Sabtu, 11 Februari 2012

Peluang Menulis Nih

Diposting oleh Anonim di 13.40 0 komentar
Deadline: 22 Februari 2012 
Syarat dan Ketentuan:
1.     Terbuka untuk  umum dan anggota Writing Revolution.
2.     Tema: “HANGAT DEKAPAN CINTA IBU”. 
3.     Merupakan kisah nyata yang ditulis dengan gaya bercerita (narasi) yang mengalir dan indah (boleh memasukan dialog). Berisi tentang kerinduan kenangan-kenangan indah bersama ibu, momentum paling berkesan, dan hangatnya kasih sayangnya.
4.     Setiap peserta hanya boleh mengikutkan 1 tulisan.
5.     Panjang tulisan dengan judul maksimal 750 kata atau 3 halaman spasi 2 (ganda), jenis huruf Times New Roman ukuran 12. 
6.      Tulis biodata di bagian akhir tulisan maksimal 100 kata.
7.     Tulisan dikirim dalam LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:Antologi_WR@yahoo.co.id
8.     Tulis di judul email: Event WR Publishing: JUDUL TULISAN-Nama Penulis.
9.     Sebarkan informasi ini sebanyak-banyaknya di FB dan Blog kamu.
10.    Koordinator: Rurin Kurniati.
Penghargaan:
§  Lima tulisan terpilih mendapatkan beasiswa SMCO (Sekolah Menulis Cerpen Online) Writing Revolution.
§  50 tulisan terpilih akan dibukukan yang diterbitkan oleh WR Publishing yang akan dipasarkan ke toko buku besar di seluruh Indonesia.
§  50% royalti buku ini untuk para penulis, 40% akan disumbangkan kepada para wanita lansia di sejumlah panti jompo, sedangkan 10% lainnya untuk beasiswa menulis di Writing Revolution. Laporan penjualan buku akan diumumkan secara transfaran.

Sponsor
§  Sponsor  event  ini adalah: Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO).

Info SMCO lebih lengkap silakan klik di sini.
Selamat mencoba :) 

Jumat, 10 Februari 2012

Tiga Hewan Ini yang Mengisi Hidupku :) #1

Diposting oleh Anonim di 21.15 0 komentar
Maaf ya kalau judulnya agak sedikit lebay.. hehee..
Ok, di sini seperti biasa aku akan memulai bercerita. Yup, tentang tiga hewan tersebut. Mungkin kata 'mengisi' memang sedikit berlebihan. Tapi bukannya judul suatu tulisan harus yang menarik? hehe.. Entahlah, judul tersebut menarik atau tidak bagi pembaca, maklum belum saya kasih tali, jadi ngga bisa narik deh, hehee..
ok, let's back to the topic.
Jujur, aku bukan termasuk orang yang phobia sama hewan tertentu. Jadi inget sama temenku yang bener - bener takut sama cacing, sampai - sampai jarak 2 meter pun nggak mau mendekat. Adalagi yang takut sama cicak, dia nggak bakal tidur di kamarnya kalau di kamanrnya itu ada cicak, bisa - bisa dia setiap malam teriak - teriak yang masyaallah kerasnya bikin heboh satu kampung. Kalo aku ngga takut hewan sih, cuma mungkin kadang jijik, atau kaget jika tiba-tiba  muncul, jadi teriak - teriak, dan kesannya seperti takut (padahal engga deh, swear! :p). Aku juga bukan tipe penyayang binatang yang fanatik banget, bahkan sampai rela ngga makan buat beli makanan hewan peliharaannya. Ya, standar lah.. aku sayang binatang juga walaupun kadang males ngurusin hehe.. Jadi ingat, dulu pas baru aja beli aquarium.. Ugh, aku langsung beli ikan, ikan koki, ikan koi, ikan apalah lupa namanya, bahkan beli penyu juga untuk menghiasi aquarium kotak yang imut itu.. Tapi begitulah, karena mungkin ngga benar - benar cinta sepenuh hati ya, jadi nggak berlangsung lama, ikan - ikan itu mati. hehe..
Ya, jadi begitulah, aku dan hewan itu biasa aja, ngga ada hubungan khusus #lho
Ok, langsung to the point..
Hewan yang pertama adalah AYAM !!
There's nothing special with this animal. wild? oh, of course no! Cute? Oh, i don't think so. Disguisting? Uhmmm, maybe sometimes, hehe..
Jadi gini, aku itu emang orangnya jijikan gitu.. Paling ngga suka sama sesuatu yang menjijikkan, kotor, atau semacamnya lah. Tapi ini ngga jamin kalau kamar ku juga kinclong ya, hehe.. 
Kebetulan semester 2 kemarin, ada mata kuliah Geologi Lingkungan, dimana terdapat tugas besar yang dikerjakan dalam waktu satu semester. Jadi dalam satu semester tersebut aku memang sering berhubungan dengan temanku ini, namanya Yanti (nama samaran, hehee). Jadi hampir setiap hari pula aku berkunjung ke kos-kosannya. Dan, you know what? ibu kosnya itu memelihara ayam. Mana ayamnya banyak banget, suka (maaf) nelek di sembarang tempat. Bahkan pernah beberapa kali, dia nelek di jok motor temanku, hahaa.. Jadi setiap aku ke sana, pastii kau lompat - lompat, mecari titik - titik yang tidak terjamah oleh kotoran ayam itu (ingat pernyataanku di atas, aku jijik-an). Terus aku pasti menutup hidungku dengan ujung jilbabku agar syaraf - syaraf penciumanku tidak mendeteksi adanya bau aneh, antara bau kotoran ayam, bau makanan ayam, dan bau badanku sendiri. Tapi aku benar-benar heran, kenapa teman-temanku yang lain biasa aja ya.. Jadi setiap aku ke kos Yanti, ritual itu pasti aku lakukan. Dan setiap itu juga aku ditertawakan sama teman - temanku, hufft. Setelah lulus semester 2 ku, alhamdulillah, aku jarang mengalami pergolakan ku terhadap ayam lagi, ya karena tugas Geologi Lingkunganku sudah selesai, sehingga sudah tidak sering berkunjung ke kos Yanti, hehe.. Namun, ternyata pengalaman buruk mengenai ayam tak berhenti sampai di situ saja. 
Waktu itu adalah sore yang cerah di bulan suci Ramadhan. Seperti biasa, agenda - agenda waktu Ramadhan kerap diisi dengan acara buka bersama. Dan sore itu adalah jatahnya buka bersama salah satu organisasi yang aku ikuti di masa perkuliahanku tingkat pertama. Aku waktu itu berangkat bersama temanku, Arfi namanya (lagi - lagi nama samaran) namun membawa motor sendiri - sendiri. Ceritanya panjang bagaimana aku bisa terpaksa membawa motor. Yah, waktu itu aku memang tidak terlalu lihai dalam mengendarai motor. Mungkin karena jarang diasah juga kemampuan tersebur, sejak aku mengalami kecelakaan yang lumayan membuatku trauma mengendarai motor, apalagi bukan motorku. Jadi aku agak deg-degan gitu deh waktu itu. Sebenarnya ngga terlalu jauh posisi awalku dengan tempat buka bersama tersebut, ya sekitar 2,5 kilo (karena aku memutar waktu itu). Jujur waktu itu awalnya di jalan aku deg-degan gitu, berjalan di antara kendaraan - kendaraan lain yang melaju begitu kencang. Tapi aku bertahan dengan gigi dua ku, terkadang sekali - kali ku masukkan gigi tiga juga si kalau sepi, hehe.. Tapi si Arfi yang memang sudah lihai dalam mengendarai moto malah tertawa - tawa melihat cara ku mengendarai motor tersebut. Awas kau! haha.. 
Dan akhirnya, sekitar 3 meter lagi aku sampai di Wisma Ashfaa tempat buka bersama tersebut. 
Alhamdulillah, sebentar lagi sudah sampai. Ucapku dalam hati. Tapi tiba - tiba, terdapat dua makhluk ciptaan Allah berwarna putih berlari melintas hanya sekitar 15 cm di depan ban motorku. Itu ayam. ya AYAM! Ayam itu berlari seenaknya saja di depan aku yang sedang mengendarai motor. Waktu itu yang ada di pikiranku hanya, aku harus menghentikan laju kendaraan ini bagaimana pun caranya. Agar aku tak menabrak ayam itu. Bego banget wooy, tinggal direm dodooool... Oh iya, ide cemerlang! pikirku. Akhirnya aku injakkan rem di kakiku sebelah kiri, tak cukup, aku tekan juga rem di stang sebelah kanan. Seeettt... Akhirnya aku berhenti dan ngga jadi menabrak dua ekor ayam milik tetangga wisa Ashfaa. Yah, walaupun aku agak sebel sama ayam, tapi aku masih menghormati cipataan Allah, jadi aku ngga setega itu mau nabrak ayam, hehe.. Ups, tapi belum selesai teman, ketika aku mengerem, otomatis motor berhenti kan ya. Dan saking leganya kau sampai - sampai aku lupa, aku tidak menurunkan kakiku. Jadi do you know what will happen? Yes, aku teriak, "Aaaaaaa..." dan aku jatuh. 
Tapi herannya waktu itu, aku jatuh dan aku tertawa sama si Arfi itu, ckck.. ya, memang adegan jatuhnya itu lucu banget, hehee.. Mana jatuhnya gara - gara ayam pula, ckck... 
Tapi ternyata teriakanku tadi terdengar sampai dalam rumah. Iya lah, orang posisiku waktu itu paling hanya 2 meter di depan pintu masuk. Dan aku pun dari luar mendengar ikhwan - ikhwan (ikhwan yang datang di acara buka bersama) pada istighfar histeris. Sehingga, Mbak Kiki, yang punya rumah keluar dari pintu samping. Tapi ternyata ngga cuma Mbak Kiki, mereka para ikhwan - ikhwan pun keluar, mungkin mereka penasaran dengan kejadian yang aku alami. jadi beginilah, aku yang ndeprok (duduk tanpa alas) di tanah sambil ketawa ujung - ujungnya jadi tontonan. Dan yang bikin aku lebih sebel nya (dan malunya pasti) adalah kenapa itu ikhwan - ikhwan pada keluar dan nontonin aku?? Bantuin kek, ni aku dan Arfi susah payah ngangkat itu motor, eh mereka nonton aja. Mana tiba - tiba Mbak Kiki nanya, "Kenapa dek?"
Yup, dengan polosnya aku menjawab, "Ada ayaaam mbaaak..."
Sontak Mbak Kiki, dan ikhwan - ikhwan itu ngetawain aku deh. Oke, bagus! Coba bayangkan, diketawain adalah salah sau hal yang au benci, apalagi ini diketawain sama ikhwan, dan diketawain gara - gara ayam.. Tapi iya sih, aku sendiri aja ketawa, gimana mereka yaa, haha. ok fix. Malu banget tuh gw waktu itu, hhaha.. Sudah sering banget nih aku bikin mau diriku sendiri malu. Mungkin karena udah sering jadi biasa aja ya,, hehe..
"Padahal udah keren yak nung yak.. bawa motor di tengah - tengah ramainya mobil - mobil bersliweran, eeeh, jatuhnya kena ayam, hahaa.." kata si Arfi ngeledek..
"Hahaa, iya yah, apes banget dah aku nih.. tadi aku udah bilang alhamdulillah lho dalam hati, hahaa.. tinggal 2 meteran doang juga, wkwk.."
Yah begitulah, ayam yang buat aku sebel, sekarang buat aku malu deh, haha.. It's ok. :)
Itu baru satu sob, masih ada dua hewan lagi. Tunggu sampai aku mood nulis, hahaa...

Kamis, 09 Februari 2012

Raunganku

Diposting oleh Anonim di 15.06 0 komentar
Ya Allah..
Aku tahu betapa buruknya aku,
Betapa kotor, hina, rapuhnya aku
Betapa kecil aku di mata-Mu
Betapa miskin, tak punya apa-apa,
Karena ini semua milik-Mu, titipan dari-Mu

Ya Allah..
Engkau pasti tahu
Bahwa yang aku punya hanyalah dosa
Dosa-dosaku kepada-Mu yang menjulang tinggi
Dosa kepada kedua orang tuaku, saudara-saudaraku, sahabat, tetangga
Yang tak dapat dihitung banyaknya

Ya Allah..
Kini Kau memberikan aku sebuah ujian
Berupa sakit ini ya Allah
Penyakit yang aku asing dengannya
Sakit yang membuatku menangis
Sakit yang selalu membuat ku berkecil hati
Sakit yang membuatku kerap menjerit
Merepotkan orang-orang di sekitarku
Membuat mereka mengurusiku yang sebenarnya sudah bisa mandiri
Sakit yang amat sakit rasanya

Ya Allah..
Dua tahun lalu Kau datangkan sakit itu
Selama itu aku hanya menangis
Meraung
Menjerit

Tapi mungkin aku terlalu sombong
Tahu bahwa sakit itu telah diambil
Mungkin aku terlalu sombong
Aku merasa sakit itu sudah hilang
Tapi ternyata,
Penyakit itu datang lagi

Dan kini aku menangis lagi
Air mataku menetes lagi
Hidungku sesenggukan
Baru kuingat lagi pada Kau
Betapa aku sombong melupakan penyakit yang pernah datang
Betapa aku mengira bahwa aku kan selalu sehat
Tapi Allah Maha Kuasa
Maha Berkehendak
Kini Ia menghendakiku untuk kembali merasakan ini
Mungkin Allah rindu pada tangisku setiap malam
Pada rintihanku menyebut nama-Nya ketika kambuh
Pada erangan Allah-ku yang kuteriakkan saat sakit luar biasa itu
Aku ingat, ketika sakit itu datang, bibirku bergetar menyebut nama-Mu
Berdzikir kepada-Mu
Bahkan dalam setiap nafasku kusebut nama-Mu
Mungkin Allah merindukan itu semua
Yang kini jarang kulakukan di saat aku sehat
Mungkin Allah merindukan itu semua
Sehingga mengembalikan penyakit itu lagi padaku
Allah.. Allah.. Allah..

Jika aku mengingat rasa sakit itu dulu
Jujur aku takut
Aku takut merasakan itu lagi
Aku takut aku tak kuat
Aku takut..
Bahkan tak jarang aku meminta mati
Ya, aku yang terlalu kesakitan
Meminta mati jika boleh

Tapi ketika aku ingat,
Apakah kamu sudah siap mati?
Apa kamu punya bekal yang cukup untuk menuju alam selajutnya?
Apa kamu sanggup mati sekarang?

Aku ingat, betapa aku tak punya apa-apa
Aku tak punya apa-apa yang dapat dijadikan bekalku nanti
Ilmu apa? Amalan apa?

Apakah urusanmu di dunia ini sudah kau selesaikan?
Apakah semua sudah beres sehingga kau nerani meminta mati?
Apakah orang-orang sudah merasa puas dengan pekerjaan mu di dunia ini?

Apa yang telah kau beri untuk orang-orang di sekitarmu?
Apa kau telah merasa cukup banyak memberi?
Sehingga kamu berani memnita mati??
Hahh???

Apa kontribusimu di dunia ini?
Apa yang sudah kamu berikan untuk keluargamu?
Untuk teman – temanmu, almamatermu?
Hah? Apa?
Apakah kamu sudah banyak memberi sehingga kamu berani mati?

Apa yang telah kau berikan untuk INDONESIAmu?
Dan yang paling penting,
Apa yang telah kau berikan untuk dakwah, untuk islam, untuk Allah??
Seberapa jauh kau berdakwah?
Menyerukan kebenaran?
Seberapa jauh pengorbananmu untuk islam?
Apakah semua yang lakukan di dunia ini sudah tertuju pada Allah?
Apa yang mau kau persembahkan kepada Allah??
Apakah kau mau menghadapnya dengan tangan kosong?
Ilmu yang menggantung?
Amal yang seadanya??
Hah? Iyaa?
Apakah kau mau mengahadapnya dengan pakaianmu yang kotor itu?
Apa yang kau lakukan di dunia ini cukup sebagai bekal????

Ya Allah..

Tidak..
Aku belum punya apa – apa Allah..
Aku belum punya bekal apa – apa..
Aku.. aku…

Urusanku di dunia ini belum selesai Allah..
Masih banyak yang harus kukerjakan Allah..
Masih banyak hutangku pada orang-orang di sekitarku
Belum sempat aku membalas budi orang tuaku..

Allah..
Jangan ambil nyawaku dulu..
Walau beberapa saat yang lalu aku meminta mati kepada-Mu..

Aku masih ingin bertemu Ramadhan..
Paling tidak tahun depan ya Allah..
Aku ingin mempersiapkan bekalku dulu
Menyelesaikan amanahku
Aku ingin berkontribusi untuk semua..
Berdakwah, berjihad..
Aku masih ingin berjuang di jalan-Mu
Menjunjung islam
Agama-Mu

Ya Allah.. izinkan aku..
Menghadapi sakit ini, menikmati sakit ini,
Melawannya..
Allah berikan aku kekuatan.. Allaaaah...












*jujur, aku menangis ketika mengetik kata demi kata ini

Jumat, 03 Februari 2012

Rabithah

Diposting oleh Anonim di 22.24 0 komentar




Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cinta-Mu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan

menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahaya-Mu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal pada-Mu
hidupkan dengan ma'rifat-Mu
matikan dalam syahid di jalan-Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Hasil Karya Ku

Diposting oleh Anonim di 11.01 3 komentar
Entah sejak kapan, kayaknya sejak aku kuliah, aku mulai memancarkan potensi dan bakatku di bidang desain grafis, hahaa.. enggak juga ding, itu sebenernya awalnya amang aku suka ngutak atik corel draw, jadi kadang-kadang karena ngga ada orang yang mau bikin pamflet, atau banner dan semacamnya, jadi aku lah yang jadi tumbal suruh bikin begituan kalo ada acara-acara organisasi yang aku ikutin.. bisa disimpulkan, hampir setiap kegiatan, aku disuruh masuk sie pubdekdok (publikasi, dekorasi dan dokumentasi)..
tapi di taun kedua di ranah perkuliahan ini, aku kayaknya udah sedikit terlepas dari yang namanya corel draw, hehe.. aku pingin memperdalam arc view, atau arc gis, sketch up dan semacamnya aja, haha..
nah, jadi aku punya inisiatif buat mamerin beberapa desain pamflet atau semcamnya yang udah aku bikin. kalo kalian yang udah ahli bikin desain musti bilang buatan aku ini biasa aja, malah jelek, hahaa.. tapi daripada ni menuh-menuhin harddisk-ku, mending aku uploadin satu-satu, siapa tau menginspirasi.. :p
Berikut adalah beberapa hasil karyaku yang success di upload, #ups
dari banner, pamflet, desain cover, stiker, sampai jadwal imsakiyah, hahaa.. ^^

Banner Tugas Besar Proses Perencanaan. 
Kata temen-temen, bagus banget. Menjual. Serius, temenku bilang begitu, hehe..

Banner buat acara Olimpiade Mentoring.
Walaupun ini banner datangnya telat (udah setengah main, baru dipajang, hahaaa)
tapi tetep aja, jadi background yang bagus buat foto-foto, haha..

Desain cover tugas besar Proses Perencaan.
Baginilah, tugas besar kalo di Plano, dikemas secantik mungkin :)

Masih lanjutan yang atasnya, ini cover dalamnya..


Desain pamflet Open Recruitment KAMMI Teknik Universitas Diponegoro
Walaupun udah nggak masuk kepengurusan, tetep aja suruh bikin pamflet, ckckck..


Nih jadwal imsakiyah yang alhamdulillah, sukses tersebar di Kota Semarang :)


Pamflet menyambut Bulan Ramadhan dari KAMMI Teknik UNDIP tahun 2011


Stiker Menyambut Ramadhan yang dibagi juga ke sebagian warga Kota Semarang


Sabtu, 11 Februari 2012

Peluang Menulis Nih

Diposting oleh Anonim di 13.40 0 komentar
Deadline: 22 Februari 2012 
Syarat dan Ketentuan:
1.     Terbuka untuk  umum dan anggota Writing Revolution.
2.     Tema: “HANGAT DEKAPAN CINTA IBU”. 
3.     Merupakan kisah nyata yang ditulis dengan gaya bercerita (narasi) yang mengalir dan indah (boleh memasukan dialog). Berisi tentang kerinduan kenangan-kenangan indah bersama ibu, momentum paling berkesan, dan hangatnya kasih sayangnya.
4.     Setiap peserta hanya boleh mengikutkan 1 tulisan.
5.     Panjang tulisan dengan judul maksimal 750 kata atau 3 halaman spasi 2 (ganda), jenis huruf Times New Roman ukuran 12. 
6.      Tulis biodata di bagian akhir tulisan maksimal 100 kata.
7.     Tulisan dikirim dalam LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:Antologi_WR@yahoo.co.id
8.     Tulis di judul email: Event WR Publishing: JUDUL TULISAN-Nama Penulis.
9.     Sebarkan informasi ini sebanyak-banyaknya di FB dan Blog kamu.
10.    Koordinator: Rurin Kurniati.
Penghargaan:
§  Lima tulisan terpilih mendapatkan beasiswa SMCO (Sekolah Menulis Cerpen Online) Writing Revolution.
§  50 tulisan terpilih akan dibukukan yang diterbitkan oleh WR Publishing yang akan dipasarkan ke toko buku besar di seluruh Indonesia.
§  50% royalti buku ini untuk para penulis, 40% akan disumbangkan kepada para wanita lansia di sejumlah panti jompo, sedangkan 10% lainnya untuk beasiswa menulis di Writing Revolution. Laporan penjualan buku akan diumumkan secara transfaran.

Sponsor
§  Sponsor  event  ini adalah: Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO).

Info SMCO lebih lengkap silakan klik di sini.
Selamat mencoba :) 

Jumat, 10 Februari 2012

Tiga Hewan Ini yang Mengisi Hidupku :) #1

Diposting oleh Anonim di 21.15 0 komentar
Maaf ya kalau judulnya agak sedikit lebay.. hehee..
Ok, di sini seperti biasa aku akan memulai bercerita. Yup, tentang tiga hewan tersebut. Mungkin kata 'mengisi' memang sedikit berlebihan. Tapi bukannya judul suatu tulisan harus yang menarik? hehe.. Entahlah, judul tersebut menarik atau tidak bagi pembaca, maklum belum saya kasih tali, jadi ngga bisa narik deh, hehee..
ok, let's back to the topic.
Jujur, aku bukan termasuk orang yang phobia sama hewan tertentu. Jadi inget sama temenku yang bener - bener takut sama cacing, sampai - sampai jarak 2 meter pun nggak mau mendekat. Adalagi yang takut sama cicak, dia nggak bakal tidur di kamarnya kalau di kamanrnya itu ada cicak, bisa - bisa dia setiap malam teriak - teriak yang masyaallah kerasnya bikin heboh satu kampung. Kalo aku ngga takut hewan sih, cuma mungkin kadang jijik, atau kaget jika tiba-tiba  muncul, jadi teriak - teriak, dan kesannya seperti takut (padahal engga deh, swear! :p). Aku juga bukan tipe penyayang binatang yang fanatik banget, bahkan sampai rela ngga makan buat beli makanan hewan peliharaannya. Ya, standar lah.. aku sayang binatang juga walaupun kadang males ngurusin hehe.. Jadi ingat, dulu pas baru aja beli aquarium.. Ugh, aku langsung beli ikan, ikan koki, ikan koi, ikan apalah lupa namanya, bahkan beli penyu juga untuk menghiasi aquarium kotak yang imut itu.. Tapi begitulah, karena mungkin ngga benar - benar cinta sepenuh hati ya, jadi nggak berlangsung lama, ikan - ikan itu mati. hehe..
Ya, jadi begitulah, aku dan hewan itu biasa aja, ngga ada hubungan khusus #lho
Ok, langsung to the point..
Hewan yang pertama adalah AYAM !!
There's nothing special with this animal. wild? oh, of course no! Cute? Oh, i don't think so. Disguisting? Uhmmm, maybe sometimes, hehe..
Jadi gini, aku itu emang orangnya jijikan gitu.. Paling ngga suka sama sesuatu yang menjijikkan, kotor, atau semacamnya lah. Tapi ini ngga jamin kalau kamar ku juga kinclong ya, hehe.. 
Kebetulan semester 2 kemarin, ada mata kuliah Geologi Lingkungan, dimana terdapat tugas besar yang dikerjakan dalam waktu satu semester. Jadi dalam satu semester tersebut aku memang sering berhubungan dengan temanku ini, namanya Yanti (nama samaran, hehee). Jadi hampir setiap hari pula aku berkunjung ke kos-kosannya. Dan, you know what? ibu kosnya itu memelihara ayam. Mana ayamnya banyak banget, suka (maaf) nelek di sembarang tempat. Bahkan pernah beberapa kali, dia nelek di jok motor temanku, hahaa.. Jadi setiap aku ke sana, pastii kau lompat - lompat, mecari titik - titik yang tidak terjamah oleh kotoran ayam itu (ingat pernyataanku di atas, aku jijik-an). Terus aku pasti menutup hidungku dengan ujung jilbabku agar syaraf - syaraf penciumanku tidak mendeteksi adanya bau aneh, antara bau kotoran ayam, bau makanan ayam, dan bau badanku sendiri. Tapi aku benar-benar heran, kenapa teman-temanku yang lain biasa aja ya.. Jadi setiap aku ke kos Yanti, ritual itu pasti aku lakukan. Dan setiap itu juga aku ditertawakan sama teman - temanku, hufft. Setelah lulus semester 2 ku, alhamdulillah, aku jarang mengalami pergolakan ku terhadap ayam lagi, ya karena tugas Geologi Lingkunganku sudah selesai, sehingga sudah tidak sering berkunjung ke kos Yanti, hehe.. Namun, ternyata pengalaman buruk mengenai ayam tak berhenti sampai di situ saja. 
Waktu itu adalah sore yang cerah di bulan suci Ramadhan. Seperti biasa, agenda - agenda waktu Ramadhan kerap diisi dengan acara buka bersama. Dan sore itu adalah jatahnya buka bersama salah satu organisasi yang aku ikuti di masa perkuliahanku tingkat pertama. Aku waktu itu berangkat bersama temanku, Arfi namanya (lagi - lagi nama samaran) namun membawa motor sendiri - sendiri. Ceritanya panjang bagaimana aku bisa terpaksa membawa motor. Yah, waktu itu aku memang tidak terlalu lihai dalam mengendarai motor. Mungkin karena jarang diasah juga kemampuan tersebur, sejak aku mengalami kecelakaan yang lumayan membuatku trauma mengendarai motor, apalagi bukan motorku. Jadi aku agak deg-degan gitu deh waktu itu. Sebenarnya ngga terlalu jauh posisi awalku dengan tempat buka bersama tersebut, ya sekitar 2,5 kilo (karena aku memutar waktu itu). Jujur waktu itu awalnya di jalan aku deg-degan gitu, berjalan di antara kendaraan - kendaraan lain yang melaju begitu kencang. Tapi aku bertahan dengan gigi dua ku, terkadang sekali - kali ku masukkan gigi tiga juga si kalau sepi, hehe.. Tapi si Arfi yang memang sudah lihai dalam mengendarai moto malah tertawa - tawa melihat cara ku mengendarai motor tersebut. Awas kau! haha.. 
Dan akhirnya, sekitar 3 meter lagi aku sampai di Wisma Ashfaa tempat buka bersama tersebut. 
Alhamdulillah, sebentar lagi sudah sampai. Ucapku dalam hati. Tapi tiba - tiba, terdapat dua makhluk ciptaan Allah berwarna putih berlari melintas hanya sekitar 15 cm di depan ban motorku. Itu ayam. ya AYAM! Ayam itu berlari seenaknya saja di depan aku yang sedang mengendarai motor. Waktu itu yang ada di pikiranku hanya, aku harus menghentikan laju kendaraan ini bagaimana pun caranya. Agar aku tak menabrak ayam itu. Bego banget wooy, tinggal direm dodooool... Oh iya, ide cemerlang! pikirku. Akhirnya aku injakkan rem di kakiku sebelah kiri, tak cukup, aku tekan juga rem di stang sebelah kanan. Seeettt... Akhirnya aku berhenti dan ngga jadi menabrak dua ekor ayam milik tetangga wisa Ashfaa. Yah, walaupun aku agak sebel sama ayam, tapi aku masih menghormati cipataan Allah, jadi aku ngga setega itu mau nabrak ayam, hehe.. Ups, tapi belum selesai teman, ketika aku mengerem, otomatis motor berhenti kan ya. Dan saking leganya kau sampai - sampai aku lupa, aku tidak menurunkan kakiku. Jadi do you know what will happen? Yes, aku teriak, "Aaaaaaa..." dan aku jatuh. 
Tapi herannya waktu itu, aku jatuh dan aku tertawa sama si Arfi itu, ckck.. ya, memang adegan jatuhnya itu lucu banget, hehee.. Mana jatuhnya gara - gara ayam pula, ckck... 
Tapi ternyata teriakanku tadi terdengar sampai dalam rumah. Iya lah, orang posisiku waktu itu paling hanya 2 meter di depan pintu masuk. Dan aku pun dari luar mendengar ikhwan - ikhwan (ikhwan yang datang di acara buka bersama) pada istighfar histeris. Sehingga, Mbak Kiki, yang punya rumah keluar dari pintu samping. Tapi ternyata ngga cuma Mbak Kiki, mereka para ikhwan - ikhwan pun keluar, mungkin mereka penasaran dengan kejadian yang aku alami. jadi beginilah, aku yang ndeprok (duduk tanpa alas) di tanah sambil ketawa ujung - ujungnya jadi tontonan. Dan yang bikin aku lebih sebel nya (dan malunya pasti) adalah kenapa itu ikhwan - ikhwan pada keluar dan nontonin aku?? Bantuin kek, ni aku dan Arfi susah payah ngangkat itu motor, eh mereka nonton aja. Mana tiba - tiba Mbak Kiki nanya, "Kenapa dek?"
Yup, dengan polosnya aku menjawab, "Ada ayaaam mbaaak..."
Sontak Mbak Kiki, dan ikhwan - ikhwan itu ngetawain aku deh. Oke, bagus! Coba bayangkan, diketawain adalah salah sau hal yang au benci, apalagi ini diketawain sama ikhwan, dan diketawain gara - gara ayam.. Tapi iya sih, aku sendiri aja ketawa, gimana mereka yaa, haha. ok fix. Malu banget tuh gw waktu itu, hhaha.. Sudah sering banget nih aku bikin mau diriku sendiri malu. Mungkin karena udah sering jadi biasa aja ya,, hehe..
"Padahal udah keren yak nung yak.. bawa motor di tengah - tengah ramainya mobil - mobil bersliweran, eeeh, jatuhnya kena ayam, hahaa.." kata si Arfi ngeledek..
"Hahaa, iya yah, apes banget dah aku nih.. tadi aku udah bilang alhamdulillah lho dalam hati, hahaa.. tinggal 2 meteran doang juga, wkwk.."
Yah begitulah, ayam yang buat aku sebel, sekarang buat aku malu deh, haha.. It's ok. :)
Itu baru satu sob, masih ada dua hewan lagi. Tunggu sampai aku mood nulis, hahaa...

Kamis, 09 Februari 2012

Raunganku

Diposting oleh Anonim di 15.06 0 komentar
Ya Allah..
Aku tahu betapa buruknya aku,
Betapa kotor, hina, rapuhnya aku
Betapa kecil aku di mata-Mu
Betapa miskin, tak punya apa-apa,
Karena ini semua milik-Mu, titipan dari-Mu

Ya Allah..
Engkau pasti tahu
Bahwa yang aku punya hanyalah dosa
Dosa-dosaku kepada-Mu yang menjulang tinggi
Dosa kepada kedua orang tuaku, saudara-saudaraku, sahabat, tetangga
Yang tak dapat dihitung banyaknya

Ya Allah..
Kini Kau memberikan aku sebuah ujian
Berupa sakit ini ya Allah
Penyakit yang aku asing dengannya
Sakit yang membuatku menangis
Sakit yang selalu membuat ku berkecil hati
Sakit yang membuatku kerap menjerit
Merepotkan orang-orang di sekitarku
Membuat mereka mengurusiku yang sebenarnya sudah bisa mandiri
Sakit yang amat sakit rasanya

Ya Allah..
Dua tahun lalu Kau datangkan sakit itu
Selama itu aku hanya menangis
Meraung
Menjerit

Tapi mungkin aku terlalu sombong
Tahu bahwa sakit itu telah diambil
Mungkin aku terlalu sombong
Aku merasa sakit itu sudah hilang
Tapi ternyata,
Penyakit itu datang lagi

Dan kini aku menangis lagi
Air mataku menetes lagi
Hidungku sesenggukan
Baru kuingat lagi pada Kau
Betapa aku sombong melupakan penyakit yang pernah datang
Betapa aku mengira bahwa aku kan selalu sehat
Tapi Allah Maha Kuasa
Maha Berkehendak
Kini Ia menghendakiku untuk kembali merasakan ini
Mungkin Allah rindu pada tangisku setiap malam
Pada rintihanku menyebut nama-Nya ketika kambuh
Pada erangan Allah-ku yang kuteriakkan saat sakit luar biasa itu
Aku ingat, ketika sakit itu datang, bibirku bergetar menyebut nama-Mu
Berdzikir kepada-Mu
Bahkan dalam setiap nafasku kusebut nama-Mu
Mungkin Allah merindukan itu semua
Yang kini jarang kulakukan di saat aku sehat
Mungkin Allah merindukan itu semua
Sehingga mengembalikan penyakit itu lagi padaku
Allah.. Allah.. Allah..

Jika aku mengingat rasa sakit itu dulu
Jujur aku takut
Aku takut merasakan itu lagi
Aku takut aku tak kuat
Aku takut..
Bahkan tak jarang aku meminta mati
Ya, aku yang terlalu kesakitan
Meminta mati jika boleh

Tapi ketika aku ingat,
Apakah kamu sudah siap mati?
Apa kamu punya bekal yang cukup untuk menuju alam selajutnya?
Apa kamu sanggup mati sekarang?

Aku ingat, betapa aku tak punya apa-apa
Aku tak punya apa-apa yang dapat dijadikan bekalku nanti
Ilmu apa? Amalan apa?

Apakah urusanmu di dunia ini sudah kau selesaikan?
Apakah semua sudah beres sehingga kau nerani meminta mati?
Apakah orang-orang sudah merasa puas dengan pekerjaan mu di dunia ini?

Apa yang telah kau beri untuk orang-orang di sekitarmu?
Apa kau telah merasa cukup banyak memberi?
Sehingga kamu berani memnita mati??
Hahh???

Apa kontribusimu di dunia ini?
Apa yang sudah kamu berikan untuk keluargamu?
Untuk teman – temanmu, almamatermu?
Hah? Apa?
Apakah kamu sudah banyak memberi sehingga kamu berani mati?

Apa yang telah kau berikan untuk INDONESIAmu?
Dan yang paling penting,
Apa yang telah kau berikan untuk dakwah, untuk islam, untuk Allah??
Seberapa jauh kau berdakwah?
Menyerukan kebenaran?
Seberapa jauh pengorbananmu untuk islam?
Apakah semua yang lakukan di dunia ini sudah tertuju pada Allah?
Apa yang mau kau persembahkan kepada Allah??
Apakah kau mau menghadapnya dengan tangan kosong?
Ilmu yang menggantung?
Amal yang seadanya??
Hah? Iyaa?
Apakah kau mau mengahadapnya dengan pakaianmu yang kotor itu?
Apa yang kau lakukan di dunia ini cukup sebagai bekal????

Ya Allah..

Tidak..
Aku belum punya apa – apa Allah..
Aku belum punya bekal apa – apa..
Aku.. aku…

Urusanku di dunia ini belum selesai Allah..
Masih banyak yang harus kukerjakan Allah..
Masih banyak hutangku pada orang-orang di sekitarku
Belum sempat aku membalas budi orang tuaku..

Allah..
Jangan ambil nyawaku dulu..
Walau beberapa saat yang lalu aku meminta mati kepada-Mu..

Aku masih ingin bertemu Ramadhan..
Paling tidak tahun depan ya Allah..
Aku ingin mempersiapkan bekalku dulu
Menyelesaikan amanahku
Aku ingin berkontribusi untuk semua..
Berdakwah, berjihad..
Aku masih ingin berjuang di jalan-Mu
Menjunjung islam
Agama-Mu

Ya Allah.. izinkan aku..
Menghadapi sakit ini, menikmati sakit ini,
Melawannya..
Allah berikan aku kekuatan.. Allaaaah...












*jujur, aku menangis ketika mengetik kata demi kata ini

Jumat, 03 Februari 2012

Rabithah

Diposting oleh Anonim di 22.24 0 komentar




Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cinta-Mu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan

menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahaya-Mu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal pada-Mu
hidupkan dengan ma'rifat-Mu
matikan dalam syahid di jalan-Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Hasil Karya Ku

Diposting oleh Anonim di 11.01 3 komentar
Entah sejak kapan, kayaknya sejak aku kuliah, aku mulai memancarkan potensi dan bakatku di bidang desain grafis, hahaa.. enggak juga ding, itu sebenernya awalnya amang aku suka ngutak atik corel draw, jadi kadang-kadang karena ngga ada orang yang mau bikin pamflet, atau banner dan semacamnya, jadi aku lah yang jadi tumbal suruh bikin begituan kalo ada acara-acara organisasi yang aku ikutin.. bisa disimpulkan, hampir setiap kegiatan, aku disuruh masuk sie pubdekdok (publikasi, dekorasi dan dokumentasi)..
tapi di taun kedua di ranah perkuliahan ini, aku kayaknya udah sedikit terlepas dari yang namanya corel draw, hehe.. aku pingin memperdalam arc view, atau arc gis, sketch up dan semacamnya aja, haha..
nah, jadi aku punya inisiatif buat mamerin beberapa desain pamflet atau semcamnya yang udah aku bikin. kalo kalian yang udah ahli bikin desain musti bilang buatan aku ini biasa aja, malah jelek, hahaa.. tapi daripada ni menuh-menuhin harddisk-ku, mending aku uploadin satu-satu, siapa tau menginspirasi.. :p
Berikut adalah beberapa hasil karyaku yang success di upload, #ups
dari banner, pamflet, desain cover, stiker, sampai jadwal imsakiyah, hahaa.. ^^

Banner Tugas Besar Proses Perencanaan. 
Kata temen-temen, bagus banget. Menjual. Serius, temenku bilang begitu, hehe..

Banner buat acara Olimpiade Mentoring.
Walaupun ini banner datangnya telat (udah setengah main, baru dipajang, hahaaa)
tapi tetep aja, jadi background yang bagus buat foto-foto, haha..

Desain cover tugas besar Proses Perencaan.
Baginilah, tugas besar kalo di Plano, dikemas secantik mungkin :)

Masih lanjutan yang atasnya, ini cover dalamnya..


Desain pamflet Open Recruitment KAMMI Teknik Universitas Diponegoro
Walaupun udah nggak masuk kepengurusan, tetep aja suruh bikin pamflet, ckckck..


Nih jadwal imsakiyah yang alhamdulillah, sukses tersebar di Kota Semarang :)


Pamflet menyambut Bulan Ramadhan dari KAMMI Teknik UNDIP tahun 2011


Stiker Menyambut Ramadhan yang dibagi juga ke sebagian warga Kota Semarang


 

live and life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea