi usia penduduk, frekuensi jenis kelamin, pekerjaan, dan gaji tiap bulan. Tabel – tabel di bawah ini mendeskripsikan seberapa banyak frekuensi tiap variabel. Baik dalam jumlah sesungguhnya, maupun persentase. Untuk lebih jelasnya pada tabel di bawah ini.

USIA PENDUDUK


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
20
3
15.0
15.0
15.0
21
2
10.0
10.0
25.0
22
1
5.0
5.0
30.0
23
3
15.0
15.0
45.0
24
2
10.0
10.0
55.0
25
2
10.0
10.0
65.0
26
1
5.0
5.0
70.0
27
2
10.0
10.0
80.0
28
1
5.0
5.0
85.0
29
3
15.0
15.0
100.0
Total
20
100.0
100.0



JENIS KELAMIN


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
LAKI LAKI
11
55.0
55.0
55.0
PEREMPUAN
9
45.0
45.0
100.0
Total
20
100.0
100.0



PEKERJAAN


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
PNS
8
40.0
40.0
40.0
PEGAWAI SWASTA
5
25.0
25.0
65.0
PETANI
5
25.0
25.0
90.0
PEDAGANG
2
10.0
10.0
100.0
Total
20
100.0
100.0



GAJI TIAP BULAN


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
1000000
4
20.0
20.0
20.0
2000000
6
30.0
30.0
50.0
3000000
3
15.0
15.0
65.0
4000000
1
5.0
5.0
70.0
5000000
4
20.0
20.0
90.0
6000000
1
5.0
5.0
95.0
7000000
1
5.0
5.0
100.0
Total
20
100.0
100.0


Sedangkan tampilan di bawah ini merupakan hasil keluaran dari analisis frequencies bagian charts. Chart tersebut menampilkan data frekuensi tiap variable dalam bentuk bagan agar lebih informatif. Di bawah ini adalah salah satu contoh chart yang menggambarkan frekuensi penghasilan penduduk yang telah didata.















Dari grafik di atas, dapat diketahui bahwa dari 20 orang yang didata, sebagian besar penghasilannya adalah 2.000.000. Hal ini pun demikian dapat dilihat dari grafik – grafik untuk variabel lain, seperti jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan gender.
Jadi sebenarnya, untuk analisa frequensi ini (khususnya frequencies dan charts), menampilkan informasi yang sama, hanya tampilannya yang berbeda. Jika frequencies berbentuk tabel, maka charts bentuknya diagram (batang, pie, dan lainnya).

Rabu, 04 April 2012

Analisis Crosstab

Diposting oleh Anonim di 23.40 4 komentar


1.        Definisi dan Konsep dari Analisis Crosstab
Analisis crosstab adalah suatu metode analisis berbentuk tabel, dimana menampilkan tabulasi silang atau tabel kontingensi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengetahui apakah ada korelasi atau hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Singkatnya, analisis crosstab merupakan metode untuk mentabulasikan beberapa variabel yang berbeda ke dalam suatu matriks. Tabel yang dianalisis di sini adalah hubungan antara variabel dalam baris dengan variabel dalam kolom.
Crosstabs (Tabulasi Silang) merupakan metode untuk mentabulasikan beberapa variabel yang berbeda ke dalam suatu matriks.  Hasil tabulasi silang disajikan ke dalam suatu tabel dengan variabel yang tersusun sebagai kolom dan baris. Crosstabs ini mudah dipahami karena menyilangkan dua variabel dalam satu tabel.
Crosstabs dilihat dari beberapa metode uji yang digunakan yaitu berupa
·         uji chi-squre test untuk mengetahui hubungan antara baris dan kolom
·         uji directional measures untuk mengetahui kesetaraan antar hubungan variabel.
·         Uji tatistic measures untuk mengetahui hubungan setara berdasarkan chi-square.
·         Uji contingency tatistict untuk mengetahui koefisien kontingensi korelasi antar dua variabel.
·         Uji lambda Berfungsi merefleksikan reduksi pada error bilamana value-value dari suatu variabel digunakan untuk memprediksi value-value dari variabel lain.
·         Uji Phi dan Cramer’s V: Untuk menghitung koefisien phi dan varian cramer.
·         Uji Goodman dan Kruskal tau Digunakan untuk membandingkan probabilitas error dari dua situasi.
Uji hipotesis yang dilakukan adalah :
Ho = tidak ada hubungan antara baris dan kolom
H1 = ada hubungan antara baris dan kolom

2.       Kegunaan Analisis Crosstab dalam Perencanaan
Secara umum, dalam analisis crosstab variabel-variabel dipaparkan dalam satu tabel dan berguna untuk :
a.    Menganalisis hubungan-hubungan antar variabel yang terjadi.
b.   Melihat bagaimana kedua atau beberapa variabel berhubungan.
c.    Mengatur data untuk keperluan analisis tatistic.
d.   Untuk mengadakan kontrol terhadap variabel tertentu sehingga dapat dianalisis ada tidaknya hubungan.
Analisis crosstab ini juga diperlukan dalam hal perencanaan wilayah dan kota. Yaitu secara umum adalah untuk mengetahui hubungan sebab – akibat dari suatu peristiwa yang terjadi. Misalnya untuk mencari apakah berpengaruh atau tidak suatu kepadatan penduduk dengan jumlah sarana atau prasarana yang ada di suatu kota. Untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh tersebut, dapat digunakan analisis crosstab (tabulasi silang). Atau untuk menganalisis masalah kependudukan. Sebagai contoh, pendapatan masyarakat dengan kecenderungan masyarakat tersebut berbelanja, dan sebagainya.

3.       Data dan Jenis Data yang Dibutuhkan
Berikut adalah data yang akan diangkat sebagai contoh kasus dalam analisis crosstab. Yaitu data mengenai kepadatan penduduk kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di kecamatan tersebut pada tahun 2010. Jadi di sini, akan dicari keterkaitan antara kepadatan penduduk, apakah akan berpengaruh pada jumlah fasilitas kesehatan yang ada di daerah tersebut. Fasilitas kesehatan yang akan diambil sebagai contoh kasus adalah jumlah puskesmas dan apotek.

Tabel Kepadatan Penduduk dan Jumlah Fasilitas Kesehatan
di Kabupaten Banjarnegara Tehun 2010
Kecamatan
Kepadatan
Jumlah Puskesmas
Jumlah Apotek
Susukan           
Tidak Padat
2
1
Klampok           
Padat
2
5
Mandiraja         
Cukup Padat
2
4
Purwonegoro        
Cukup Padat
2
3
Bawang            
Cukup Padat
2
3
Banjarnegara        
Padat
2
11
Pagedongan        
Tidak Padat
1
0
Sigaluh           
Cukup Padat
2
1
Madukara          
Cukup Padat
2
1
Banjarmang        
Cukup Padat
2
1
Wanadadi          
Cukup Padat
2
2
Rakit             
Padat
2
1
Punggelan         
Padat
2
1
Karangkobar        
Padat
1
1
Pagentan          
Cukup Padat
2
0
Pejawaran         
Tidak Padat
1
0
Batur             
Cukup Padat
2
1
Wanayasa          
Tidak Padat
2
0
Kalibening        
Tidak Padat
1
1
Pandanarum        
Tidak Padat
1
0

Data – data di atas agar menjadi informasi yang dapat membantu perencanaan ke depannya, maka diperlukan analisis data sesuai dengan kebutuhan. Di sini, akan dicari keterkaitan antara kepadatan penduduk dengan jumlah fasilitas, sehingga analisis yang digunakan adalah analisis crosstab. Berikut adalah tahapan – tahapan analisis crosstab.

4.      Tahapan Analisis
1.        Membuka program SPSS
Klik start g SPSS for windows
2.       Isi variabel pada lembar kerja variable view
3.       Masukkan data ke dalam data view sesuai dengan data yang telah tersedia yang akan dianalisis.
4.      Klik analyze, lalu descriptive statistic, selanjutnya pilih crosstabs.
5.       Pilih variabel yang akan dianalisis. Kelompokkan dalam kotak row dan kotak column. Perbedaan antara kotak row dan kotak column adalah isi dari data tersebut. Data yang dimasukkan dalam row adalah data yang varibelnya sebagai penyebab, dan column yang variabelnya sebagai akibat. Jadi, misalnya kepadatan penduduk diletakkan dalam row, dan jumlah fasilitas kesehatan (puskesmas dan apotek) dikategorikan dalam column.
6.      Setelah itu klik statistic, lalu beri tanda cek untuk opsion yang akan keluar pada output. Pilih chi-square, alu pada nominal, pilih semua (Contingensy coefficient, Phi and Cramer’s V, Lambda, an Uncertainty coefficient) klik continue, lalu OK.
7.       Klik OK, sehingga muncul output hasil analisis

8.      Penjelasan dari Output yang Dilakukan
Pada output akan dihasilkan keluaran dari apa yang kita pilih untuk analisis. sehingga muncul beberapa kotak. Dari setiap tabel dapat ditarik kesimpulannya masing – masing sesuai dengan jenis analisisnya.
Setelah itu kemudian dilakukan pengembilan keputusan. Pengembilan keputusan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
  1. Berdasarkan perbandingan nilai Chi Square (X2) dengan nilai X2 pada tabel, yaitu dengan kategori sebagai berikut :
Jika nilai Chi Square hitung lebih dari nilai Chi Square tabel maka Ho diterima, yang berarti tidak ada hubungan antara dua variabel yang diteliti.
Jika nilai Chi Square hitung lebih kecil dari nilai Chi Square tabel maka H0 ditolak atau dengan kata lain berarti ada hubungan antara dua variabel yang diteliti.
  1. Berdasarkan nilai probabilitas dengan kategori sebagai berikut :
Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima
Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak.

demonstrasi?

Diposting oleh Anonim di 23.27 0 komentar
Demonstrasi dalam kamus bahasa Indonesia ada dua makna, yaitu pernyataan protes yang dikemukakan secara massal atau unjuk rasa, yang kedua adalah peragaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau kelompok, misalnya demo masak, dan sebagainya. Oke, saat ini saya lebih membahas demo pada pengertian yang pertama. Yup, betul karena saya sama sekali tidak bisa memasak #gaknyambung
Aksi atau demonstrasi memang bukanlah satu-satunya jalan, bukan solusi. Tapi menyuarakan aspirasi rakyat adalah keharusan kita sebagai mahasiswa perantara antara masyarakat dengan pemerintah. Ada juga pendapat yang mengemukakan bahwa ada cara yang lebih elegan, yaitu dengan menulis. Yup, sepakat! menulis dalam suatu surat kabar berisi kritikan - kritikan atau masukan  - masukan untuk pemerintah merupakan hal yang cerdas. Namun, apakah tulisan tersebut dapat sesuai tepat sasaran obyek tulisan kita? Apakah presiden misalnya, sempat membaca keluh kesah kita sebagai masyarakat tertindas? #lebaydikit
Ya, mungkin dengan demokrasi itulah kita dapat langsung berhadapan dan berbicara dengan birokrasi atau wakil rakyat di DPR.. 
Akhir Maret 2012 kemarin meungkin saat - saat ramainya aksi demonstrasi di setiap kota. Mulai dari buruh, sampai mahasiswa, dari mahasiswa yang suka rusuh, maupun yang damai - damai saja, semua turun ke jalanan. Semua menyuarakan aspirasinya, satu suara, satu komando. MENOLAK KENAIKAN BBM!!

Depan kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah saat itu terlihat ramai. Yup, ada aksi aliansi gerakan di Semarang menolak kenaikan BBM. And you know? i'm one of them! Yup, aku ikut aksi, bersama puluhan mahasiswa lain, yang peduli terhadap bangsa ini. Aku ikut aksi bukan sekedar ikut-ikutan. tapi malu, malu tidak ikut berkontribusi, mau tidak menyuarakan aspirasi, malu bila tidak peduli.
Dengan jaket merah, aku turun ke jalan, ke Jalan Pahlawan, depan kantor gubernur dan DPRD Jawa Tengah. Satu suara, tolak kenaikan BBM. Ya, benar, mungkin memang dengan demonstrasi, kita bisa secara langsung berkomunikasi dengan yang katanya wakil kita, wakil rakyat, dari berbagai fraksi. Mereka berbicara kepada kami, untuk mempertimbangkan penundaan kenaikan BBM. "Kita minta tolak kenaikan BBM pak, bukan menunda!" sahut demonstran di depanku. Dan kini, sampai detik ini, alhamdulillah kenaikan BBM ditunda. Namun demikian, aliran demonstran tidak berhenti, bukan penundaan yang diminta masyarakat, tapi penolakan..

Demonstrasi mungkin memang bukan solusi, namun inspirasi. Aku memang bukan tipe mahasiswa yang rajin demonstrasi, namun aku peduli.

Salam perjuangan! mulut kami tak akan bungkam dalam menyuarakan jeritan hati rakyat.. 


Sabtu, 11 Februari 2012

Peluang Menulis Nih

Diposting oleh Anonim di 13.40 0 komentar
Deadline: 22 Februari 2012 
Syarat dan Ketentuan:
1.     Terbuka untuk  umum dan anggota Writing Revolution.
2.     Tema: “HANGAT DEKAPAN CINTA IBU”. 
3.     Merupakan kisah nyata yang ditulis dengan gaya bercerita (narasi) yang mengalir dan indah (boleh memasukan dialog). Berisi tentang kerinduan kenangan-kenangan indah bersama ibu, momentum paling berkesan, dan hangatnya kasih sayangnya.
4.     Setiap peserta hanya boleh mengikutkan 1 tulisan.
5.     Panjang tulisan dengan judul maksimal 750 kata atau 3 halaman spasi 2 (ganda), jenis huruf Times New Roman ukuran 12. 
6.      Tulis biodata di bagian akhir tulisan maksimal 100 kata.
7.     Tulisan dikirim dalam LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:Antologi_WR@yahoo.co.id
8.     Tulis di judul email: Event WR Publishing: JUDUL TULISAN-Nama Penulis.
9.     Sebarkan informasi ini sebanyak-banyaknya di FB dan Blog kamu.
10.    Koordinator: Rurin Kurniati.
Penghargaan:
§  Lima tulisan terpilih mendapatkan beasiswa SMCO (Sekolah Menulis Cerpen Online) Writing Revolution.
§  50 tulisan terpilih akan dibukukan yang diterbitkan oleh WR Publishing yang akan dipasarkan ke toko buku besar di seluruh Indonesia.
§  50% royalti buku ini untuk para penulis, 40% akan disumbangkan kepada para wanita lansia di sejumlah panti jompo, sedangkan 10% lainnya untuk beasiswa menulis di Writing Revolution. Laporan penjualan buku akan diumumkan secara transfaran.

Sponsor
§  Sponsor  event  ini adalah: Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO).

Info SMCO lebih lengkap silakan klik di sini.
Selamat mencoba :) 

 

live and life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea