Selasa, 04 Oktober 2011

Teori Lokasi

Diposting oleh Anonim di 21.02 0 komentar
Pengertian Teori Lokasi
Teori lokasi pada awalnya dikembangkan oleh Von Thunnen pada awal abad ke-19. Teori ini merupakan suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara yang konsisten dan logis.
Menurut Tarigan, teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. Tarigan berpendapat, terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya. Tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut. Sehingga, teori lokasi mempelajari pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Von Thunnen mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Dengan memerhatikan jarak tempuh antara daerah produksi dan pasar, pola tsb memasukkan variabel keawetan, berat dan harga dari berbagai komoditas pertanian. Selain Von Thunnen, tokoh – tokoh yang mengemukakan teori lokasi antara lain Wilhem Lounhart yang menunjukkan bagaiman amengoptimalkan lokasi dengan menyederhanakan hanya dua sumber material dan satu pasar yang disajikan dalam bentuk locational triangle. Selain itu ada juga Teori Christaller yang menjelaskan bagaimana susunan dari besaran kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu wilayah.

Ruang Lingkup atau Cakupan Analisis Lokasi dan Pola Ruang
  • lahan pertanian dan guna lahan kota à von Thunen dan teori turunannya. Von Thunen berpendapat bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari suatu tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah
  • lokasi industri à pendekatan deterministik Weberian dan pendekatan perilaku
  • tempat pusat à Christaller dan teori turunannya. Adanya peran dan fungsi wilayah pusat terhadap daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktifitas tentunya disesuaikan dengan karakteristik penduduknya.
  • alokasi lokasi à bagaimana mengalokasikan fasilitas kota agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat namun dengan biaya yang minimal.
  • interaksi keruangan à hubungan antarlokasi dan kegiatan


Teori Lokasi

Diposting oleh Anonim di 21.02 0 komentar
Pengertian Teori Lokasi
Teori lokasi pada awalnya dikembangkan oleh Von Thunnen pada awal abad ke-19. Teori ini merupakan suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara yang konsisten dan logis.
Menurut Tarigan, teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. Tarigan berpendapat, terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya. Tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut. Sehingga, teori lokasi mempelajari pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Von Thunnen mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Dengan memerhatikan jarak tempuh antara daerah produksi dan pasar, pola tsb memasukkan variabel keawetan, berat dan harga dari berbagai komoditas pertanian. Selain Von Thunnen, tokoh – tokoh yang mengemukakan teori lokasi antara lain Wilhem Lounhart yang menunjukkan bagaiman amengoptimalkan lokasi dengan menyederhanakan hanya dua sumber material dan satu pasar yang disajikan dalam bentuk locational triangle. Selain itu ada juga Teori Christaller yang menjelaskan bagaimana susunan dari besaran kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu wilayah.

Ruang Lingkup atau Cakupan Analisis Lokasi dan Pola Ruang
  • lahan pertanian dan guna lahan kota à von Thunen dan teori turunannya. Von Thunen berpendapat bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari suatu tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah
  • lokasi industri à pendekatan deterministik Weberian dan pendekatan perilaku
  • tempat pusat à Christaller dan teori turunannya. Adanya peran dan fungsi wilayah pusat terhadap daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktifitas tentunya disesuaikan dengan karakteristik penduduknya.
  • alokasi lokasi à bagaimana mengalokasikan fasilitas kota agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat namun dengan biaya yang minimal.
  • interaksi keruangan à hubungan antarlokasi dan kegiatan


POTENSI DAN PERMASALAHAN KABUPATEN BANJARNEGARA

Diposting oleh Anonim di 20.59 0 komentar
Kabupaten Banjarnegara yang terletak di Jawa tengah ini mempunyai banyak potensi. Baik dalam bidang pariwisata, pertanian, peternakan, bahkan pertambangan.
1.      Potensi Wisata
A.    Arung Jeram Sungai Serayu
Wisata ini berada di Sungai Serayu Kabupaten Banjarnegara tepatnya dari Desa Tunggoro ke Desa Singomerto, Kecamatan Sigaluh dengan panjang rute tempuh 12 km dan 15 jeram ekstrim.
Dengan jeram yang sangat deras menjadikan Sungai Serayu menjadi salah satu sungai yang diperhitungkan oleh penghobi olahraga arung jeram di Indonesia.
B.  Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau)
Disana terdapat banyak bangunan Candi yang semuanya berlatar belakang Ciwaistis dan mempunyai bentuk arsitektur sederhana dan diperkirakan digunakan mulai abad IX hingga abad XII AD. Candi-candi di Dieng menggunakan nama tokoh pewayangan seperti, Dwarawati, Puntadewa, Arjuna, Gatotkaca, Srikandi, Bima, Puntadewa dan Candi Sembadra.
Di Dieng Plateau juga ada tempat wisata Kawah Sikidang. Karena lubang kepundannya berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah. Sampai saat ini kawah Sikidang masih aktif mengeluarkan uap panas dan bau yang khas. Uap panas yang keluar disertai semburan air yang mendidih berwarna kelabu selalu muncul berpindah-pindah dan berlompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain seperti seekor Kidang, sehingga dinamai kawah Sikidang.
C.   Selain wisata Arung Jeram dan Dieng Plateau, masih banyak lagi potensi wisata. Seperti Kebun Binatang Serulingmas, Waduk Jendral Sudirman, ada juga wisata kuliner seperti dawet ayu, wisata belanja seperti keramik klampok dan batik susukan.
2.      Potensi Pertanian
A.    Kentang
Tanaman kentang tersebar di 4 kecamatan, yaitu Pejawaran, Batur, Wanayasa, dan Kalibening. Kapasitas produksi kentang Kabupaten Banjarnegara 133.417,5 ton/tahun. Dan  luas panen tanaman kentang Kabupaten Banjarnegara 8.434 Ha.

B.    Jagung

Jenis Jagung yang di usahakan oleh para Petani ada 2 jenis yaitu Lokal dan komposit Hibrida. Jagung terdapat di 20 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara, namun Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Purwonegoro (14.585 ton), Kecamatan Pagentan (13.306,40 ton), Kecamatan Pejawaran (12.901,80 ton) dan Kecamatan Wanayasa (10.897,10 ton).
C. Salak
Buah Salak merupakan salah satu unggulan Kabupaten Banjarnegara. Tanaman salak terdapat di 18 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara (kecuali Kec. Rakit dan Kec. Batur), namun Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Madukara (135.958,2 ton), Kecamatan Banjarmangu (26.522,3 ton), Kecamatan Pagentan (18.474,7 ton) dan Kecamatan Sigaluh (5.584,9 ton). Kapasitas produksi salak Kabupaten Banjarnegara 193.662,1 ton / tahun. Jenis Salak ada 2 Macam Yaitu Jenis Lokal dan Pondoh dengan perbandingan jumlah tanaman 50:50 %. Setiap hari produk salak Banjarnegara di kirim ke Jakarta, Jawa Barat dan Surabaya.
3.      Potensi Perkebunan

A.    Perkebunan Teh

Perkebunan teh diusahakan oleh rakyat tersebar di kecamatan Wanayasa, Kalibening, Pejawaran, dan Karangkobar. Hasil pucuk teh tersebut ditampung oleh PT. Pagilaran di desa Jatilawang, kecamatan Wanayasa dan PT. Jatilawang Sejahtera di desa Grogol, kecamatan Pejawaran.

B.    Perkebunan Kopi

Kabupaten Banjarnegara sangat cocok untuk tanaman kopi Arabica. Lokasi perkebunan di Kecamatan Kalibening, Wanayasa, Karangkobar yang termasuk daerah dataran tinggi.

4.      Peternakan

A.    Peternakan Sapi Potong

Lokasi penyebaran sapi potong terdapat di seluruh Kecamatan di Banjarnegara, dengan tingkat populasi ternak sapi potong tertinggi di Kec. Wanayasa 8.047 ekor, Kec. Kalibening 5.593 ekor, Kec. Karangkobar 4.678 ekor dan Kec. Bawang 3.188 ekor. Total populasi ternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara 40.426 ekor, dengan didukung oleh 21.782 Ha pengahasil hijauan makanan ternak (HMT) dan 40.237 Ha limbah pertanian.
  1. Peternakan Kambing
Kecamatan Banjarmangu mungkin bisa dijuluki dengan kecamatan kambing karena enam dari tiga belas desa yang ada di kecamatan ini jumlah populasi kambingnya melebihi jumlah penduduknya. Dari keenam desa tersebut yang paling menonjol adalah desa Pagerpelah. Dengan luas wilayah 402,4 hektar, desa yang berada diantara Sungai  Urang dan Ragajaya, Pagerpelah memiliki jumlah penduduk 2078. Dan kambing yang ada mencapai 3753 ekor. Ini berarti jumlah kambing hampir dua kali lipat dari jumlah penduduk.
5.      Pertambangan
1.   Marmer                                               4. Batu lempeng
2.   Feldspar (metasedimen)                     5. Batu Granit
3.   Trass (untuk pembuatan semen)

Sebenarnya masih banyak potensi yang dimiliki Kabupaten Banjarnegara. Namun tidak banyak orang yang mengetahui potensi tersebut. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi pemerintah dan warga Banjarnegara itu sendiri. Selain itu potensi  potensi yang dimiliki juga tidak dijaga dan dikembangkan dengan baik. Banyak tempat wisata yang sudah tak terawat, sudah tidak ada yang memerhatikannya lagi, sehingga sepi pengunjung. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap potensi alam Banjarnegara adalah persoalan yang utama.
Permasalahan kabupaten Banjarnegara yang lain adalah masih kurangnya fasilitas – fasilitas yang mendukung dan memadai. Sebagai contoh adalah minimnya pusat perbelanjaan, sehingga banyak masyarakat lebih suka berbelanja di luar kota yang lebih lengkap dan lebih prestis.
Infrastruktur yang lain pun masih banyak yang perlu diperhatikan. Sebagai contoh jalan raya penghubung Purbalingga dan Banjarnegara yang berlubang dan masih perlu banyak perbaikan. Lampu – lampu jalan pun banyak yang tidak berfungsi dengan baik, dan lain-lain.
Pedagang Kaki Lima juga menambah ketidaktertiban Kabupaten Banjarnegara. Biasanya PKL berjualan di pinggir-pinggir jalan atau di trotoar sehingga menghalangi para pengguna jalan atau pejalan kaki. Selain itu dengan banyaknya pedagang kaki lima tersebut membuat sampah-sampah bertebaran membuat kesan Banjarnegara yang dulu sebagai kota adipura terkesan jorok dan kotor. Sehingga, sekali lagi perhatian pemerintah dan kesadaran masyarakat Kabupaten Banjarnegara perlu ditingkatkan untuk Banjarnegara yang lebih maju.

Daftar Pustaka

Sabtu, 10 September 2011

Lebaran : Mendekatkan Kembali

Diposting oleh Anonim di 20.21 0 komentar
Lebaran lalu (maaf, baru sempet posting, hehe), kami dipertemukan kembali. aku dengan teman-teman masa kecilku. setelah beberapa lama tak berjumpa.. hai sobat !

di sini ada inung, dek ajeng, mbak ninda, mbak dian.
sebelum kita berfoto ini, sejak kapan ya kita berkumpul?
haha. entahlah..
kita dahulu memang teman yang lucu.
bukan, bukan solid, bukan setia.
tapi lucu.
ada saatnya kita rukun, tertawa bersama, bermain bersama
ada saatnya kita bertengkar, saling diam, saling adu domba.
haha.. yah, namanya saja anak kecil.
beda dengan sekarang. kami sudah matang. dewasa. harapannya. 
*smile*

di sini (dari kiri ke kanan), ada :
dion, mas cahyo, mbak dhian, inung, mbak ninda, dek ajeng, mas aam
dion sekarang kuliah dimana ya? terakhir si udah keluar dari UNSOED, mas cahyo yang paling mapan, udah bekerja di Yogyakarta lulusan UNSOED, mbak dhian di seni rupa UNNES, aku di Teknik PWK UNDIP, mbak ninda di pendidikan matematika UAD Yogyakarta, dek ajeng yang menemui hidupnya di Pendidikan Bahasa Jepang UNNES, dan mas aam di Ekonomi Pembangunan UNNES.

Nah, ini nih paling kiri si Dani. yang dari tadi motoin kita, hehe..
Dani, adiknya mba dian. dulu dia selalu kita manfaatin, gara - gara paling kecil. tapi sekarang dia sudah duduk di bangku SMP.


Masa kecil itu, tak ada habisnya untuk diceritakan. Mungkin suatu saat akan aku ceritakan semuanya di sini..


Selasa, 30 Agustus 2011

Keluarga Baru di Sini

Diposting oleh Anonim di 13.50 1 komentar
Awal kuliah di Semarang, tepatnya di Universitas Diponegoro, rasanya berat sekali. Ya mungkin karena aku tak terbiasa jauh dari orang tua. Bisa dibilang aku cukup manja kepada kedua orang tua aku. Aku anak kedua dari dua bersaudara (anak terakhir, red.) dan kakak aku yang satu-satunya itu adalah laki-laki. Jadi ya bisa dibilang aku cukup manja dengan ayah dan ibu aku. Makan sudah dimasakkan, nyuci baju tinggal masukkan ke mesin cuci, jika aku harus belajar sampai malam, bahkan ibu aku oun menemani aku, membuatkan susu hangat, memberikan cemilan-cemilan. Dan kini, aku benar-benar terpisah dari ayah dan ibu aku. Jujur awalnya hampir setengah bulan, setiap malam aku terbangun, sya sholat tahajud dan menangis sejadi-jadinya. Aku pun tak tahu mengapa aku menangis, mungkin rasa rindu pada orang yang melahirkan dan membesarkan aku, sehingga saat itu di pikiran aku adalah : ingin pulang kampung.
Tapi rasa itu lama-kelamaan hilang. Bukan aku tak pernah merindukan orang tua aku, tapi aku merasa memiliki keluarga baru di Semarang. Keluarga yang bisa menghibur aku, sehingga aku tidak selalu berpikir ingin pulang. Keluarga yang erat rasa persaudaraannya.
Keluarga tersebut aku temukan di sebuah rumah kos binaan (kami menyebutnya wisma) Tsabita. Inilah keluarga pertama aku di Semarang. Mereka saling membantu, kami juga tak sungkan meminta bantuan, tak sungkan bertanya banyak hal, kami saling bercanda, makan bersama, ngumpul bersama, solat berjamaah, belajar bersama, tak jarang kami tidak tidur karena mengerjakan tugas bersama. Barang – barang kami ikhlas kami pinjamkan asalkan minta izin dulu. Jika kami punya makanan, pasti tak pernah kami makan sendiri di kamar, kami berbagi, makan bersama. Jujur, aku terkesan pertama bergabung dengan keluarga Tsabita ini.
Suatu saat kamar aku terkena musibah. Saat itu aku sedang di luar wisma, ada acara di luar. Aku ditelpon oleh Mbak Kiki, yang kamarnya berada di sebelahku. Intinya aku disuruh cepat pulang. Dalam hati aku memang pasti ada sesuatu buruk yang terjadi. Tapi aku mencoba berfikir yang positif, mungkin ada tamu buat aku.
Dan akhirnya aku pulang, aku lihat barang-barang di kamar aku berada di luar semua (di luar kamar maksusnya, bukan luar rumah,red.). ternyata tepat di atas kamarku ada pipa yang berfungsi untuk menaglirkan air dari sumur ke bak tempat penampungan air di lantai atas. Pipa yang posisinya tepat berada di kamarku bocor, dan akhirnya air tersebut masuk ke dalam kamarku lewat lubang atap yang sengaja dibuat untuk masuknya cahaya. Aku menengok kamar aku. Kosong dan basah. Kasur aku basah, meja aku basah, kertas-kertas dan buku-buku aku basah. Tiba-tiba aku ingat satu benda. Laptop! Aku ingat aku menaruhnya tepat di bawah titik yang bocor tersebut.
“Mbak, laptopku?” aku benar-benar ingat, aku histeris waktu itu.
“Di kamar mbak Meike dik..” jawab Mbak Retno dengan wajah datar mungkin maksudnya ingin menenangkan hatiku.
Saat kulihat kamar Mbak Meike, laptopku “njengking” dengan baterai dicopot, dihadapkan pada sebuah kipas angin. Aku lemas, sontak aku menangis.. Tapi mereka masih mencoba menenangkanku.
Aku benar-benar sudah lemas, tubuhku ringan, dan benar-benar akan pingsan. Laptopku adalah benda vital bagiku. Apalagi aku langsung ingat bahwa besok siang ada deadline tugas. Dan tugas tersebut ada di laptop itu, tak ada back-up-an nya!
Aku ingat aku dan Ovi yang pergi bersamaku belum shalat maghrib. Aku shalat bersamanya, dia mengimamiku. Sepanjang shalat, aku sesenggukan, air mataku masih mengucur. Ketika salam, Ovi menepuk-nepuk bahuku dengan pelan. Aku tahu apa yang ada di pikiran dia. Dia pasti bingung mau melakukan apa, dia hanya berusaha untuk melapangkan dada sahabatnya.
“Dek, makan dulu ini..” Mbak Kiki menyodorkan nasi bungkus ke hadapanku yang sedang menatap laptopku yang sepertinya sedang sekarat itu (menurut Mbak Kiki, laptopku mengeluarkan banyak air dari lubang di samping tempat mengeluarkan panas). Di samping laptopku, di depan kiapas Mbak Meike, terdapat alat elektronik lain seperti hairdrayer dan senter yang dibuka-buka bagiannya agar mudah dikeringkan bagian dalamnya. Sementara di luar kamar, di ruang tengah tepatnya, barang-barangku berserakan, apalagi buku-buku dan kertas-kertas yang dikeringkan menggunakan kipas milik Mbak Nana.
Akhirnya aku makan makanann pemberian mbak Kiki di kamar Mbak Meike menghadap laptopku yang dibeli hutang, ya HUTANG atau BELUM LUNAS.. imagine, what I felt that day.. Sementara mbak Nana, mbak Meike, dan lainnya sibuk membolak-balikkan buku-buku dan kertas-kertasku di depan kipas agar kering. Lalu mbak Nana masuk ke kamar Mbak Meike, tempatku berada. Beliau menemaniku makan, dan mengajakku ngobrol banyak, ingin menghiburku.
Aku kembali ke kamarku, kamarku telah kering dan bersih, Mbak Tami dan lainnya yang mengepel dan membersihkannya.
Tsabita, terimakasih.. begitu banyak cerita. Ini hanya sebagian kecil yang membuat aku cinta pada keluarga ini..
Dengan adanya peristiwa ini, aku sadar, di sini aku tak sendiri. Banyak teman-teman yang mau menemani di hari-hariku, menolong ketika aku berada dalam kesusahan, ketika membutuhkan bantuan. Dan melalui peristiwa ini, Allah menunjukkan kuasa-Nya. Setiap hari, kamarku selalu terkunci dan kunci kamarku selalu ku bawa. Demi keamanan. Tapi hari itu,  tak tahu mengapa, kunciku aku tinggal di gantungan depan cermin. Entah kenapa.. Allah yang mengatur. Kedua, keajaiban muncul, ketika laptopku bisa dinyalakan tanpa kurang suatu apapun beberapa jam setelah diangin-anginkan. Padahal Mbak Kiki melihat bahwa laptop ini benar-benar diguyur air tepat di atasnya, dan ketika dimiringkan, air keluar mengucur dari tempat keluarnya panas pada laptop (tidak tahu namanya apa..)
Ini semua rencana Allah.. Terimakasih Tsabita. Tanpa disuruh, mereka membantuku. Tanpa pamrih, ikhlas, aku tahu itu.. Terimakasih.. Tsabita.. You are my new family here.. I love you all, cause Allah..
Ya Allah jagalah mereka, bantu mereka di saat kesusahan menyapa mereka, cintai mereka, karena aku mencintainya.. walaupun kini kita terpisah wisma, aku ingat kata Lila, kita akan bertemu lagi di wisma yang sama, bukan wisma Tsabita, tapi wisma Jannah, surga-Mu Ya Allah, amiin..
Once more, love all of you cause Allah  :')
berangkat tatsqif bareng, sebelumnya foto-foto, hehe

walaupun malem-malem, tetep semangat jalan - jalan ke lawang sewu dan tugu muda :)



Selasa, 04 Oktober 2011

Teori Lokasi

Diposting oleh Anonim di 21.02 0 komentar
Pengertian Teori Lokasi
Teori lokasi pada awalnya dikembangkan oleh Von Thunnen pada awal abad ke-19. Teori ini merupakan suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara yang konsisten dan logis.
Menurut Tarigan, teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. Tarigan berpendapat, terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya. Tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut. Sehingga, teori lokasi mempelajari pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Von Thunnen mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Dengan memerhatikan jarak tempuh antara daerah produksi dan pasar, pola tsb memasukkan variabel keawetan, berat dan harga dari berbagai komoditas pertanian. Selain Von Thunnen, tokoh – tokoh yang mengemukakan teori lokasi antara lain Wilhem Lounhart yang menunjukkan bagaiman amengoptimalkan lokasi dengan menyederhanakan hanya dua sumber material dan satu pasar yang disajikan dalam bentuk locational triangle. Selain itu ada juga Teori Christaller yang menjelaskan bagaimana susunan dari besaran kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu wilayah.

Ruang Lingkup atau Cakupan Analisis Lokasi dan Pola Ruang
  • lahan pertanian dan guna lahan kota à von Thunen dan teori turunannya. Von Thunen berpendapat bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari suatu tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah
  • lokasi industri à pendekatan deterministik Weberian dan pendekatan perilaku
  • tempat pusat à Christaller dan teori turunannya. Adanya peran dan fungsi wilayah pusat terhadap daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktifitas tentunya disesuaikan dengan karakteristik penduduknya.
  • alokasi lokasi à bagaimana mengalokasikan fasilitas kota agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat namun dengan biaya yang minimal.
  • interaksi keruangan à hubungan antarlokasi dan kegiatan


Teori Lokasi

Diposting oleh Anonim di 21.02 0 komentar
Pengertian Teori Lokasi
Teori lokasi pada awalnya dikembangkan oleh Von Thunnen pada awal abad ke-19. Teori ini merupakan suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara yang konsisten dan logis.
Menurut Tarigan, teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial. Tarigan berpendapat, terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya. Tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut. Sehingga, teori lokasi mempelajari pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Von Thunnen mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Dengan memerhatikan jarak tempuh antara daerah produksi dan pasar, pola tsb memasukkan variabel keawetan, berat dan harga dari berbagai komoditas pertanian. Selain Von Thunnen, tokoh – tokoh yang mengemukakan teori lokasi antara lain Wilhem Lounhart yang menunjukkan bagaiman amengoptimalkan lokasi dengan menyederhanakan hanya dua sumber material dan satu pasar yang disajikan dalam bentuk locational triangle. Selain itu ada juga Teori Christaller yang menjelaskan bagaimana susunan dari besaran kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu wilayah.

Ruang Lingkup atau Cakupan Analisis Lokasi dan Pola Ruang
  • lahan pertanian dan guna lahan kota à von Thunen dan teori turunannya. Von Thunen berpendapat bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari suatu tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah
  • lokasi industri à pendekatan deterministik Weberian dan pendekatan perilaku
  • tempat pusat à Christaller dan teori turunannya. Adanya peran dan fungsi wilayah pusat terhadap daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktifitas tentunya disesuaikan dengan karakteristik penduduknya.
  • alokasi lokasi à bagaimana mengalokasikan fasilitas kota agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat namun dengan biaya yang minimal.
  • interaksi keruangan à hubungan antarlokasi dan kegiatan


POTENSI DAN PERMASALAHAN KABUPATEN BANJARNEGARA

Diposting oleh Anonim di 20.59 0 komentar
Kabupaten Banjarnegara yang terletak di Jawa tengah ini mempunyai banyak potensi. Baik dalam bidang pariwisata, pertanian, peternakan, bahkan pertambangan.
1.      Potensi Wisata
A.    Arung Jeram Sungai Serayu
Wisata ini berada di Sungai Serayu Kabupaten Banjarnegara tepatnya dari Desa Tunggoro ke Desa Singomerto, Kecamatan Sigaluh dengan panjang rute tempuh 12 km dan 15 jeram ekstrim.
Dengan jeram yang sangat deras menjadikan Sungai Serayu menjadi salah satu sungai yang diperhitungkan oleh penghobi olahraga arung jeram di Indonesia.
B.  Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau)
Disana terdapat banyak bangunan Candi yang semuanya berlatar belakang Ciwaistis dan mempunyai bentuk arsitektur sederhana dan diperkirakan digunakan mulai abad IX hingga abad XII AD. Candi-candi di Dieng menggunakan nama tokoh pewayangan seperti, Dwarawati, Puntadewa, Arjuna, Gatotkaca, Srikandi, Bima, Puntadewa dan Candi Sembadra.
Di Dieng Plateau juga ada tempat wisata Kawah Sikidang. Karena lubang kepundannya berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah. Sampai saat ini kawah Sikidang masih aktif mengeluarkan uap panas dan bau yang khas. Uap panas yang keluar disertai semburan air yang mendidih berwarna kelabu selalu muncul berpindah-pindah dan berlompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain seperti seekor Kidang, sehingga dinamai kawah Sikidang.
C.   Selain wisata Arung Jeram dan Dieng Plateau, masih banyak lagi potensi wisata. Seperti Kebun Binatang Serulingmas, Waduk Jendral Sudirman, ada juga wisata kuliner seperti dawet ayu, wisata belanja seperti keramik klampok dan batik susukan.
2.      Potensi Pertanian
A.    Kentang
Tanaman kentang tersebar di 4 kecamatan, yaitu Pejawaran, Batur, Wanayasa, dan Kalibening. Kapasitas produksi kentang Kabupaten Banjarnegara 133.417,5 ton/tahun. Dan  luas panen tanaman kentang Kabupaten Banjarnegara 8.434 Ha.

B.    Jagung

Jenis Jagung yang di usahakan oleh para Petani ada 2 jenis yaitu Lokal dan komposit Hibrida. Jagung terdapat di 20 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara, namun Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Purwonegoro (14.585 ton), Kecamatan Pagentan (13.306,40 ton), Kecamatan Pejawaran (12.901,80 ton) dan Kecamatan Wanayasa (10.897,10 ton).
C. Salak
Buah Salak merupakan salah satu unggulan Kabupaten Banjarnegara. Tanaman salak terdapat di 18 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara (kecuali Kec. Rakit dan Kec. Batur), namun Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah Kecamatan Madukara (135.958,2 ton), Kecamatan Banjarmangu (26.522,3 ton), Kecamatan Pagentan (18.474,7 ton) dan Kecamatan Sigaluh (5.584,9 ton). Kapasitas produksi salak Kabupaten Banjarnegara 193.662,1 ton / tahun. Jenis Salak ada 2 Macam Yaitu Jenis Lokal dan Pondoh dengan perbandingan jumlah tanaman 50:50 %. Setiap hari produk salak Banjarnegara di kirim ke Jakarta, Jawa Barat dan Surabaya.
3.      Potensi Perkebunan

A.    Perkebunan Teh

Perkebunan teh diusahakan oleh rakyat tersebar di kecamatan Wanayasa, Kalibening, Pejawaran, dan Karangkobar. Hasil pucuk teh tersebut ditampung oleh PT. Pagilaran di desa Jatilawang, kecamatan Wanayasa dan PT. Jatilawang Sejahtera di desa Grogol, kecamatan Pejawaran.

B.    Perkebunan Kopi

Kabupaten Banjarnegara sangat cocok untuk tanaman kopi Arabica. Lokasi perkebunan di Kecamatan Kalibening, Wanayasa, Karangkobar yang termasuk daerah dataran tinggi.

4.      Peternakan

A.    Peternakan Sapi Potong

Lokasi penyebaran sapi potong terdapat di seluruh Kecamatan di Banjarnegara, dengan tingkat populasi ternak sapi potong tertinggi di Kec. Wanayasa 8.047 ekor, Kec. Kalibening 5.593 ekor, Kec. Karangkobar 4.678 ekor dan Kec. Bawang 3.188 ekor. Total populasi ternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara 40.426 ekor, dengan didukung oleh 21.782 Ha pengahasil hijauan makanan ternak (HMT) dan 40.237 Ha limbah pertanian.
  1. Peternakan Kambing
Kecamatan Banjarmangu mungkin bisa dijuluki dengan kecamatan kambing karena enam dari tiga belas desa yang ada di kecamatan ini jumlah populasi kambingnya melebihi jumlah penduduknya. Dari keenam desa tersebut yang paling menonjol adalah desa Pagerpelah. Dengan luas wilayah 402,4 hektar, desa yang berada diantara Sungai  Urang dan Ragajaya, Pagerpelah memiliki jumlah penduduk 2078. Dan kambing yang ada mencapai 3753 ekor. Ini berarti jumlah kambing hampir dua kali lipat dari jumlah penduduk.
5.      Pertambangan
1.   Marmer                                               4. Batu lempeng
2.   Feldspar (metasedimen)                     5. Batu Granit
3.   Trass (untuk pembuatan semen)

Sebenarnya masih banyak potensi yang dimiliki Kabupaten Banjarnegara. Namun tidak banyak orang yang mengetahui potensi tersebut. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi pemerintah dan warga Banjarnegara itu sendiri. Selain itu potensi  potensi yang dimiliki juga tidak dijaga dan dikembangkan dengan baik. Banyak tempat wisata yang sudah tak terawat, sudah tidak ada yang memerhatikannya lagi, sehingga sepi pengunjung. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap potensi alam Banjarnegara adalah persoalan yang utama.
Permasalahan kabupaten Banjarnegara yang lain adalah masih kurangnya fasilitas – fasilitas yang mendukung dan memadai. Sebagai contoh adalah minimnya pusat perbelanjaan, sehingga banyak masyarakat lebih suka berbelanja di luar kota yang lebih lengkap dan lebih prestis.
Infrastruktur yang lain pun masih banyak yang perlu diperhatikan. Sebagai contoh jalan raya penghubung Purbalingga dan Banjarnegara yang berlubang dan masih perlu banyak perbaikan. Lampu – lampu jalan pun banyak yang tidak berfungsi dengan baik, dan lain-lain.
Pedagang Kaki Lima juga menambah ketidaktertiban Kabupaten Banjarnegara. Biasanya PKL berjualan di pinggir-pinggir jalan atau di trotoar sehingga menghalangi para pengguna jalan atau pejalan kaki. Selain itu dengan banyaknya pedagang kaki lima tersebut membuat sampah-sampah bertebaran membuat kesan Banjarnegara yang dulu sebagai kota adipura terkesan jorok dan kotor. Sehingga, sekali lagi perhatian pemerintah dan kesadaran masyarakat Kabupaten Banjarnegara perlu ditingkatkan untuk Banjarnegara yang lebih maju.

Daftar Pustaka

Sabtu, 10 September 2011

Lebaran : Mendekatkan Kembali

Diposting oleh Anonim di 20.21 0 komentar
Lebaran lalu (maaf, baru sempet posting, hehe), kami dipertemukan kembali. aku dengan teman-teman masa kecilku. setelah beberapa lama tak berjumpa.. hai sobat !

di sini ada inung, dek ajeng, mbak ninda, mbak dian.
sebelum kita berfoto ini, sejak kapan ya kita berkumpul?
haha. entahlah..
kita dahulu memang teman yang lucu.
bukan, bukan solid, bukan setia.
tapi lucu.
ada saatnya kita rukun, tertawa bersama, bermain bersama
ada saatnya kita bertengkar, saling diam, saling adu domba.
haha.. yah, namanya saja anak kecil.
beda dengan sekarang. kami sudah matang. dewasa. harapannya. 
*smile*

di sini (dari kiri ke kanan), ada :
dion, mas cahyo, mbak dhian, inung, mbak ninda, dek ajeng, mas aam
dion sekarang kuliah dimana ya? terakhir si udah keluar dari UNSOED, mas cahyo yang paling mapan, udah bekerja di Yogyakarta lulusan UNSOED, mbak dhian di seni rupa UNNES, aku di Teknik PWK UNDIP, mbak ninda di pendidikan matematika UAD Yogyakarta, dek ajeng yang menemui hidupnya di Pendidikan Bahasa Jepang UNNES, dan mas aam di Ekonomi Pembangunan UNNES.

Nah, ini nih paling kiri si Dani. yang dari tadi motoin kita, hehe..
Dani, adiknya mba dian. dulu dia selalu kita manfaatin, gara - gara paling kecil. tapi sekarang dia sudah duduk di bangku SMP.


Masa kecil itu, tak ada habisnya untuk diceritakan. Mungkin suatu saat akan aku ceritakan semuanya di sini..


Selasa, 30 Agustus 2011

Keluarga Baru di Sini

Diposting oleh Anonim di 13.50 1 komentar
Awal kuliah di Semarang, tepatnya di Universitas Diponegoro, rasanya berat sekali. Ya mungkin karena aku tak terbiasa jauh dari orang tua. Bisa dibilang aku cukup manja kepada kedua orang tua aku. Aku anak kedua dari dua bersaudara (anak terakhir, red.) dan kakak aku yang satu-satunya itu adalah laki-laki. Jadi ya bisa dibilang aku cukup manja dengan ayah dan ibu aku. Makan sudah dimasakkan, nyuci baju tinggal masukkan ke mesin cuci, jika aku harus belajar sampai malam, bahkan ibu aku oun menemani aku, membuatkan susu hangat, memberikan cemilan-cemilan. Dan kini, aku benar-benar terpisah dari ayah dan ibu aku. Jujur awalnya hampir setengah bulan, setiap malam aku terbangun, sya sholat tahajud dan menangis sejadi-jadinya. Aku pun tak tahu mengapa aku menangis, mungkin rasa rindu pada orang yang melahirkan dan membesarkan aku, sehingga saat itu di pikiran aku adalah : ingin pulang kampung.
Tapi rasa itu lama-kelamaan hilang. Bukan aku tak pernah merindukan orang tua aku, tapi aku merasa memiliki keluarga baru di Semarang. Keluarga yang bisa menghibur aku, sehingga aku tidak selalu berpikir ingin pulang. Keluarga yang erat rasa persaudaraannya.
Keluarga tersebut aku temukan di sebuah rumah kos binaan (kami menyebutnya wisma) Tsabita. Inilah keluarga pertama aku di Semarang. Mereka saling membantu, kami juga tak sungkan meminta bantuan, tak sungkan bertanya banyak hal, kami saling bercanda, makan bersama, ngumpul bersama, solat berjamaah, belajar bersama, tak jarang kami tidak tidur karena mengerjakan tugas bersama. Barang – barang kami ikhlas kami pinjamkan asalkan minta izin dulu. Jika kami punya makanan, pasti tak pernah kami makan sendiri di kamar, kami berbagi, makan bersama. Jujur, aku terkesan pertama bergabung dengan keluarga Tsabita ini.
Suatu saat kamar aku terkena musibah. Saat itu aku sedang di luar wisma, ada acara di luar. Aku ditelpon oleh Mbak Kiki, yang kamarnya berada di sebelahku. Intinya aku disuruh cepat pulang. Dalam hati aku memang pasti ada sesuatu buruk yang terjadi. Tapi aku mencoba berfikir yang positif, mungkin ada tamu buat aku.
Dan akhirnya aku pulang, aku lihat barang-barang di kamar aku berada di luar semua (di luar kamar maksusnya, bukan luar rumah,red.). ternyata tepat di atas kamarku ada pipa yang berfungsi untuk menaglirkan air dari sumur ke bak tempat penampungan air di lantai atas. Pipa yang posisinya tepat berada di kamarku bocor, dan akhirnya air tersebut masuk ke dalam kamarku lewat lubang atap yang sengaja dibuat untuk masuknya cahaya. Aku menengok kamar aku. Kosong dan basah. Kasur aku basah, meja aku basah, kertas-kertas dan buku-buku aku basah. Tiba-tiba aku ingat satu benda. Laptop! Aku ingat aku menaruhnya tepat di bawah titik yang bocor tersebut.
“Mbak, laptopku?” aku benar-benar ingat, aku histeris waktu itu.
“Di kamar mbak Meike dik..” jawab Mbak Retno dengan wajah datar mungkin maksudnya ingin menenangkan hatiku.
Saat kulihat kamar Mbak Meike, laptopku “njengking” dengan baterai dicopot, dihadapkan pada sebuah kipas angin. Aku lemas, sontak aku menangis.. Tapi mereka masih mencoba menenangkanku.
Aku benar-benar sudah lemas, tubuhku ringan, dan benar-benar akan pingsan. Laptopku adalah benda vital bagiku. Apalagi aku langsung ingat bahwa besok siang ada deadline tugas. Dan tugas tersebut ada di laptop itu, tak ada back-up-an nya!
Aku ingat aku dan Ovi yang pergi bersamaku belum shalat maghrib. Aku shalat bersamanya, dia mengimamiku. Sepanjang shalat, aku sesenggukan, air mataku masih mengucur. Ketika salam, Ovi menepuk-nepuk bahuku dengan pelan. Aku tahu apa yang ada di pikiran dia. Dia pasti bingung mau melakukan apa, dia hanya berusaha untuk melapangkan dada sahabatnya.
“Dek, makan dulu ini..” Mbak Kiki menyodorkan nasi bungkus ke hadapanku yang sedang menatap laptopku yang sepertinya sedang sekarat itu (menurut Mbak Kiki, laptopku mengeluarkan banyak air dari lubang di samping tempat mengeluarkan panas). Di samping laptopku, di depan kiapas Mbak Meike, terdapat alat elektronik lain seperti hairdrayer dan senter yang dibuka-buka bagiannya agar mudah dikeringkan bagian dalamnya. Sementara di luar kamar, di ruang tengah tepatnya, barang-barangku berserakan, apalagi buku-buku dan kertas-kertas yang dikeringkan menggunakan kipas milik Mbak Nana.
Akhirnya aku makan makanann pemberian mbak Kiki di kamar Mbak Meike menghadap laptopku yang dibeli hutang, ya HUTANG atau BELUM LUNAS.. imagine, what I felt that day.. Sementara mbak Nana, mbak Meike, dan lainnya sibuk membolak-balikkan buku-buku dan kertas-kertasku di depan kipas agar kering. Lalu mbak Nana masuk ke kamar Mbak Meike, tempatku berada. Beliau menemaniku makan, dan mengajakku ngobrol banyak, ingin menghiburku.
Aku kembali ke kamarku, kamarku telah kering dan bersih, Mbak Tami dan lainnya yang mengepel dan membersihkannya.
Tsabita, terimakasih.. begitu banyak cerita. Ini hanya sebagian kecil yang membuat aku cinta pada keluarga ini..
Dengan adanya peristiwa ini, aku sadar, di sini aku tak sendiri. Banyak teman-teman yang mau menemani di hari-hariku, menolong ketika aku berada dalam kesusahan, ketika membutuhkan bantuan. Dan melalui peristiwa ini, Allah menunjukkan kuasa-Nya. Setiap hari, kamarku selalu terkunci dan kunci kamarku selalu ku bawa. Demi keamanan. Tapi hari itu,  tak tahu mengapa, kunciku aku tinggal di gantungan depan cermin. Entah kenapa.. Allah yang mengatur. Kedua, keajaiban muncul, ketika laptopku bisa dinyalakan tanpa kurang suatu apapun beberapa jam setelah diangin-anginkan. Padahal Mbak Kiki melihat bahwa laptop ini benar-benar diguyur air tepat di atasnya, dan ketika dimiringkan, air keluar mengucur dari tempat keluarnya panas pada laptop (tidak tahu namanya apa..)
Ini semua rencana Allah.. Terimakasih Tsabita. Tanpa disuruh, mereka membantuku. Tanpa pamrih, ikhlas, aku tahu itu.. Terimakasih.. Tsabita.. You are my new family here.. I love you all, cause Allah..
Ya Allah jagalah mereka, bantu mereka di saat kesusahan menyapa mereka, cintai mereka, karena aku mencintainya.. walaupun kini kita terpisah wisma, aku ingat kata Lila, kita akan bertemu lagi di wisma yang sama, bukan wisma Tsabita, tapi wisma Jannah, surga-Mu Ya Allah, amiin..
Once more, love all of you cause Allah  :')
berangkat tatsqif bareng, sebelumnya foto-foto, hehe

walaupun malem-malem, tetep semangat jalan - jalan ke lawang sewu dan tugu muda :)



 

live and life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea